RI News. Tutuyan, Senin (13/04/2026) – Suasana pilu masih menyelimuti Desa Buyat I, Kecamatan Kotabunan, Bolaang Mongondow Timur, menyusul tewasnya seorang ibu rumah tangga bernama Z.P.D akibat dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang berujung maut. Dalam upaya memberikan dukungan langsung kepada keluarga yang berduka, Kapolres Bolaang Mongondow Timur (Boltim), AKBP Golfrie Hasiholan, S.H., M.Si., bersama jajaran pejabat utama Polres Boltim dan Kapolsek Kotabunan, AKP Tezza Aditya Arbie, mengunjungi rumah duka pada Senin siang.
Kehadiran kepala kepolisian daerah itu disambut dengan isak tangis mendalam dari keluarga korban. Kunjungan tersebut bukan sekadar protokol resmi, melainkan manifestasi kehadiran institusi Polri sebagai benteng perlindungan dan keadilan bagi masyarakat yang sedang dilanda duka mendalam.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada dini hari Senin sekitar pukul 03.00 WITA di wilayah Rata Totok, Kabupaten Minahasa Tenggara. Korban Z.P.D diduga mengalami penganiayaan berat oleh suaminya sendiri, N.M., hingga mengalami luka tusuk yang parah. Meskipun sempat dilarikan ke Rumah Sakit Rata Totok untuk mendapatkan pertolongan medis, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Tak lama setelah kejadian, pelaku N.M. secara sukarela menyerahkan diri ke Polsek Rata Totok untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasus ini kini ditangani secara lintas wilayah dengan koordinasi antara Polres Boltim dan Polres Minahasa Tenggara.
Di hadapan keluarga yang tengah berduka, AKBP Golfrie Hasiholan menyampaikan duka cita yang mendalam. Ia menegaskan komitmen penuh aparat kepolisian untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa keluarga. Polres Boltim akan terus berkoordinasi secara intensif dengan Polres Minahasa Tenggara guna memastikan proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel sehingga korban memperoleh keadilan yang setimpal,” tegas Kapolres.
Selain memberikan semangat moril, Kapolres juga menyerahkan santunan duka sebagai bentuk kepedulian konkret Polri terhadap keluarga yang ditinggalkan.
Baca juga : Kirana yang Tak Pernah Naik Podium: Pejuang Senyap yang Mengubah Air Mata Menjadi Harapan
Hingga saat ini, situasi di Desa Buyat I dan sekitarnya dilaporkan tetap kondusif. AKBP Golfrie Hasiholan mengimbau seluruh warga untuk tetap tenang, tidak terprovokasi oleh isu yang berkembang, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
“Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Hindari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menambah beban keluarga yang sedang berduka,” pungkasnya.
Kasus kekerasan dalam rumah tangga yang berujung fatal ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesadaran kolektif untuk mencegah tragedi serupa di tengah masyarakat. Polres Boltim menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga vonis pengadilan nanti.
Pewarta: Raden Karim

