Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Rodat Bangkit di Sragen: Dari Warisan Religius ke Agenda Kebudayaan Lokal

Rodat Bangkit di Sragen: Dari Warisan Religius ke Agenda Kebudayaan Lokal

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 2 min read
Rodat Bangkit di Sragen
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Sragen – Setelah puluhan tahun terpinggirkan oleh arus hiburan modern, kesenian tradisional Rodat kembali bangkit di Kabupaten Sragen. Momentum kebangkitan ini berlangsung pada Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, di kediaman Awi, seorang pegiat media asal Desa Bonagung, Kecamatan Tanon.

Ratusan warga menjadi saksi ketika seni yang sarat nilai religius itu dipentaskan kembali. Inisiatif ini lahir dari kolaborasi Awi (43) dengan Robani (58), tokoh seni tradisional asal Desa Bagor, Kecamatan Miri. Bersama lebih dari 30 anggota, mereka menampilkan Rodat dengan iringan syair Islami-Jawa, tarian, hingga atraksi ekstrem seperti menyemburkan api, mengangkat kursi dengan gigi, hingga memecahkan genting menggunakan kepala.

Menurut catatan para pelaku seni, Rodat bukan sekadar hiburan. Ia mengandung pesan moral dan religius melalui syair yang dinyanyikan, parikan bernuansa pepeling, serta gerakan simbolis yang memiliki makna spiritual. Robani menegaskan, tradisi ini sudah ada turun-temurun sejak nenek moyang.

Dari sisi historis, penyelenggara Awi menambahkan, Rodat pernah menjadi sarana penyamaran masyarakat pribumi untuk berlatih bela diri dan baris-berbaris di masa kolonial, ketika aktivitas itu dilarang penjajah. Atraksi-atraksinya melambangkan daya tahan dan keteguhan menghadapi penindasan, sementara doa-doa khusus yang dilantunkan menjadi wujud syukur sekaligus permohonan perlindungan.

Namun, perkembangan zaman membuat Rodat kian terpinggirkan. Robani mengakui, sekitar 15 tahun terakhir kesenian ini hampir punah akibat dominasi hiburan modern. “Generasi muda lebih suka musik gitaran, campursari, atau hiburan digital. Tapi dengan kebangkitan kali ini, kami ingin warisan leluhur ini kembali hidup,” ujarnya.

Dalam sekali pentas, para pemain biasanya membawakan lagu nasional Garuda Pancasila, disusul lagu-lagu Jawa seperti Kulonuwun, Jalan-jalan, dan Turun Sari. Seluruh pemain mengenakan busana hitam dan membentuk lingkaran, simbol persatuan dan perlindungan bagi seluruh anggota.

Baca juga : Ahli Waris Klaim Tanah PLTU Muara Tawar: Surat ke Presiden Prabowo hingga Ancaman Pengambilalihan

Kebangkitan Rodat di Sragen tidak hanya menjadi peristiwa seni, tetapi juga refleksi penting bagi kebijakan kebudayaan lokal. Awi menekankan perlunya dukungan pemerintah dalam menciptakan ruang-ruang publik yang memungkinkan seni tradisional hidup berdampingan dengan budaya populer.

“Bayangkan kalau setiap desa punya kantong budaya sendiri yang dikelola masyarakat, dengan fasilitasi pemerintah. Saya yakin tradisi seperti Rodat akan kembali bergairah,” ujarnya. Awi juga mendorong perubahan paradigma dari sentralisasi ke desentralisasi kebudayaan, agar pemilik tradisi menjadi subjek, bukan sekadar objek festival.

Rodat mencerminkan relasi antara agama, seni, dan masyarakat Jawa. Nilai religius tampak pada syair Islami-Jawa yang mengajarkan kebajikan, nilai historis hadir dalam kaitannya dengan perjuangan melawan kolonialisme, sementara nilai sosial terlihat pada fungsi seni ini sebagai ruang komunal yang menyatukan warga.

Kesenian tradisional seperti Rodat tidak hanya perlu dilestarikan sebagai artefak budaya, tetapi juga dikontekstualisasikan dalam pembangunan sosial-budaya lokal. Dengan kata lain, Rodat bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat Sragen merumuskan identitas dan kebanggaan di tengah arus globalisasi.

Pewarta : Danang

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Ahli Waris Klaim Tanah PLTU Muara Tawar: Surat ke Presiden Prabowo hingga Ancaman Pengambilalihan
Next: OJK Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045

Related Stories

Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
3 min read

Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara

Jurnalis RI News Portal Posted on 14 jam ago 0
Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren
3 min read

Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman

Jurnalis RI News Portal Posted on 14 jam ago 0
Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
2 min read

Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.