RI News. Jatisrono, Wonogiri – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sentra Pengolahan Pangan Gratis (SPPG) Jatisrono 2 terpaksa dihentikan sementara lagi. Penyebab utamanya adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dinilai belum memenuhi standar operasional. Keputusan ini berdampak pada ribuan siswa di beberapa sekolah penerima manfaat yang kembali kehilangan akses makanan bergizi.
Kepala SPPG Jatisrono 2, Alvin Raviga, telah menerbitkan surat edaran resmi kepada kepala sekolah penerima program. Dalam surat tersebut, Alvin menekankan bahwa penghentian sementara ini dilakukan demi menjaga keberlangsungan dan kualitas layanan MBG sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.
“Kami mohon pengertian dan kerjasama seluruh pihak selama masa penghentian sementara ini. Kami akan segera lakukan pemberitahuan resmi apabila SPPG Jatisrono 2 telah dibuka kembali,” tulis Alvin Raviga dalam surat edaran tersebut. Selain mengirimkan surat, pihak SPPG juga mendatangi langsung kepala sekolah terkait untuk menyampaikan informasi.

Kepada wartawan, Alvin menjelaskan bahwa masalah IPAL menjadi faktor krusial kali ini. “Ada puluhan SPPG di Kabupaten Wonogiri yang dilakukan penutupan sementara karena tiga faktor utama, yaitu perbaikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), keterlambatan dana dari pemerintah, dan satu kasus kejadian luar biasa (KLB) yang menjurus ke keracunan,” ungkapnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa sejak awal operasional, sistem pembuangan limbah di SPPG Jatisrono 2 masih sangat sederhana, hanya berupa tampungan yang ditutup pelat cor buka-tutup. Setiap hari tampungan tersebut harus dikuras manual. Warga sekitar pun sering mengeluhkan limbah yang meluap dan menimbulkan bau tidak sedap di lingkungan.
SPPG Jatisrono 2 yang dikelola Yayasan Abdi Negara Nusantara ini baru beroperasi selama 16 bulan, namun sudah mengalami penghentian sebanyak dua kali. Penutupan pertama terjadi pada Februari 2026 akibat keterlambatan pencairan dana pemerintah, sehingga bahan baku makanan tidak bisa disiapkan. Penutupan kedua pada Mei 2026 ini disebabkan oleh perbaikan IPAL.
Baca juga : Indonesia-Filipina Perkuat Imbal Dagang Tripartit: Strategi Cerdas Hadapi Gejolak Global
Sebelumnya, satu SPPG lain di Kecamatan Jatisrono juga sempat ditutup karena kasus KLB keracunan. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan kesinambungan program MBG yang digulirkan pemerintah untuk mendukung gizi anak sekolah.
Pihak pengelola menyatakan akan segera melakukan perbaikan agar layanan dapat kembali berjalan normal dalam waktu sesegera mungkin. Sementara itu, masyarakat dan sekolah diimbau untuk bersabar dan mendukung upaya perbaikan demi kualitas program yang lebih baik ke depannya.
Pewarta : Nandar Suyadi
Tagline : #MBG, #SPPGJatisrono, #IPALWonogiri, #MakanBergiziGratis, #PendidikanWonogiri, #ProgramPemerintah, #KesehatanAnak, #Jatisrono2,

