RI News. Melawi – Upaya penguatan kedaulatan pangan nasional kini bertransformasi menjadi gerakan kolaboratif yang melintasi batas sektoral. Di Kabupaten Melawi, langkah konkret ini dimanifestasikan melalui inisiatif Polsek Nanga Pinoh yang mengintegrasikan peran kepolisian ke dalam aktivitas produktif sektor pertanian di Desa Sungai Pinang, Rabu (22/4).
Langkah ini bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan sebuah implementasi strategi kedaulatan pangan berbasis komunitas. Fokus utama kegiatan ini adalah penanaman jagung hibrida di atas lahan monokultur seluas satu hektare milik Kelompok Tani (Poktan) Pinang Jasa Bakti. Pemilihan varietas hibrida mengindikasikan adanya upaya standardisasi produktivitas untuk memastikan hasil panen yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Integrasi Struktural dan Sosial Kehadiran berbagai elemen dalam kegiatan ini mencerminkan kuatnya ekosistem kemitraan di tingkat akar rumput. Selain personel kepolisian, partisipasi aktif perangkat Desa Sungai Pinang dan anggota kelompok tani menunjukkan adanya sinkronisasi antara kebijakan keamanan teritorial dengan ketahanan ekonomi warga.

Keterlibatan aktif figur seperti Bhabinkamtibmas dan Kanit Binmas dalam proses teknis pertanian di lapangan menggeser paradigma lama mengenai peran aparat kepolisian. Sinergi ini memosisikan Polri bukan hanya sebagai penjamin keamanan, melainkan sebagai fasilitator dan motivator yang hadir langsung dalam ruang produksi masyarakat.
Pesan Strategis dan Dampak Ekonomi Secara substansial, program ini merupakan respons terhadap instruksi pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan sebagai pilar stabilitas nasional. Kapolsek Nanga Pinoh menekankan bahwa kehadiran personel di lahan pertanian adalah bentuk komitmen institusional terhadap kedaulatan pangan di wilayah Kabupaten Melawi.
Melalui pendampingan ini, diharapkan terjadi transfer semangat dan penguatan mentalitas agraris yang lebih kompetitif di kalangan petani lokal. Secara jangka panjang, optimalisasi lahan satu hektare tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan ketersediaan pangan di tingkat daerah serta meminimalisir ketergantungan pada pasokan eksternal.
Kegiatan ini menjadi preseden penting bahwa keberlanjutan sektor pangan memerlukan pendekatan multipihak. Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah desa, dan petani di Dusun Jasa Bakti membuktikan bahwa keterlibatan aktif semua elemen negara dalam sektor agraria adalah kunci untuk mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh di masa depan.
Pewarta: Lisa Susanti

