Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Trending
  • Dunia Bergejolak: Mengapa 2025 Dianggap Tahun Paling Berbahaya Sejak Perang Dunia II

Dunia Bergejolak: Mengapa 2025 Dianggap Tahun Paling Berbahaya Sejak Perang Dunia II

Jurnalis RI News Portal Posted on 7 bulan ago 4 min read
Dunia Bergejolak- Mengapa 2025 Dianggap Tahun Paling Berbahaya Sejak Perang Dunia II
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta 17 Juni 2025 — Tahun 2025 dibuka dengan deretan konflik bersenjata yang mencerminkan memburuknya tatanan internasional dan rapuhnya mekanisme perdamaian global. Dari Eropa Timur hingga Timur Tengah, dari Asia Selatan hingga Afrika Sub-Sahara, dunia menyaksikan eskalasi militer yang semakin mengarah pada konflik regional intensif. Situasi ini menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah dunia sedang bergerak menuju Perang Dunia III?

Fragmen Kekerasan Global: Potret Konflik Terkini

Menurut laporan terbaru International Crisis Group dan World Population Review, sepuluh konflik paling berdarah yang berlangsung hingga pertengahan 2025 telah menyebabkan puluhan ribu korban jiwa dan perpindahan penduduk dalam skala besar. Di antara konflik-konflik ini, beberapa di antaranya dinilai sebagai pemicu utama ketegangan global.

  1. Rusia-Ukraina: Sejak invasi besar-besaran Rusia pada 2022, perang ini telah berkembang menjadi konflik berteknologi tinggi. Operasi Jaring Laba-laba Ukraina pada 1 Juni 2025, yang menghancurkan puluhan pesawat pembom strategis Rusia, menjadi titik balik signifikan. Ketegangan meningkat akibat pernyataan Presiden Donald Trump yang mengecam ketergantungan Ukraina terhadap bantuan AS.
  2. Israel-Palestina dan Eskalasi Iran-Israel: Dimulai dari serangan Hamas pada Oktober 2023, konflik ini meluas dengan keterlibatan Iran yang mendukung milisi anti-Israel. Serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran dalam Operasi Rising Lion pada 13 Juni 2025 memperbesar kekhawatiran regional. Wilayah sipil Teheran ikut menjadi korban, sementara Ayatollah Khamenei menyatakan balasan akan “menyakitkan dan menentukan.”
  3. India-Pakistan: Ketegangan memuncak pasca serangan di Kashmir yang menewaskan puluhan warga. Dua negara bersenjata nuklir ini melakukan saling serang melalui operasi militer dan serangan siber. AS berperan sebagai mediator gencatan senjata yang rapuh.
  4. Sudan dan Kongo: Di Afrika, perang saudara di Sudan dan Kongo menunjukkan lemahnya institusi internasional. Keterlibatan Rwanda di Kongo serta runtuhnya perundingan damai di Sudan memperlihatkan bagaimana kekacauan regional berlangsung tanpa akuntabilitas global.
  5. Myanmar dan Ethiopia: Konflik berbasis identitas etnis dan perlawanan terhadap rezim militer terus membakar Myanmar dan Ethiopia, menimbulkan bencana kemanusiaan dan eksodus pengungsi. Kegagalan penyelesaian konflik mencerminkan krisis legitimasi otoritas domestik dan lemahnya intervensi komunitas internasional.
  6. Haiti dan Perang Narkoba Meksiko: Kekacauan di Haiti, pasca pembunuhan presiden dan dominasi geng bersenjata, menjadi potret anarkisme modern. Di Meksiko, kartel narkoba semakin memperluas teror dan kontrol wilayah, mengancam stabilitas regional.

Baca juga : Regulasi AI Akan Segera Terbit: Kemkomdigi Siapkan Roadmap Nasional Hadapi Tantangan Etika dan Keamanan Digital

Amerika Serikat di Bawah Trump dan Shifting Geopolitik Global

Kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih membawa arah baru kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang lebih unilateral dan transaksional. Pengurangan komitmen terhadap NATO, sikap ambivalen terhadap Ukraina, dan non-intervensi dalam serangan Israel ke Iran menandai perubahan yang mempengaruhi ekuilibrium global.

