RI News. Bogota, Kolombia – Sebuah pesawat angkut militer Hercules C-130 yang mengangkut 121 personel militer jatuh di kawasan Amazon Kolombia pada Senin pagi. Kecelakaan ini menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai 77 lainnya, menimbulkan duka mendalam sekaligus memicu perdebatan serius tentang kondisi armada pertahanan negara tersebut.
Kejadian terjadi di bandara kecil Puerto Leguizamo, sebuah wilayah terpencil di Provinsi Putumayo yang berbatasan dengan Peru dan Ekuador. Pesawat baru saja lepas landas ketika mengalami gangguan teknis dan jatuh sekitar dua kilometer dari landasan pacu. Komandan Angkatan Udara Kolombia, Carlos Fernando Silva, mengakui bahwa penyebab pasti belum diketahui, namun menegaskan pesawat langsung mengalami masalah sesaat setelah tinggal landas.
Dari total 121 orang di dalam pesawat, 110 di antaranya adalah prajurit yang sedang dalam perjalanan menuju kota lain di provinsi yang sama, sementara 11 orang lainnya merupakan awak pesawat. Tim penyelamat berhasil mengevakuasi 77 korban luka dari lokasi dan masih terus mencari kemungkinan korban lain. Dua pesawat evakuasi medis yang dilengkapi 74 tempat tidur darurat telah dikerahkan untuk membawa para korban ke rumah sakit di Bogotá dan beberapa kota besar lainnya.

Presiden Gustavo Petro langsung mengaitkan tragedi ini dengan isu yang telah lama diperjuangkannya. Menurutnya, kecelakaan berulang terjadi karena upaya modernisasi pesawat dan peralatan militer selalu terhambat oleh berbagai kendala birokrasi yang rumit. “Jika pejabat administratif, baik sipil maupun militer, tidak mampu menghadapi tantangan ini, mereka harus diberhentikan,” tegas Petro. Pernyataan ini langsung menjadi sorotan karena menunjukkan ketidakpuasan presiden terhadap sistem pengadaan dan pemeliharaan alutsista yang dinilai sudah usang.
Menteri Pertahanan Pedro Sánchez menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini. “Kecelakaan ini sangat menyakitkan bagi seluruh bangsa. Kami berdoa semoga Tuhan memberikan kekuatan bagi keluarga korban,” ujarnya. Gambaran di lokasi menunjukkan asap hitam mengepul dari lahan terbuka, sementara warga sekitar turut membantu mengangkut korban luka menggunakan sepeda motor sebelum tim medis resmi tiba.
Baca juga : Trump Beri Iran “Waktu Tambahan” 5 Hari: Bisakah Diplomasi Rahasia Akhiri Perang Minyak di Timur Tengah?
Kecelakaan ini menjadi pengingat penting bagi Kolombia yang sedang menghadapi tantangan keamanan di wilayah perbatasan Amazon. Banyak pengamat menilai bahwa insiden semacam ini tidak hanya soal keselamatan penerbangan, melainkan juga mencerminkan urgensi besar untuk segera mereformasi sistem pertahanan negara agar lebih modern, aman, dan responsif terhadap kebutuhan operasional di medan yang sulit.
Hingga berita ini ditulis, investigasi resmi masih berlangsung dan pihak berwenang menjanjikan transparansi penuh kepada masyarakat. Tragedi Putumayo kali ini bukan sekadar catatan hitam dalam sejarah penerbangan militer, melainkan juga momentum krusial bagi Kolombia untuk melakukan perubahan mendasar demi melindungi nyawa para prajurit yang bertugas menjaga kedaulatan negara.
Pewarta : Setiawan Wibisono

