RI News, Kediri – Rabu, 21 Oktober 2026. Pemerintah Kabupaten Kediri, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, memberlakukan kebijakan tiket masuk gratis ke sejumlah destinasi wisata milik pemerintah daerah bagi anak-anak berstatus penduduk Kediri. Program yang berjalan sejak bulan lalu ini diposisikan sebagai upaya memperluas akses wisata edukatif, meringankan beban pengeluaran keluarga, dan menggerakkan sektor pariwisata daerah.
Kebijakan ini membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal potensi wisata, kekayaan alam, dan lingkungan tempat mereka tumbuh. Kunjungan langsung ke destinasi diharapkan tidak berhenti pada rekreasi, tetapi juga memberi pengalaman belajar yang menunjang perkembangan mereka.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri, Mustika Adi Prayitno, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperluas ruang bagi anak-anak dalam mengakses destinasi wisata daerah. Menurutnya, fasilitas tersebut membuat aktivitas berwisata dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus sarana mempererat kebersamaan keluarga.
Antusiasme warga mulai tampak dari kunjungan ke sejumlah destinasi unggulan. Beberapa lokasi yang mendapat perhatian adalah kawasan Wisata Ubalan, Besuki, Gunung Kelud, dan Simpang Lima Gumul (SLG).

Syarat memperoleh tiket gratis tergolong sederhana. Anak-anak cukup menunjukkan Kartu Identitas Anak (KIA) dengan identitas kependudukan Kediri sesuai ketentuan program. Fasilitas ini berlaku pada objek wisata yang dikelola langsung oleh Pemerintah Kabupaten Kediri, sehingga destinasi yang dikelola pihak lain tidak termasuk di dalamnya.
Dari sudut pandang kebijakan publik, program ini tidak hanya berdimensi pelayanan, tetapi juga stimulus ekonomi. Kenaikan jumlah pengunjung berpotensi menggerakkan aktivitas usaha di sekitar kawasan wisata, mulai dari kuliner, pedagang kecil, hingga pelaku usaha yang bergantung pada arus wisatawan. Keterbukaan akses diharapkan menumbuhkan minat warga menjadikan destinasi lokal sebagai pilihan rekreasi yang terjangkau.
Pemerintah daerah juga menegaskan komitmen terhadap akuntabilitas program. Evaluasi menyeluruh dijadwalkan pada akhir tahun, dengan indikator jumlah penerima manfaat, tingkat pemanfaatan fasilitas, serta dampak terhadap masyarakat dan perkembangan sektor pariwisata. Hasilnya menjadi dasar pertimbangan keberlanjutan dan penyempurnaan kebijakan.
Data evaluasi tersebut juga diharapkan menjadi masukan bagi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kediri untuk membaca respons masyarakat terhadap kebijakan yang bertumpu pada pemanfaatan identitas kependudukan.
Ke depan, Pemkab Kediri berharap destinasi daerah semakin dikenal dan dimanfaatkan, khususnya oleh keluarga yang ingin menghadirkan pengalaman rekreasi sekaligus edukasi bagi anak. Optimalisasi program diharapkan sejalan dengan peningkatan kualitas pengelolaan destinasi, layanan pengunjung, dan pengembangan potensi ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Kebijakan ini menjadi langkah membangun kedekatan masyarakat dengan potensi daerahnya sendiri, sekaligus mendorong pariwisata Kabupaten Kediri agar berkembang dan memberi manfaat lebih luas.
Pewarta: Alex Franico
Tagline: #KabupatenKediri, #TiketGratisAnak, #WisataEdukatif, #DisbudparKediri, #KartuIdentitasAnak, #SimpangLimaGumul, #GunungKelud, #EkonomiPariwisata,
