RI News. Kulon Progo — Upacara penutupan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026 digelar secara khidmat di Lapangan Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (21/5/2026).
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc. memimpin jalannya acara. Sementara itu, Komandan Upacara dipegang oleh Kepala Staf Kodim 0731/Kulon Progo Mayor Cpl Sutarjo, dengan Perwira Upacara Komandan Koramil 09/Galur Kapten Inf Ngasiman. Sertu (K) Risna Oktavia Hardanik dari Korem 072/Pamungkas bertugas sebagai pembawa acara, dan doa dibacakan oleh perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo.
Pasukan upacara terdiri dari empat kompi yang melibatkan berbagai satuan TNI, Polri, PNS, perangkat desa, Satlinmas, serta pelajar dari SMA N 1 Lendah dan SMP N 1 Lendah, menampilkan kekompakan lintas institusi dan generasi.

Puncak acara ditandai dengan pembacaan laporan singkat pelaksanaan kegiatan oleh Dansatgas TMMD Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., M.Han. Selanjutnya dilakukan penanggalan pita dan penyerahan kembali peralatan kerja secara simbolis, penandatanganan Berita Acara Hasil Pelaksanaan, serta penyerahan hasil TMMD dari Dansatgas kepada Bupati Kulon Progo.
Dalam amanat Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Achiruddin, S.E., M.Han. yang dibacakan Inspektur Upacara, ditegaskan bahwa tema TMMD kali ini, “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa”, mengandung makna mendalam. Desa dipandang sebagai fondasi utama pembangunan nasional yang harus diperkuat agar mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berdaya saing di masa depan.
“Program TMMD merupakan wujud nyata sinergi dan kolaborasi terpadu antara TNI, Kementerian/Lembaga Pemerintah, Pemda, Polri, serta seluruh komponen masyarakat,” ungkap amanat Pangdam yang dibacakan Brigjen Yuniar Dwi Hantono.
Baca juga : Lampung Barat Berjaya di Gubernur Cup II: 52 Emas dari 113 Atlet Taekwondo Muda
Program ini, lanjutnya, menjadi manifestasi kepedulian bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan, daerah tertinggal, terpencil, terisolasi, perbatasan, kawasan kumuh perkotaan, maupun daerah terdampak bencana.
Selama satu bulan penuh, seluruh pihak bekerja bahu-membahu melalui gotong royong. Sasaran fisik yang berhasil diselesaikan mencakup pembukaan dan perbaikan jalan, pembuatan serta rehabilitasi jembatan, pembangunan saluran air dan irigasi, serta berbagai infrastruktur pendukung lainnya. Sementara kegiatan nonfisik berupa penyuluhan, sosialisasi, dan pembekalan materi disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
Di samping itu, sasaran tambahan sesuai program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat juga tercapai, antara lain pembangunan instalasi air bersih, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), jambanisasi/MCK, pembersihan lingkungan, perluasan lahan tanaman pangan, serta penghijauan dan reboisasi.
Pangdam menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bupati/Wali Kota beserta Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh masyarakat yang telah mendukung penuh pelaksanaan TMMD di wilayah Kodam IV/Diponegoro, termasuk di Kabupaten Kulon Progo.

“Semoga seluruh hasil yang telah dicapai bermanfaat bagi masyarakat. Saya berpesan agar apa yang telah kita bangun bersama ini dipelihara dan dirawat sehingga memiliki masa pakai yang panjang,” tegas amanat Pangdam.
Program TMMD Reguler ke-128 TA 2026 Kodam IV/Diponegoro dilaksanakan serentak di Kabupaten Purbalingga, Kulon Progo, Pati, dan Sragen. Secara paralel, seluruh Kodim di bawah Kodam IV/Diponegoro juga melaksanakan TMMD Sengkuyung Tahap II di wilayah masing-masing.
Penutupan TMMD Reguler ke-128 di Kulon Progo tidak sekadar menandai akhir sebuah program, melainkan menjadi tonggak baru semangat kolaborasi dan ketangguhan desa dalam membangun Indonesia yang lebih maju dari akar rumput.
Pewarta : Lee Anno

