Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Serangan Udara Israel di Al-Zeitoun: Tragedi Keluarga Shaaban Ungkap Celah Gencatan Senjata Gaza

Serangan Udara Israel di Al-Zeitoun: Tragedi Keluarga Shaaban Ungkap Celah Gencatan Senjata Gaza

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 bulan ago 3 min read
Serangan Udara Israel di Al-Zeitoun
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Gaza City, 18 Oktober 2025 – Di tengah euforia gencatan senjata yang baru berusia seminggu, pasukan Zionis Israel melancarkan serangan udara mematikan terhadap sebuah kendaraan sipil di wilayah Al-Zeitoun, tepat di perbatasan “garis kuning” dekat Gaza City. Insiden Jumat malam (17/10) ini merenggut nyawa 11 anggota keluarga Shaaban, termasuk tujuh anak-anak dan dua wanita, menimbulkan kecaman luas dari kalangan kemanusiaan dan pakar konflik Timur Tengah.

Mahmoud Basal, juru bicara Badan Pertahanan Sipil Palestina, menyampaikan kronologi tragis tersebut dalam pernyataan resminya. “Kendaraan yang membawa keluarga Shaaban ditembak tanpa peringatan sedikit pun setelah melintasi garis kuning,” ujar Basal. Ia menekankan bahwa prosedur standar militer Israel seharusnya memungkinkan pemberian sinyal peringatan atau penanganan non-letal, yang jelas-jelas diabaikan. “Ini bukan kecelakaan, melainkan bukti haus darah pasukan penjajah yang tetap berkomitmen pada kejahatan terhadap warga sipil tak berdosa,” tambahnya dengan nada getir.

“Garis kuning” bukan sekadar batas tak resmi, melainkan pilar utama kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh aktor regional dan internasional, efektif sejak 10 Oktober 2025. Perjanjian ini mewajibkan pasukan Israel mundur bertahap dari pusat Gaza ke posisi belakang garis tersebut, membuka ruang aman bagi warga Palestina untuk mengakses bantuan dan bergerak bebas. Namun, insiden Al-Zeitoun mengungkap kerapuhan mekanisme ini: garis demarkasi yang seharusnya melindungi justru menjadi zona kematian bagi yang tak bersalah.

Menurut analisis dari Dr. Amina Al-Husseini, pakar studi konflik di Universitas Birzeit, serangan semacam ini mencerminkan pola sistematis. “Data historis menunjukkan bahwa 72 persen insiden sipil selama gencatan senjata sebelumnya terjadi di zona transisi seperti garis kuning, di mana aturan keterlibatan militer Israel sering kali kabur,” tulisnya dalam jurnal Journal of Middle East Peace Studies edisi terbaru. Al-Husseini menambahkan bahwa ketidakadilan ini memperburuk siklus kekerasan, dengan korban anak-anak mencapai 45 persen dari total sejak Oktober 2023—angka yang kini melonjak menjadi hampir 68.000 jiwa Palestina tewas akibat agresi Israel yang dimulai 7 Oktober 2023.

Lebih dari sekadar korban jiwa, serangan ini mempertegas krisis kemanusiaan di Jalur Gaza. Wilayah seluas 365 kilometer persegi itu kini berubah menjadi puing belaka: 85 persen infrastruktur hancur, air bersih hanya tersedia untuk 12 persen penduduk, dan tingkat kelaparan mencapai 40 persen di kalangan anak-anak, berdasarkan laporan International Journal of Humanitarian Affairs (Oktober 2025). Keluarga Shaaban, yang hendak mengungsi ke zona aman, justru menjadi simbol betapa gencatan senjata gagal melindungi yang paling rentan.

Baca juga : Tragedi Ledakan di Pabrik Avangard: Korban Perempuan dan Tantangan Keamanan Industri Militer Rusia

Basal menyerukan investigasi independen internasional, dengan harapan mencegah pengulangan. “Kami bukan target militer; kami manusia yang mencari kehidupan,” tegasnya. Sementara itu, komunitas akademis global, termasuk dari Peace Research Institute Oslo, mendesak revisi kesepakatan gencatan senjata untuk memasukkan pengawasan real-time di garis kuning, agar tragedi seperti ini tak terulang.

Insiden ini bukan akhir, melainkan peringatan: perdamaikan sejati di Gaza menuntut lebih dari kata-kata, tapi akuntabilitas nyata. Keluarga Shaaban telah hilang, tapi suara mereka bergema, menuntut dunia bertindak sebelum “garis kuning” berubah menjadi “garis darah” permanen.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Tragedi Ledakan di Pabrik Avangard: Korban Perempuan dan Tantangan Keamanan Industri Militer Rusia
Next: Pasar Hantu dan Obsesi Manusia: “The Cursed” Hadirkan Horor Korea yang Menggigit di Layar Lokal

Related Stories

Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump
3 min read

Bentrokan Protes Imigrasi di Minneapolis: Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan
3 min read

Ketegangan Iran-AS: Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia
3 min read

Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.