RI News. Kediri – Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Kediri, Eko Lukmono, menyatakan bahwa pemerintah daerah terus melakukan evaluasi mendalam terhadap pengelolaan Perumda Pasar Kota Kediri, termasuk Perumda Pasar Joyoboyo. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen untuk menjadikan pengelolaan pasar daerah lebih responsif, mendukung kelangsungan pedagang, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam pertemuan dengan massa aksi pedagang, Eko menekankan pentingnya dialog terbuka antara pemerintah, pengelola Perumda, dan pelaku usaha. “Komunikasi menjadi kunci dalam pengelolaan Perumda Pasar,” katanya. Ia mengungkapkan bahwa direksi telah diberi kewenangan penuh untuk melakukan integrasi pengelolaan, menghadirkan inovasi, serta mencari model yang lebih adaptif terhadap dinamika ekonomi saat ini.
Menurut Eko, perubahan pola konsumsi dan persaingan usaha menuntut Perumda Pasar tidak sekadar mempertahankan status quo, melainkan aktif mencari solusi kreatif. Evaluasi yang dilakukan Pemkot Kediri tidak semata-mata mengembalikan pola lama, melainkan memastikan perusahaan daerah menjalankan tujuannya sebagai milik bersama: memberikan kesejahteraan bagi pedagang sekaligus kemudahan bagi masyarakat.
Pedagang menjadi bagian utama dalam proses ini. Aspirasi dan tuntutan mereka yang disampaikan dalam aksi menjadi masukan langsung bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembenahan. Pertemuan ini bukan sekadar dialog, melainkan ruang konstruktif untuk membangun komitmen bersama agar pasar tetap menjadi penggerak ekonomi daerah yang sehat.
Pemkot Kediri meyakini bahwa dengan evaluasi berkelanjutan, komunikasi yang terbuka, dan perhatian terhadap keberlanjutan pedagang, Perumda Pasar dapat tetap relevan serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Kediri secara lebih inklusif dan berkelanjutan.
Pewarta : Alex Franico
Tagline: #PemerintahKotaKediri, #EvaluasiPerumdaPasar, #PengelolaanPasarOptimal, #AspirasiPedagang, #KomunikasiTerbuka, #PasarJoyoboyo, #PerekonomianDaerah, #ManfaatPublik,
