Skip to content
23/07/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Ratusan Petani Sawit Mandiri di Melawi Protes Penyegelan Lahan Berdasarkan Perpres Nomor 5 Tahun 2025

Ratusan Petani Sawit Mandiri di Melawi Protes Penyegelan Lahan Berdasarkan Perpres Nomor 5 Tahun 2025

Jurnalis RI News Portal Posted on 11 bulan ago 2 minutes read
Ratusan Petani Sawit Mandiri di Melawi Protes Penyegelan Lahan Berdasarkan Perpres Nomor 5 Tahun 2025
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Melawi, 19 Agustus 2025 – Ratusan petani sawit mandiri di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Melawi pada Selasa (19/8). Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap kebijakan penyegelan lahan yang dilakukan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2025 tentang pengelolaan kawasan hutan. Para petani menilai kebijakan ini mengancam mata pencaharian mereka yang bergantung pada perkebunan sawit.

Dengan membawa spanduk bertuliskan “Petani Sawit Butuh Solusi, Bukan Penyegelan”, “Lahan Kami, Hidup Kami”, dan “Keadilan untuk Petani Mandiri”, massa aksi menyuarakan keresahan atas tindakan penyegelan lahan yang mereka kelola secara swadaya. Menurut mereka, lahan yang telah dikelola selama puluhan tahun kini dikategorikan sebagai kawasan hutan, sehingga dinilai tidak sah secara hukum. Kebijakan ini dikhawatirkan dapat memiskinkan ribuan keluarga petani yang menggantungkan hidup dari hasil panen sawit.

Salah satu perwakilan petani, Suryadi (43), dalam orasinya menegaskan bahwa mereka bukan perambah hutan, melainkan petani yang membuka lahan secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan keluarga. “Kami tidak mencuri, kami bekerja keras membuka lahan ini. Pemerintah harusnya mendukung kami dengan solusi nyata, bukan menyegel lahan yang sudah jadi sumber hidup kami,” ujarnya dengan nada tegas di hadapan massa.

Aksi demonstrasi ini juga menyoroti kurangnya sosialisasi dan dialog terkait implementasi Perpres Nomor 5 Tahun 2025. Para petani menilai kebijakan tersebut diterapkan tanpa mempertimbangkan realitas sosial-ekonomi di lapangan. Mereka mendesak pemerintah, baik daerah maupun pusat, untuk mengevaluasi kembali peraturan tersebut dan memberikan kepastian hukum atas lahan yang telah mereka kelola. Selain itu, mereka meminta skema redistribusi lahan atau legalisasi kepemilikan sebagai solusi jangka panjang.

Baca juga : Refleksi HUT RI ke-80 di Sintang: Meneguhkan Persatuan untuk Kemajuan Daerah

Demonstrasi berlangsung secara damai dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian setempat. Hingga pukul 15.00 WIB, perwakilan petani masih menunggu kesempatan untuk beraudiensi dengan Bupati Melawi guna menyampaikan aspirasi mereka secara langsung. Pihak Pemerintah Kabupaten Melawi belum memberikan pernyataan resmi terkait aksi ini, namun sejumlah sumber menyebutkan bahwa bupati berencana menemui perwakilan demonstran untuk membahas solusi atas permasalahan ini.

Kondisi ini mencerminkan tantangan besar dalam harmonisasi kebijakan lingkungan dan kepentingan ekonomi masyarakat lokal. Perpres Nomor 5 Tahun 2025, yang bertujuan melindungi kawasan hutan, tampaknya perlu disertai dengan pendekatan yang lebih inklusif untuk mengakomodasi hak-hak petani mandiri. Tanpa solusi yang adil, konflik serupa berpotensi terus berulang di berbagai daerah yang mengandalkan perkebunan sebagai tulang punggung ekonomi.

Pewarta : Lisa Susanti

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Refleksi HUT RI ke-80 di Sintang: Meneguhkan Persatuan untuk Kemajuan Daerah
Next: BPJS Ketenagakerjaan Ungaran Dorong Perlindungan Pekerja melalui Program Kamar Lindung

Related Stories

Tim Gabungan Gagalkan Perdagangan Gelap

Tim Gabungan Gagalkan Perdagangan Gelap: 224 Ekor Burung Langka Selamat dari Penyelundupan di Sumatera Barat

Jurnalis RI News Portal Posted on 35 menit ago 0
RSA UGM Hadirkan Mobil Listrik Ramah Lingkungan Pertama untuk Green Hospital

eKarsa Meluncur: RSA UGM Hadirkan Mobil Listrik Ramah Lingkungan Pertama untuk Green Hospital

Jurnalis RI News Portal Posted on 47 menit ago 0
Jatisrono Siaga Hadapi Musim Hujan

Jatisrono Siaga Hadapi Musim Hujan: Apel Kesiapsiagaan Bencana Perkuat Sinergi Masyarakat dan Relawan

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 jam ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Tim Gabungan Gagalkan Perdagangan Gelap: 224 Ekor Burung Langka Selamat dari Penyelundupan di Sumatera Barat
  • eKarsa Meluncur: RSA UGM Hadirkan Mobil Listrik Ramah Lingkungan Pertama untuk Green Hospital
  • Jatisrono Siaga Hadapi Musim Hujan: Apel Kesiapsiagaan Bencana Perkuat Sinergi Masyarakat dan Relawan
  • Perlindungan Hukum Nyata: FERADI WPI dan Subur Jaya Lawfirm Pasang Stiker Pendampingan di Rumah Warga Semarang
  • Ancaman Api Menggerogoti Manggarai Barat: Kebakaran Meningkat Tajam, Damkar Berjuang Sendirian
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.