RI News Portal. Banjarmasin, 8 Januari 2026 – Dalam upaya memperkuat kehadiran negara di tengah bencana alam, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Selatan pada Kamis ini. Kunjungan tersebut difokuskan pada peninjauan langsung terhadap wilayah-wilayah yang terdampak banjir berkepanjangan akibat curah hujan ekstrem sejak akhir 2025, sekaligus memastikan koordinasi penanganan dan pemulihan berjalan secara optimal.
Berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, menggunakan pesawat kepresidenan Boeing 737-800 TNI AU bersama rombongan terbatas, Wakil Presiden tiba di Pangkalan Udara TNI AU Syamsudin Noor, Banjarmasin. Dari sana, perjalanan dilanjutkan menuju Kabupaten Tabalong sebagai titik transit, sebelum menuju lokasi utama di Kabupaten Balangan dan Banjar.
Kunjungan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah pusat dalam mengimplementasikan arahan Presiden Prabowo Subianto, yaitu memastikan negara hadir secara langsung di masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Banjir yang melanda sejumlah kabupaten di Kalimantan Selatan telah menyebabkan ribuan warga mengungsi, merendam rumah dan infrastruktur, serta mengganggu aktivitas ekonomi dan pendidikan. Pemerintah menekankan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah untuk mempercepat distribusi bantuan, pemulihan infrastruktur, serta pemenuhan kebutuhan dasar korban.

Di Kabupaten Balangan, khususnya Desa Juuh, Kecamatan Tebing Tinggi, Wakil Presiden dijadwalkan mengunjungi posko pengungsian dan dapur umum. Peninjauan juga mencakup lokasi-lokasi terdampak, termasuk proses pembersihan lingkungan sekolah dasar yang terendam lumpur. Langkah ini bertujuan untuk memverifikasi bahwa layanan logistik, kesehatan, dan hunian sementara telah terpenuhi, serta mendorong percepatan pemulihan fasilitas pendidikan agar anak-anak korban banjir dapat segera kembali belajar.
Selanjutnya, agenda berlanjut ke Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, di mana Wakil Presiden akan melihat langsung kondisi posko pengungsian, operasional dapur umum, serta interaksi dengan masyarakat setempat. Fokus pada wilayah ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif tentang efektivitas langkah-langkah penanganan yang dilakukan oleh pemerintah daerah bekerja sama dengan instansi terkait.
Rombongan Wakil Presiden didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsdya TNI Mohammad Syafii, Ketua Badan Amil Zakat Nasional Noor Achmad, Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, serta Staf Khusus Wakil Presiden Achmad Adhitya. Kehadiran mereka diharapkan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam respons bencana.
Baca juga : Tantangan Kualitas Air dalam Sertifikasi Higiene Sanitasi untuk Penyedia Makanan Bergizi Gratis di Semarang
Kunjungan kerja ini tidak hanya bersifat inspeksi, tetapi juga sebagai momentum untuk mempercepat normalisasi kehidupan sosial-ekonomi di wilayah terdampak. Dengan banjir yang masih berpotensi berlanjut hingga akhir Januari akibat puncak musim hujan, inisiatif semacam ini menjadi krusial dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi di Indonesia.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian agenda, Wakil Presiden dijadwalkan kembali ke Jakarta pada hari yang sama. Upaya berkelanjutan seperti ini diharapkan dapat menjadi model bagi penanganan bencana di daerah lain, dengan penekanan pada respons cepat, koordinasi terintegrasi, dan pemulihan berkelanjutan.
Pewarta : Albertus Parikesit

