RI News. Subulussalam, 21 September 2026 – Semangat dan keceriaan para lansia Kota Subulussalam semakin terasa jelas di Aula Pendopo Wali Kota Subulussalam, beberapa hari yang lalu, ketika ribuan orang tua berusia di atas 50 tahun menyelesaikan proses wisuda Sekolah Lansia Angkatan ke-2. Hal ini menjadi bukti nyata kepedulian Pemko Subulussalam dalam memberi pendidikan dan semangat hidup bagi lansia, yang jarang dilakukan daerah lain. Sebanyak 176 peserta dari delapan Sekolah Lansia di lima kecamatan ikut serta dalam wisuda Standar I dan II, yang membuktikan betapa pentingnya pendidikan usia lanjut untuk kesehatan jiwa.
Dari ratusan peserta, Lumiati (83 tahun) dari Desa Rantau Panjang, Kecamatan Longkib, muncul sebagai yang tertua, sementara Prapto (82 tahun) dari Desa Sepadan, Kecamatan Rundeng, menduduki posisi kedua tertua. Meski usia lanjut, mereka tetap penuh antusiasme saat menerima tali toga sebagai simbol kelulusan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Subulussalam Ira Elviani Cibro menegaskan bahwa program ini bertujuan membentuk lansia sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat. Ia menyatakan, “Semangat dan keceriaan para orang tua kita sungguh menginspirasi. Usia bukan halangan untuk terus belajar dan berkarya. Sekolah Lansia ini dirancang agar para orang tua kita tetap memiliki wadah bersosialisasi, menjaga kesehatan mental dan fisik, serta bahagia di masa tuanya.”
Baca juga : Korban Jatuh dari Pohon di Desa Pule Selogiri Wonogiri Meninggal, Polisi Sebut Tak Ada Tanda Kekerasan
Pengamat sekolah lansia di kota ini menilai kepedulian Pemko Subulussalam sangat berharga. Program ini tidak hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga membantu cara berpikir para lansia di masa tua menjadi lebih positif dan produktif.
Pewarta : Jaulim Saran
Tagline: #SemangatLansiaSubulussalam, #SekolahLansia, #WisudaLansia, #KepedulianPemko, #KesehatanMentalLansia, #UsiaBukanHalangan, #BahagiaUsiaTua, #InspirasiLansia,
