RI News Portal. Jakarta – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menguatkan posisi usaha kecil dan menengah (UKM) di tengah persaingan ketat dengan produk impor. Salah satu langkah strategis yang didorong adalah memastikan produk lokal mendapatkan penempatan istimewa di pusat perbelanjaan dan jaringan ritel modern, sehingga lebih mudah dijangkau dan dilihat oleh konsumen.
Penegasan tersebut disampaikan Wapres saat menerima audiensi perwakilan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Selasa lalu. Menurut keterangan resmi Sekretariat Wakil Presiden, Gibran menekankan bahwa lokasi display yang strategis bukan sekadar fasilitas, melainkan instrumen konkret untuk meningkatkan daya saing UKM.
“Penempatan produk lokal di lokasi yang mudah terlihat dan diakses konsumen menjadi langkah konkret untuk meningkatkan daya saing UKM di tengah dominasi produk global,” demikian petikan pernyataan tersebut.

Ketua Umum Hippindo, Budihardjo Iduansjah, yang memimpin rombongan, menyatakan bahwa arahan Wapres akan segera diteruskan kepada seluruh anggota asosiasi. Ia menekankan pentingnya menjadikan merek-merek lokal sebagai “tuan rumah” di negeri sendiri, dengan prioritas penempatan di area prime mal maupun gerai ritel anggota Hippindo.
Budihardjo menambahkan, Wapres meyakini kualitas produk UKM Indonesia sudah setara dengan barang impor. Namun, untuk mempercepat pertumbuhan, diperlukan dukungan riil dari pelaku ritel, termasuk penurunan margin sewa ruang dan penerapan skema konsinyasi yang lebih adil bagi pemasok lokal.
“Arahan Pak Wapres jelas: sektor ritel perlu memberikan dukungan khusus, khususnya dengan margin yang lebih rendah bagi para pemasok produk lokal, demi mengatasi tantangan biaya yang selama ini dihadapi UKM,” ujar Budihardjo seusai pertemuan.
Dalam diskusi yang sama, Wapres juga menyampaikan apresiasi tinggi terhadap gerakan Belanja di Indonesia Aja (BINA), sebuah inisiatif kolaboratif antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Hippindo, serta asosiasi ritel terkait lainnya. Program ini dinilai efektif dalam mempromosikan wisata belanja sebagai sumber devisa baru bagi negara.
“Wisata belanja bisa menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Indonesia. Kehadiran wisatawan mancanegara tidak hanya membawa devisa, tetapi juga menggerakkan sektor ritel dan UKM secara signifikan,” kata Budihardjo mengutip pandangan Wapres.
Pada kesempatan tersebut, Hippindo secara resmi mengundang Wapres Gibran untuk hadir dalam sejumlah agenda penting mendatang, termasuk rangkaian kegiatan BINA menjelang perayaan Imlek dan Idul Fitri, serta Indonesia Retail Summit yang dijadwalkan pada Agustus. Harapannya, kehadiran Wapres dapat semakin menguatkan pesan dukungan pemerintah terhadap ekosistem ritel dan produk lokal.

Pertemuan ini juga dihadiri sejumlah pengurus dan tokoh kunci Hippindo, antara lain Dewan Pembina sekaligus Owner Indahtex Group & Poshboy Hendra Widjaja, Sekretaris Jenderal Hippindo yang juga menjabat Direktur Operasional Charles & Keith, Pedro, EA7, Pomelo, Haryanto Pratantara, serta perwakilan dari JCO Donut & Coffee dan Batik Riana Kusuma.
Langkah ini mencerminkan upaya berkelanjutan pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi yang lebih inklusif, di mana UKM tidak lagi menjadi pelengkap, melainkan pilar utama pertumbuhan ritel nasional. Dengan dukungan lintas sektor, produk lokal diharapkan semakin mendominasi rak-rak toko dan mal di seluruh Indonesia.
Pewarta : Albertus Parikesit

