RI News. Wonogiri – Gelaran perdana 5K Soekarno RUN di Desa Kepatihan, Selogiri, Wonogiri, pada Minggu (21/6/2026) berlangsung sangat meriah dan penuh antusiasme. Sebanyak 2.200 peserta dari berbagai daerah memadati rute lari sepanjang 5 kilometer yang menyusuri jalan antardesa di lereng Gunung Gajah Mungkur. Peserta terdiri dari pelajar, mahasiswa, anggota komunitas lari, hingga masyarakat umum yang ingin menikmati olahraga sekaligus keindahan alam setempat.
Event Director 5K Soekarno RUN, Bambang (Kingkong) Sardiyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar lomba lari. Menurutnya, event ini menjadi simbol kedekatan masyarakat dengan perwakilan mereka di pemerintahan. “Meski baru pertama kali diselenggarakan di Desa Kepatihan, antusiasme luar biasa. Hanya dalam tiga hari pendaftaran dibuka, peserta sudah melebihi target kapasitas,” ujarnya.
Selain aspek olahraga, gelaran ini turut memberdayakan ekonomi kerakyatan. Berbagai UMKM lokal di Desa Kepatihan dan sekitarnya dilibatkan menyajikan makanan dan minuman tradisional (jadul) yang gratis bagi peserta. Suasana desa yang sejuk dengan panorama eksotis lereng Gunung Gajah Mungkur semakin menambah daya tarik acara.

Mbak Azalia Putri Utami, tokoh muda asal Desa Kepatihan, menekankan pentingnya event ini bagi generasi muda. “Ini momentum penting untuk kesinambungan antara masyarakat dan wakilnya di pemerintahan, sekaligus bagi sivitas akademika serta kawula muda yang menyukai olahraga dan gaya hidup sehat,” katanya. Ia menambahkan bahwa acara ini mencerminkan semangat guyub rukun, gotong royong, dan keharmonisan yang telah terjalin selama ini.
Acara dibuka secara resmi oleh Mbak Pinka Hapsari, tokoh muda nasional PDIP, dengan pengibaran bendera di garis start. Bupati Wonogiri Setyo Sukarno beserta jajaran turut hadir dan ikut serta berlari bersama peserta. Slogan utama event, “Berlari di Atas Kaki Sendiri”, menjadi motivasi kuat bagi anak muda untuk membangun kemandirian.
Agus Suyitno, Kepala Desa Kepatihan, menyambut positif gelaran tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin gemar berlari. “Kami berharap event seperti ini dapat mewadahi semua elemen, baik pegiat olahraga serius maupun yang sekadar menyalurkan hobi. Semoga menjadi agenda rutin yang semakin mempererat hubungan masyarakat dan pemerintah,” harap Agus.
Baca juga: Polres Wonogiri Tebar 1 Ton Benih Ikan di Waduk Gajah Mungkur Jelang Hari Bhayangkara ke-80
Para panitia yang merupakan tokoh-tokoh muda juga menjadi inisiator terbentuknya Running Club setempat. Komunitas ini diharapkan dapat terus rutin menggelar kegiatan lari, sehingga 5K Soekarno RUN bukan menjadi akhir, melainkan awal dari gerakan sehat dan pemberdayaan desa yang berkelanjutan.
Dengan suksesnya event perdana ini, Desa Kepatihan Selogiri semakin dikenal sebagai destinasi olahraga sekaligus wisata kuliner dan alam yang menawan di Wonogiri.
Pewarta: Nandar Suyadi
Tag Line: #5KSoekarnoRUN, #WonogiriSehat, #BerlariDiAtasKakiSendiri, #DesaKepatihan, #GunungGajahMungkur, #OlahragaMasyarakat, #UMKMWonogiri, #SemangatKemandirian, #GotongRoyong, #LariSehat,

