Skip to content
03/03/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Budaya
  • Rumah Batu Wonogiri: Dari Ketahanan terhadap Angin Topan hingga Ikon Wisata Edukasi Anak

Rumah Batu Wonogiri: Dari Ketahanan terhadap Angin Topan hingga Ikon Wisata Edukasi Anak

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 bulan ago 3 min read
Dari Ketahanan terhadap Angin Topan hingga Ikon Wisata Edukasi Anak
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Wonogiri, 11 Desember 2025 – Di tengah hamparan perbukitan karst Dusun Mujing, Desa Genengharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, berdiri sebuah bangunan yang hingga kini masih menjadi satu-satunya di wilayah tersebut: rumah berbentuk batu raksasa yang dapat dihuni. Dibangun pada tahun 1999 oleh Loso dan ditempati istrinya, Sutini, hingga sekarang, rumah seluas 9 × 9 meter berkonstruksi dua lantai ini awalnya bukanlah proyek seni, melainkan respons praktis terhadap ancaman alam.

“Rumah kami yang lama sering roboh diterjang angin kencang. Suami saya berpikir, kalau dibuat mirip batu besar yang terkapar, pasti lebih kuat,” cerita Sutini, Rabu (10/12/2025) sore, sambil menyambut rombongan siswa TK dan SD dari Kecamatan Tirtomoyo yang datang berwisata.

Dengan modal sekitar seratus juta rupiah pada kurun 1998–1999 (setara sekitar Rp700–800 juta nilai sekarang jika dihitung inflasi konstruksi), Loso bersama lima tukang membutuhkan waktu enam bulan untuk menyelesaikan proyek yang kini berusia 26 tahun itu. Eksterior rumah sengaja didesain menyerupai bongkahan batu karst alami lengkap dengan tekstur kasar dan warna abu-abu kecokelatan. Dari kejauhan, bangunan itu memang tampak seperti batu raksasa yang “tertidur” di pekarangan.

Namun di balik penampilan monolitiknya, interior rumah justru konvensional. Lantai bawah beranda dan ruang tamu, dua kamar tidur, serta dapur. Lantai dua hanya berupa ruang terbuka dengan meja kursi kayu yang kini menjadi favorit pengunjung untuk berswafoto sambil memandang perbukitan karst di kejauhan.

Rumah ini pertama kali menjadi perbincangan nasional pada tahun 2018 setelah foto-fotonya menyebar luas di media sosial. Saat itu banyak warganet yang mengira bangunan tersebut baru dibangun atau bahkan menganggapnya sebagai fenomena alam yang diubah menjadi rumah.

Kini, pada tahun 2025, daya tarik rumah batu Mujing justru bergeser. Kini yang paling ramai datang bukan pemburu konten dewasa, melainkan anak-anak usia TK dan SD yang datang bersama rombongan sekolah. Penyebabnya adalah kolam renang air pegunungan sejernih kaca yang dibangun Nurwono, putra Loso dan Sutini, di samping rumah batu sekitar lima tahun lalu.

Baca juga : Lansia 90 Tahun di Wonogiri Babak Belur Dipukuli Tetangga Sendiri di Dalam Rumah

“Anak-anak lebih suka ke kolam. Mereka bilang airnya dingin dan bening sekali, langsung dari sumber mata air gunung. Sambil berenang mereka juga diajak melihat-lihat rumah batu, jadi sekalian wisata edukasi,” ujar Nurwono yang mengaku sempat belajar seni relief dan taman sebelum membangun kolam tersebut.

Hingga akhir 2025, belum ada satu pun warga Wonogiri atau kabupaten tetangga yang mencoba meniru bentuk rumah batu serupa. Padahal, menurut Sutini, banyak tamu yang datang mengaku tertarik. “Mereka bilang sulit dan mahal. Lagipula, ide suami saya ini memang aneh pada zamannya,” katanya sambil tertawa.

Kini, di usia ke-26 tahun, rumah batu Dusun Mujing tidak lagi hanya sekadar tempat tinggal keluarga kecil, melainkan telah berevolusi menjadi situs wisata mikro yang menggabungkan arsitektur vernakular anti-bencana, kreativitas individu, dan daya tarik wisata anak. Di tengah maraknya rumah-rumah instagrammable berdesain modern minimalis, keunikan rumah batu Loso justru terletak pada kesederhanaan motifnya: bertahan hidup dengan cara yang paling tidak biasa.

Pewarta : Nanda Suyadi

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Lansia 90 Tahun di Wonogiri Babak Belur Dipukuli Tetangga Sendiri di Dalam Rumah
Next: Kementerian PPPA Desak Hukuman Maksimal bagi Ayah Pelaku Pencabulan Anak Kandung di Demak

Related Stories

Fondasi Baru Ekonomi Kreatif Bengkulu di Era Pembangunan Berkelanjutan
2 min read

Benteng Marlborough: Fondasi Baru Ekonomi Kreatif Bengkulu di Era Pembangunan Berkelanjutan

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 hari ago 0
Sinergi Ilmiah untuk Warisan Abadi
2 min read

Sinergi Ilmiah untuk Warisan Abadi: DEKAT dan TACB Trenggalek Bangun Benteng Pelestarian Budaya

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Dukungan Kementerian Kebudayaan untuk Peringatan Hari Wayang Dunia 2026
3 min read

Revitalisasi Bayang-Bayang Leluhur: Dukungan Kementerian Kebudayaan untuk Peringatan Hari Wayang Dunia 2026

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Wewenang: Oknum Wali Nagari Diduga Jual Tanah Ulayat Air Haji Tanpa Persetujuan Masyarakat Adat
  2. Hermanto mengenai Pemerintah Nigeria Meluncurkan Operasi Militer Baru di Tengah Lonjakan Kekerasan: Serangan Mematikan di Kwara dan Pembebasan Puluhan Warga Kristen
  3. Sugeng Rudianto mengenai GAPSIDO Gelar Kopdar, Ajak Pemuda Jaga Kamtibmas Jelang Ramadhan
  4. Mayang Sari mengenai Aksi Keberanian Pelajar SMK Berujung Tragedi: Terseret Arus Banjir Saat Menolong Pengendara Motor
  5. Tukino gaul gaul mengenai Tim Marching Band SMPN 1 Padangsidimpuan Siap Pertahankan Gelar Juara Umum di Piala Sultan Deli

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Menteri Trenggono Kagum: Kampung Nelayan Lateng Banyuwangi Jadi Model Hilirisasi Unggulan di Indonesia
  • Langkah Besar Hilirisasi: Danantara dan INA Suntik Modal Strategis untuk Pabrik Bahan Kimia Krusial di Cilegon
  • Festival Cap Go Meh Singkawang 2026 Menjadi Panggung Harmoni di Tengah Gejolak Dunia
  • Dua Narapidana Muda Lapas Pemuda Tangerang Ketahuan Simpan Stok Narkoba Beragam di Dalam Sel
  • Indonesia dan Uzbekistan Memulai Babak Baru Diplomasi Ekonomi melalui Perundingan FTA
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.