Skip to content
06/09/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Bansos Harus Tepat Sasaran untuk Lansia, Hindari Jebakan Ketergantungan Ekonomi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Bansos Harus Tepat Sasaran untuk Lansia, Hindari Jebakan Ketergantungan Ekonomi

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 tahun ago 3 minutes read
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta, 23 Agustus 2025 – Di tengah perayaan Hari Indonesia Menabung 2025, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan perlunya reformasi mendalam dalam distribusi bantuan sosial (bansos). Menurutnya, bansos idealnya difokuskan pada kelompok lanjut usia (lansia) yang telah kehilangan kemampuan produktif, bukan pada usia produktif yang masih mampu bekerja. Pernyataan ini disampaikan dalam acara yang digelar di Jakarta pada Jumat (22/8/2025), menyoroti potensi masalah sosial-ekonomi jika penyaluran tidak tepat sasaran.

Dalam pidatonya, Dedi Mulyadi mengkritik pola distribusi bansos saat ini yang sering kali mencakup penerima berusia 40-45 tahun. “Nah, bansos ini harusnya diarahkan pada mereka yang usianya tidak lagi produktif, usia-usia yang sudah sangat tua. Kalau umurnya 40 tahun, 45 tahun masih bisa bekerja, menerima bansos malah jadi problem,” ujarnya. Ia menilai, pemberian bansos pada kelompok usia produktif dapat menciptakan ketergantungan, menghambat inisiatif kerja, dan pada akhirnya memperburuk ketimpangan ekonomi di masyarakat.

Untuk mengatasi isu ini, Dedi mengusulkan pendataan ulang penerima bansos di Jawa Barat dengan melibatkan langsung masyarakat setempat. Ia menekankan bahwa pendataan oleh pihak eksternal sering kali gagal menangkap realitas sosial di tingkat desa. “Putusan tentang masyarakat miskin di semua desa itu diputuskan dulu lewat peraturan desa. Nanti diputuskan di kabupaten lewat peraturan bupati atau wali kota, lalu provinsi,” jelasnya.

Pendekatan bottom-up ini, menurut Dedi, akan memastikan bahwa data mencerminkan kondisi riil, bukan asumsi dari luar. Dari perspektif akademis, konsep ini selaras dengan teori partisipasi masyarakat dalam kebijakan publik, seperti yang dikemukakan oleh ahli sosiologi Robert Chambers dalam kerangka “participatory rural appraisal” (PRA). Metode ini menekankan keterlibatan komunitas untuk menghindari bias data, yang sering terjadi dalam program bantuan sosial di negara berkembang.

Baca juga : OJK Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045

Lebih lanjut, Dedi mendorong transparansi total dalam data penerima bansos. Ia mengusulkan agar daftar penerima diumumkan secara terbuka, memungkinkan masyarakat untuk mengajukan komplain jika ditemukan ketidakakuratan. “Ini harus dibuat seperti itu, agar tidak ada data tertutup, kemudian diumumkan menjadi hasil sensus,” tambahnya.

Implikasi dari usulan ini bersifat preventif terhadap korupsi dan penyelewengan. Studi dari Transparency International menunjukkan bahwa kurangnya transparansi dalam program bansos sering kali memicu korupsi, dengan Indonesia sendiri menduduki peringkat yang relatif rendah dalam Indeks Persepsi Korupsi global. Dengan membuka data, pemerintah daerah dapat membangun kepercayaan publik dan mengurangi risiko manipulasi.

Dedi juga memperingatkan bahwa distribusi bansos yang salah sasaran berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat. “Distribusi bansos yang tidak tepat sasaran akan menimbulkan persoalan kecemburuan sosial,” katanya. Fenomena ini, dari sudut pandang psikologi sosial, dapat dianalogikan dengan teori equity theory oleh John Stacey Adams, di mana persepsi ketidakadilan dalam distribusi sumber daya memicu ketegangan antarindividu atau kelompok.

Di Jawa Barat, dengan populasi lebih dari 50 juta jiwa dan tingkat kemiskinan yang masih signifikan (sekitar 7-8% berdasarkan data BPS terbaru), perbaikan data bansos menjadi krusial. Bansos yang tepat tidak hanya meringankan beban lansia—yang jumlahnya mencapai jutaan di provinsi ini—tetapi juga mendorong produktivitas usia muda melalui Hari Indonesia Menabung, yang bertujuan meningkatkan literasi keuangan nasional.

Pernyataan Dedi Mulyadi ini diharapkan menjadi katalisator bagi pemerintah pusat dan daerah untuk merevisi mekanisme bansos. Dalam konteks akademis, hal ini menggarisbawahi pentingnya evidence-based policy making, di mana data empiris dan partisipasi masyarakat menjadi fondasi utama. Pemerintah Jawa Barat telah menyatakan komitmen untuk segera mengimplementasikan usulan ini, meski tantangan logistik dalam pendataan ulang tetap menjadi perhatian utama.

Pewarta : Yudah Purnama

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: OJK Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045
Next: Wakil Presiden Gibran Tegaskan Kelanjutan IKN Nusantara sebagai Pilar Pemerataan Pembangunan Nasional

Related Stories

Tradisi Lubuk Larangan Padangsidimpuan

Tradisi Lubuk Larangan Padangsidimpuan: Menyemai Konservasi Sungai, Memanen Kepedulian Sosial

Jurnalis RI News Portal Posted on 17 menit ago 0
Langkah Bersejarah Penyerapan Tenaga Kerja

Langkah Bersejarah Penyerapan Tenaga Kerja: Mandailing Natal Inisiasi Bursa Kerja Perdana 2026

Jurnalis RI News Portal Posted on 8 jam ago 0
Mitigasi Keracunan MBG

Mitigasi Keracunan MBG, Pemkab Klaten Petakan Langkah Pengawasan Terpadu di Tingkat Kecamatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 24 jam ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Dinamika Mobilisasi Komando Operasional: Penguatan Rayonisasi Taktis Brimob Polri dalam Mitigasi Ekologis Karhutla di Kabupaten Melawi
  2. Zulfian andesta mengenai Restorasi Pusat Niaga Slogohimo: Reaktualisasi Infrastruktur Ekonomi Pasar Tradisional Berbasis Akuntabilitas Publik
  3. A mengenai Petaka Petang di Tawangsari: Refleksi Kasus Laka Lantas Remaja dan Ancaman Keselamatan Jalan
  4. Tukino mengenai Pengungkapan Pencurian Dua Alat Utama di Padangsidimpuan: Tersangka AFS Ditangkap, Kerugian Rp2,5 Juta
  5. Tukino mengenai Harapan Daun Tembaga: Penambahan Dana Rp34,3 Miliar dan Kemajuan Pembayaran TPP ASN di Subulussalam

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Tradisi Lubuk Larangan Padangsidimpuan: Menyemai Konservasi Sungai, Memanen Kepedulian Sosial
  • Rafa Jadi Pahlawan, Melati Jaya FC Amankan Kemenangan Perdana di Turnamen Peduli Sepak Bola Padangsidimpuan 2026
  • Respon Cepat Karhutla: Polsek Nanga Pinoh Tembus Medan Terjal Padamkan Api di Lahan Mineral Melawi
  • Respon Cepat Karhutla Melawi: Pelajaran Penting dari Responsifitas Lapangan dan Tantangan Geografis Nanga Mancur
  • Respon Darurat Karhutla: Pendekatan Humanis Kepolisian Meringankan Beban Warga Melawi
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by