Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Presiden Lee Jae-myung Tekankan Perdamaian Semenanjung Korea sebagai Katalisator Kemakmuran Asia-Pasifik di APEC 2025

Presiden Lee Jae-myung Tekankan Perdamaian Semenanjung Korea sebagai Katalisator Kemakmuran Asia-Pasifik di APEC 2025

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 bulan ago 2 min read
Presiden Lee Jae-myung Tekankan Perdamaian Semenanjung Korea sebagai Katalisator
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Gyeongju, 2 November 2025 – Dalam pidato penutup sesi kedua Pertemuan Para Pemimpin Ekonomi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) ke-32 yang digelar di Lima, Peru, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung menegaskan bahwa perdamaian di Semenanjung Korea bukan sekadar isu bilateral, melainkan prasyarat esensial bagi konektivitas regional dan inovasi ekonomi di kawasan Asia-Pasifik.

Analisis akademis terhadap pernyataan Lee mengungkap pendekatan yang berbasis pada teori interdependensi kompleks, di mana stabilitas geopolitik menjadi variabel independen yang memengaruhi variabel dependen seperti pertumbuhan ekonomi bersama. “Hanya ketika perdamaian tercapai maka konektivitas kita bisa berkembang lebih jauh, kekuatan inovasi kita dapat terwujud sepenuhnya, dan kemakmuran bersama kita dapat dinikmati oleh semua pihak,” ujar Lee, menggemakan prinsip-prinsip dari doktrin “perdamaian melalui kekuatan” yang telah berevolusi sejak era pasca-Perang Dingin.

Dari perspektif studi keamanan regional, Lee menyoroti bagaimana konfrontasi militer dan proliferasi nuklir di Semenanjung Korea menciptakan efek riak (spillover effect) yang menghambat integrasi ekonomi di Asia Timur Laut. Data historis dari laporan Bank Dunia menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik di wilayah ini telah mengurangi potensi perdagangan intra-regional hingga 15-20 persen dalam dekade terakhir. Presiden Lee berargumen bahwa resolusi damai tidak hanya akan menstabilkan Asia Timur Laut, tetapi juga membuka koridor ekonomi baru di seluruh Asia-Pasifik, selaras dengan model kerja sama win-win yang dipromosikan APEC sejak pendiriannya pada 1989.

Pendekatan Korea Selatan, sebagaimana diuraikan Lee, mengandalkan dialog sebagai mekanisme utama, kontras dengan narasi eskalasi yang sering mendominasi diskursus keamanan. Pemerintah Seoul telah menerapkan serangkaian langkah preventif, termasuk pengurangan latihan militer skala besar dan inisiatif pembangunan kepercayaan dengan Korea Utara, yang dapat dianalisis melalui kerangka teori keamanan kooperatif Robert Axelrod. Janji Lee untuk inisiatif “lebih aktif dan visioner” menandakan potensi shift paradigma dari deterrence ke engagement, meskipun tantangan struktural seperti sanksi internasional tetap menjadi penghalang.

Dalam konteks APEC yang lebih luas, pernyataan ini memperkuat hipotesis bahwa perdamaian Semenanjung Korea berfungsi sebagai public good regional, di mana manfaatnya—seperti peningkatan investasi teknologi dan rantai pasok terintegrasi—akan dirasakan oleh ekonomi-ekonomi besar seperti Amerika Serikat, Cina, dan Jepang. Studi kasus historis, seperti reunifikasi Jerman pasca-1989, menawarkan preseden bahwa de-eskalasi dapat menghasilkan dividend perdamaian hingga 2-3 persen PDB tahunan bagi negara-negara tetangga.

Baca juga : Pemberdayaan Perempuan Petani: Strategi Mikro untuk Ketahanan Pangan Nasional

Secara keseluruhan, pidato Lee di APEC 2025 tidak hanya merefleksikan prioritas nasional Korea Selatan, tetapi juga kontribusi teoritis terhadap debat global tentang bagaimana mengintegrasikan isu keamanan tradisional ke dalam agenda ekonomi multilateral. Langkah selanjutnya akan bergantung pada respons mitra regional, di mana dialog berkelanjutan dapat mentransformasi ancaman menjadi peluang kemakmuran bersama.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Pemberdayaan Perempuan Petani: Strategi Mikro untuk Ketahanan Pangan Nasional
Next: Menguatkan Benteng Keluarga: Seminar Parenting TKIT Vinca Rosea Soroti Peran Ayah dalam Navigasi Digital Anak

Related Stories

El Lobo Ditangkap Kembali
3 min read

El Lobo Ditangkap Kembali, 7 Polisi Gugur – Presiden Guatemala Aktifkan Keadaan Darurat Nasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 jam ago 0
Ancaman Tarif AS atas Greenland Memantik Respons Terpadu Eropa- Risiko Retaknya Solidaritas NATO
3 min read

Ancaman Tarif AS atas Greenland Memantik Respons Terpadu Eropa: Risiko Retaknya Solidaritas NATO

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 jam ago 0
Kebakaran Hutan Mematikan Melanda Chile Selatan
3 min read

Kebakaran Hutan Mematikan Melanda Chile Selatan: Korban Jiwa Bertambah, Puluhan Ribu Warga Mengungsi

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Polres Wonogiri Gelar Upacara Bendera Peringatan Hari Kesadaran Nasional 2026
  • Pelantikan Pamong dan Staf Kalurahan Balong: Komitmen Kuat untuk Pelayanan dan Pembangunan Desa
  • Polres Melawi Gelar Peringatan Isra Mi’raj, Tekankan Penguatan Iman dan Pelayanan Humanis bagi Masyarakat
  • AKBP Harris Batara Simbolon Cicipi Madu Kelulut Segar, Komitmen Polres: Bantu Peternak Lokal Tembus Pasar Global
  • Polres Melawi Gelar Upacara Hari Kesadaran Nasional, Kapolres Tekankan Refleksi Pengabdian dan Disiplin Personel
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.