RI News Portal. Jakarta, 6 Januari 2026 – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan bahwa peresmian Taman Bendera Pusaka dijadwalkan berlangsung pada Februari mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja di Jakarta Timur pada Selasa kemarin, meskipun tanggal pasti peresmian belum diumumkan secara detail.
Proyek ini merupakan integrasi tiga kawasan taman existing di Jakarta Selatan—Taman Leuser, Taman Ayodya, dan Taman Langsat—menjadi satu ruang terbuka hijau (RTH) terpadu dengan luas mencapai sekitar 5,5 hingga 6 hektare. Peletakan batu pertama dilakukan pada 8 Agustus 2025, menandai komitmen pemerintah provinsi untuk memperluas akses publik terhadap fasilitas rekreasi dan olahraga di tengah kepadatan ibu kota.
Salah satu fitur utama yang ditekankan Pramono adalah lintasan lari sepanjang 1,2 kilometer, yang diharapkan menjadi alternatif bagi warga untuk beraktivitas fisik di luar kompleks Gelora Bung Karno. “Fasilitas ini akan memberikan pilihan baru bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan, sekaligus mendistribusikan beban penggunaan ruang olahraga yang selama ini terkonsentrasi di satu lokasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Andri Yansyah, menjelaskan bahwa taman ini akan dilengkapi berbagai sarana olahraga multifungsi, termasuk lapangan basket, voli, bulu tangkis, serta padel—sebuah olahraga raket yang semakin populer di kalangan urban. Desain ini tidak hanya bertujuan mempromosikan gaya hidup aktif, tetapi juga menciptakan ruang inklusif yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai kelompok usia dan latar belakang sosial.
Di sisi lain, proyek ini memiliki dimensi ekologis yang signifikan. Pembangunan Taman Bendera Pusaka dirancang dengan pendekatan infrastruktur hijau, termasuk integrasi sistem drainase canggih untuk meningkatkan kapasitas resapan air tanah dan mengurangi risiko genangan di wilayah sekitar. Langkah ini sejalan dengan upaya berkelanjutan Pemprov DKI dalam mitigasi banjir, khususnya di Jakarta Selatan yang sering mengalami dampak curah hujan tinggi. Dengan memadukan elemen vegetasi dan teknik pengelolaan air, taman ini diharapkan berkontribusi pada peningkatan sirkulasi udara serta keseimbangan ekosistem urban.
Baca juga : Menteri Kehutanan Dorong Integrasi Data Nasional untuk Optimalisasi Pertukaran Satwa di Lembaga Konservasi
Nama “Bendera Pusaka” sendiri mencerminkan nilai simbolis nasionalisme, mengingatkan pada warisan sejarah kemerdekaan Indonesia. Integrasi ketiga taman ini tidak sekadar ekspansi fisik, melainkan upaya menciptakan ruang publik yang harmonis, di mana warga dari beragam komunitas dapat berinteraksi dalam lingkungan yang aman dan estetis.
Dengan progres pembangunan yang telah mencapai tahap akhir, Taman Bendera Pusaka diproyeksikan menjadi model pengembangan RTH di Jakarta ke depan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintahan saat ini dalam menyeimbangkan pertumbuhan kota dengan kebutuhan akan ruang hijau berkualitas, yang esensial bagi kesehatan masyarakat dan resiliensi lingkungan di tengah tantangan urbanisasi. Peresmian mendatang diharapkan menjadi momentum bagi peningkatan kualitas hidup warga Jakarta secara keseluruhan.
Pewarta : Yogi Hilmawan

