RI News. Rongkop, Gunungkidul – Di tengah keterbatasan akses jalan satu jalur yang menghubungkan Dusun Ngrombo, Padukuhan Semugih, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tradisi bersih dusun atau rasulan tetap menjadi agenda sakral tahunan yang tak pernah terlewat. Pada Jumat (10/04/2026), masyarakat setempat kembali melaksanakan ritual ini sebagai bentuk syukur mendalam atas limpahan rezeki, baik dari hasil pertanian maupun usaha konveksi yang telah menjadi andalan ekonomi warga.
Dusun Ngrombo, yang dikenal luas sebagai Kampung Konveksi di wilayah Rongkop, memiliki karakteristik unik. Sebagian besar kaum muda di sini menggeluti usaha pembuatan seragam perkantoran hingga almamater berbagai universitas di Yogyakarta. Meski akses masuk-keluar kampung hanya melalui satu jalur jalan, semangat gotong royong dan kebersamaan justru semakin menguat saat rasulan digelar.
Ritual bersih dusun tahun ini dikemas dengan penuh kegembiraan melalui hiburan jathilan yang menjadi daya tarik utama. Pertunjukan seni tradisional ini berhasil melumpuhkan aktivitas sehari-hari, tidak hanya bagi warga lokal tetapi juga menarik kedatangan pengunjung dari luar daerah. Suasana sepi hiburan di pelosok Gunungkidul ini pun berubah menjadi lautan kegembiraan, di mana tarian kuda lumping yang energik menyatukan generasi muda dan tua dalam satu irama kebahagiaan.

Kepala Dusun Ngrombo, Saroyo, saat ditemui menjelaskan bahwa pelaksanaan rasulan di Padukuhan Ngrombo selalu dilakukan sekali setahun, antara bulan Sawal hingga bulan Besar, dan dipastikan jatuh pada hari Jumat Pahing sesuai permintaan leluhur.
“Bersih dusun atau rasulan di Padukuhan Ngrombo diadakan setiap tahun sekali. Dengan adanya rasulan, tali persaudaraan dan solidaritas sesama warga semakin erat. Yang tadinya merantau bisa pulang kampung untuk silaturahmi dan bersama-sama memeriahkan acara ini,” ujar Saroyo.
Ia menambahkan harapannya agar melalui sedekah rasulan, masyarakat Ngrombo senantiasa diberi kesehatan, rezeki yang lancar dan berkah, serta tercipta suasana yang adem, ayem, toto titi tentrem.
“Hiburan jathilan merupakan hiburan yang paling digemari masyarakat setempat,” tutupnya.
Baca juga : Proksi Gelap di Balik Restitusi Pajak: KPK Sorot Peran Konsultan dalam Dugaan Korupsi di Banjarmasin
Tradisi rasulan di Ngrombo bukan sekadar ritual bersih lingkungan dan doa bersama, melainkan juga momentum refleksi atas perpaduan antara kehidupan agraris dan industri rumahan konveksi. Di tengah tantangan geografis dusun yang relatif terpencil, acara ini menjadi pengingat kuat bahwa kebersamaan dan rasa syukur mampu menjadi fondasi ketahanan budaya dan ekonomi masyarakat.
Semoga harapan Dukuh Saroyo dan seluruh warga Dusun Ngrombo dikabulkan, sehingga tradisi luhur ini terus lestari sebagai warisan yang memperkaya khazanah budaya Gunungkidul.
Pewarta: Lee Anno

