RI News. Jakarta, 6 Agustus 2026 — Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arief Satria mengungkapkan bahwa teknologi adsorbed natural gas (ANG) yang dikembangkan lembaga tersebut berpotensi mengurangi beban subsidi liquefied petroleum gas (LPG) hingga sekitar Rp26 triliun per tahun. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto bersama 150 peneliti BRIN di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.
Menurut Arief, perhitungan awal menunjukkan bahwa penerapan teknologi ini mampu menekan subsidi LPG secara signifikan. Inovasi ANG merupakan salah satu program strategis BRIN di bidang energi yang dikembangkan melalui kerja sama sister laboratory dengan peraih Nobel Kimia 2025, Susumu Kitagawa. Teknologi tersebut memanfaatkan metal organic framework (MOF) untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan gas alam terkompresi (compressed natural gas/CNG) jauh melampaui sistem konvensional.

Indonesia memiliki cadangan gas alam yang melimpah, namun ketergantungan terhadap LPG impor masih tinggi. Arief menjelaskan bahwa dengan tekanan operasi sekitar 30 bar, ANG mampu menyimpan volume gas yang lebih besar dalam tabung berukuran setara LPG 3 kilogram. Akibatnya, masa pakai tabung dapat diperpanjang. Jika saat ini tabung 3 kilogram LPG rata-rata bertahan sekitar 10 hari, teknologi baru ini berpotensi memperpanjangnya menjadi 15 hari atau 1,5 kali lipat. Riset lanjutan sedang digiatkan untuk mencapai peningkatan kapasitas hingga dua kali lipat.
Presiden Prabowo Subianto meminta percepatan implementasi teknologi ini. Arief menekankan bahwa manfaatnya tidak hanya terletak pada penghematan devisa akibat penurunan impor LPG, tetapi juga pada penguatan ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya gas domestik. Dengan kapasitas penyimpanan yang lebih tinggi untuk ukuran tabung yang sama, sistem distribusi energi rumah tangga menjadi lebih efisien dan mandiri.
Pengembangan ANG saat ini masih berada pada tahap uji coba. Target BRIN adalah menyelesaikan fase uji coba pada 2026 sehingga teknologi tersebut dapat diperkenalkan secara lebih luas pada 2027 sebagai alternatif pengganti LPG impor. Pendekatan berbasis MOF yang diadaptasi dari riset fundamental Kitagawa membuka peluang penerapan skala nasional yang berorientasi pada efisiensi energi dan pengurangan ketergantungan impor.
Keberhasilan implementasi ANG diharapkan menjadi model sinergi antara riset fundamental dan kebijakan energi nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pemanfaatan sumber daya gas alam secara berkelanjutan.
Pewarta: Yogi Hilmawan
Tagline: #TeknologiANG, #KetahananEnergi, #BRINInovasi, #PenghematanSubsidiLPG, #MetalOrganicFramework, #EnergiNasional, #RisetStrategis,