Sebagian analis melihat AS justru memperparah ketegangan dengan mendukung sistem pertahanan rudal regional yang melibatkan Israel, Arab Saudi, dan Qatar—meskipun secara formal Riyadh dan Doha tidak menyatakan dukungan terhadap serangan Israel.


Ancaman Perang Dunia III: Realitas atau Narasi Ketakutan?

Menurut Mira Safety (2025), meskipun dunia sedang mengalami ketidakstabilan parah, sebagian besar konflik masih bersifat terfragmentasi. Tidak ada blok militer besar yang secara terbuka terlibat dalam konfrontasi langsung. Namun, bahaya eskalasi horizontal dan vertikal tetap nyata.

Negara-Negara yang Berpotensi Terlibat dalam Perang Dunia III:

  1. Blok Barat: Amerika Serikat, negara-negara NATO, serta mitra Asia-Pasifik seperti Jepang, Korea Selatan, dan Australia—terikat oleh kepentingan strategis menghadapi Rusia dan China.
  2. Blok Timur dan Global Selatan: Rusia, Iran, dan potensi keterlibatan China, meski posisi Beijing masih ambivalen. Korea Utara, dengan senjata nuklirnya, menjadi wildcard berbahaya.
  3. Aliansi Dinamis: Arab Saudi dan Qatar meski bukan bagian dari aliansi terbuka, secara teknis terlibat melalui kerja sama sistem pertahanan rudal bersama Israel dan AS.
Israel perintahkan 300.000 orang di Teheran untuk mengungsi sementara Trump mengeluarkan peringatan yang tidak menyenangkan

Titik Balik Sejarah atau Krisis yang Dapat Diredam?

Tahun 2025 menunjukkan bahwa dunia tengah bergerak pada lanskap keamanan baru: multipolar, tidak stabil, dan sulit diprediksi. Ketegangan di berbagai kawasan bukan hanya cermin konflik lokal, melainkan juga akibat rivalitas kekuatan besar yang belum terselesaikan.

Kunci pencegahan Perang Dunia III terletak pada tiga hal utama:

  1. Kebijakan luar negeri yang akomodatif dan berbasis diplomasi multilateral.
  2. Penguatan peran organisasi internasional seperti PBB, ASEAN, AU, dan G20.
  3. Regulasi terhadap teknologi militer baru dan pengawasan perdagangan senjata.

Perang dunia bukanlah keniscayaan. Namun, jika komunitas internasional gagal mengelola krisis secara kolektif, bukan tidak mungkin sebuah insiden kecil dapat menjadi percikan api yang menyalakan konflik global. Oleh karena itu, diplomasi, kerja sama lintas negara, dan revitalisasi hukum internasional harus menjadi prioritas untuk menjaga dunia tetap berada di jalur damai, bukan menuju jurang perang global.

Pewarta : Yudha Purnama

Baca Berita lain >>>>>>>>>>>
#rinewsadvertaising, #iklanrinews, #ruangiklan, #terkinirinews,
#beritarinews, #viralrinews, #updaterinews, #inforinews,
#beritarepublikindonesia, #beritaindonesia, #republikindonesianews,
#indonesianews, #republicindonesianews, #republicindonesiannews,
#beritacepat, #beritabaru, #ri_news, #republikindonesiaportal, #pertalberitaindonesia,
#rinewsportal, #republikindonesiaportal, #republicindonesianewsportal, #republicindonesianportal
#teman, #all, #wartawan, #berita

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Regulasi AI Akan Segera Terbit: Kemkomdigi Siapkan Roadmap Nasional Hadapi Tantangan Etika dan Keamanan Digital
Next: Mendorong Diplomasi Infrastruktur: Komitmen Indonesia-Belanda dalam Kolaborasi Ketahanan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan

Related Stories

Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
3 min read

Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 14 jam ago 0
Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul
2 min read

Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan

Jurnalis RI News Portal Posted on 14 jam ago 0
Legislator Pontianak Dukung Penuh Skema Buy The Service untuk Transformasi Transportasi Publik
2 min read

Legislator Pontianak Dukung Penuh Skema Buy The Service untuk Transformasi Transportasi Publik

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.