RI News. Klaten – Ribuan umat Buddha dari berbagai penjuru Tanah Air memadati Kompleks Candi Sojiwan Prambanan, Klaten, untuk memperingati Hari Raya Tri Suci Waisak 2026. Suasana khidmat dan penuh kedamaian menyelimuti lokasi candi kuno tersebut sejak pagi hingga siang hari.
Perayaan yang diselenggarakan oleh keluarga Mahayana ini dimulai dengan ritual tiga langkah Namaskara atau sujud yang dilakukan para Bhiksu dan umat Buddha. Ritual tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum Sangha Mahayana Indonesia, YM. Bhiksu Kusalasasana Mahasthavira.
Bhiksu Sakya Sugara Sthavira, Sekretaris Jenderal Sangha Mahayana Indonesia, menjelaskan makna mendalam di balik ritual sujud tersebut.
“Sujud artinya kita mengenang bahwa ada manusia besar yang disebut Sidarta Gautama pernah lahir untuk mengajarkan kebaikan dan kebenaran di dunia. Dan bersujud kepala kita ditundukkan ke bawah mengingat jadi manusia tidak boleh tinggi dan sombong,” ujar Bhiksu Sakya Sugara Sthavira, Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, peringatan Waisak tahun ini semakin menekankan nilai cinta kasih dan perdamaian universal. Umat Buddha juga menyampaikan harapan agar pemimpin bangsa dapat bertindak lebih bijaksana, mengutamakan kepentingan rakyat, serta memperkuat persatuan untuk mewujudkan Indonesia yang jaya.
Umat Buddha yang hadir berasal dari berbagai daerah, antara lain Jawa Barat, Bali, sebagian Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jakarta. Total diperkirakan mencapai dua ribu orang. Kehadiran mereka menciptakan kebersamaan lintas provinsi yang memperkuat semangat persaudaraan dalam keberagaman.
Salah seorang peserta dari Nganjuk, Jawa Timur, mengungkapkan kegembiraannya dapat ikut serta dalam perayaan ini. Ia berharap doa bersama yang dilakukan dapat membawa kedamaian bagi seluruh Nusantara.
“Mudah-mudahan dengan kita doa bersama nanti bisa membawa suasana bumi Nusantara itu bisa kembali ke jati dirinya membawa kedamaian untuk nusa dan bangsa Indonesia,” katanya.
Baca juga : Lonjakan Karhutla di Sumatera Selatan: Awal Tahun 2026 Catat 182 Hektare Lahan Terbakar
Rangkaian acara juga diisi dengan kirab Waisak yang menempuh jarak sekitar dua kilometer, dari Candi Pelaosan menuju Candi Sojiwan, serta berbagai kegiatan bakti sosial sebagai wujud nyata ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.
Perayaan Waisak di Candi Sojiwan tahun ini tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga pengingat akan pentingnya nilai-nilai kebaikan, kerendahan hati, dan persatuan di tengah dinamika kehidupan berbangsa.
Tag Line : #Waisak2026, #CandiSojiwan, #UmatBuddhaIndonesia, #TriSuciWaisak, #PerdamaianNusantara, #SanghaMahayana, #RitualNamaskara,

