RI News. Cape Canaveral 15 Februari 2026 – Dalam sebuah momen simbolis yang bertepatan dengan Hari Valentine, kapsul Crew Dragon bernama Freedom berhasil merapat secara otonom ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Sabtu, 14 Februari 2026, pukul 15.15 waktu setempat (atau sekitar 20.15 UTC). Peristiwa ini menandai kedatangan resmi awak misi Crew-12, yang akan menghuni laboratorium orbit tersebut selama delapan bulan ke depan, sekaligus mengembalikan komposisi kru ISS menjadi tujuh orang setelah sebulan terakhir beroperasi dengan personel minimal akibat evakuasi medis mendadak.
Awak Crew-12 terdiri dari komandan misi Jessica Meir dan pilot Jack Hathaway dari NASA, astronot Sophie Adenot dari Badan Antariksa Eropa (ESA), serta kosmonot Andrey Fedyaev dari Roscosmos. Keempatnya mewakili keragaman keahlian dan latar belakang: Meir, seorang ahli biologi kelautan berpengalaman yang pernah melakukan spacewalk all-female pertama pada 2019, memimpin misi ini untuk kedua kalinya di orbit. Hathaway, perwira Angkatan Laut AS dengan ribuan jam terbang, menjalani penerbangan luar angkasa perdananya. Adenot, pilot helikopter militer Prancis yang menjadi wanita Prancis kedua di luar angkasa, dan Fedyaev, veteran dengan misi sebelumnya, melengkapi tim multinasional ini.
Proses docking berlangsung mulus di atas wilayah Afrika Selatan, dengan kontak awal pada adaptor docking di sisi ruang angkasa modul Harmony. Jessica Meir, sebagai komandan, langsung mengonfirmasi melalui komunikasi radio bahwa penguncian lunak (soft capture) telah berhasil, diikuti penguncian keras (hard dock). Prosedur standar selanjutnya—pemeriksaan kebocoran dan penyeimbangan tekanan antara kapsul dan stasiun—diselesaikan tanpa hambatan, membuka jalan bagi pembukaan hatch sekitar dua jam kemudian.

Kedatangan mereka disambut hangat oleh kru Ekspedisi 74 yang telah lebih dulu berada di ISS: komandan Sergey Kud-Sverchkov serta kosmonot Sergey Mikaev dari Roscosmos, dan astronot NASA Chris Williams. Kud-Sverchkov, dalam pernyataan sambutannya, menyatakan, “Kami telah lama menantikan momen ini. Kami menyambut Crew-12 hari ini dan sangat senang mereka tiba dengan selamat.” Pertemuan ini tidak hanya menandai reunifikasi kru, tetapi juga pemulihan kapasitas operasional penuh stasiun setelah evakuasi medis darurat pada bulan lalu yang memaksa sebagian awak kembali ke Bumi lebih awal, meninggalkan tim skeleton crew dengan keterbatasan signifikan—termasuk pembatasan aktivitas spacewalk dan penelitian intensif.
Peluncuran Crew-12 dilakukan sehari sebelumnya, Jumat, 13 Februari 2026, pukul 05.15 waktu setempat dari Space Launch Complex 40 di Cape Canaveral Space Force Station, menggunakan roket Falcon 9. Perjalanan menuju ISS memakan waktu sekitar 34 jam, menunjukkan presisi tinggi dalam manuver rendezvous otonom yang menjadi ciri khas sistem Crew Dragon.
Baca juga : Polisi Intensifkan Patroli di Waduk Gajah Mungkur, Cegah Kecelakaan Saat Libur Akhir Pekan
Misi ini tidak sekadar penggantian personel. Awak Crew-12 dijadwalkan melaksanakan ratusan eksperimen ilmiah yang dirancang untuk mempersiapkan eksplorasi manusia jangka panjang di luar orbit Bumi rendah, termasuk studi fisiologi manusia di mikrogravitasi, pengembangan teknologi pendukung misi ke Mars, dan penelitian material serta biologi ekstrem. Dengan durasi delapan bulan—sedikit lebih panjang dari rotasi standar enam bulan—misi ini juga akan memberikan data berharga tentang adaptasi tubuh manusia terhadap isolasi berkepanjangan, relevan bagi rencana habitat masa depan di Bulan atau planet lain.
Kedatangan Crew-12 pada Hari Valentine menambah nuansa simbolis: harapan dan kolaborasi lintas batas di tengah ketegangan geopolitik global. Seperti yang pernah diungkapkan salah satu anggota kru dalam sambutan awal, “Di atas sini tidak ada batas negara, dan harapan bersifat universal.” Keberhasilan misi ini mengukuhkan peran ISS sebagai platform diplomasi ilmiah dan inovasi bersama antarnegara.
Tim ISS kini kembali beroperasi penuh, siap menjalani agenda penelitian intensif hingga akhir musim panas mendatang.
Pewarta : Anjar Bramantyo

