Skip to content
19/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Pyongyang Kembali Serukan Penolakan Terhadap Sanksi Sepihak Barat dalam Konteks Multipolarisme Global

Pyongyang Kembali Serukan Penolakan Terhadap Sanksi Sepihak Barat dalam Konteks Multipolarisme Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 bulan ago 3 min read
Pyongyang Kembali Serukan Penolakan Terhadap Sanksi Sepihak Barat dalam Konteks Multipolarisme Global
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Pyongyang, 21 Desember 2025 – Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) pada Sabtu lalu mengeluarkan pernyataan resmi yang menyerukan penolakan tegas terhadap apa yang disebut sebagai “tindakan koersif sepihak” yang diterapkan oleh kekuatan Barat. Pernyataan ini menekankan pentingnya membangun tatanan dunia yang lebih setara dan multipolar, di mana prinsip-prinsip kedaulatan negara dan non-intervensi dihormati sepenuhnya.

Dalam dokumen yang dirilis di Pyongyang, kementerian tersebut menyatakan bahwa negara-negara yang berkomitmen pada perdamaian dan keamanan internasional harus secara konsisten menentang praktik tekanan sepihak tersebut. “Jika dunia ingin mewujudkan sistem internasional yang adil dan multipolar, maka suara bersama untuk menghapuskan tindakan-tindakan tersebut harus semakin kuat,” demikian bunyi pernyataan itu, yang juga menyoroti pelanggaran terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan norma hukum internasional.

Pernyataan ini muncul pasca-peringatan pertama Hari Internasional Menentang Tindakan Koersif Sepihak pada 4 Desember lalu, yang baru saja ditetapkan oleh Majelis Umum PBB melalui resolusi pada Juni 2025. Hari peringatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global mengenai dampak negatif sanksi ekonomi dan politik sepihak, terutama terhadap negara-negara berkembang, termasuk hambatan terhadap hak asasi manusia, pembangunan sosial-ekonomi, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

DPRK, yang bersama dengan beberapa negara lain seperti Rusia, China, dan Iran sering menjadi sasaran sanksi di luar mandat Dewan Keamanan PBB, menegaskan bahwa praktik tersebut tidak hanya melanggar prinsip kesetaraan kedaulatan dan penentuan nasib sendiri, tetapi juga bertentangan dengan semangat perdamaian serta pembangunan umat manusia. “Tindakan koersif sepihak ini menghambat martabat manusia dan hak-hak dasar, serta memperburuk ketimpangan global,” tambah pernyataan tersebut, sambil mendesak penghapusan tanpa syarat atas mekanisme semacam itu.

Dari perspektif akademis hubungan internasional, seruan Pyongyang ini mencerminkan dinamika yang lebih luas dalam evolusi tatanan dunia pasca-unipolar. Resolusi PBB yang menetapkan hari peringatan tersebut—yang diadopsi dengan 116 suara mendukung, 51 menentang, dan 6 abstain—menunjukkan polarisasi yang signifikan di antara anggota PBB. Negara-negara berkembang dan kelompok seperti Group of Friends in Defense of the UN Charter melihatnya sebagai langkah simbolis untuk menyeimbangkan dominasi kekuatan Barat dalam penggunaan sanksi sebagai instrumen kebijakan luar negeri.

Para analis geopolitik mencatat bahwa isu sanksi sepihak semakin menjadi titik gesek utama dalam perdebatan multilateralisme versus unilateralisme. Sementara pihak Barat sering membela sanksi sebagai alat legitim untuk menangani proliferasi nuklir atau pelanggaran hak asasi manusia, kritik dari blok non-Barat menekankan aspek ekstrateritorial dan dampak humaniternya yang luas. Dalam konteks ini, posisi DPRK tidak berdiri sendiri, melainkan selaras dengan narasi yang berkembang di kalangan negara-negara Selatan Global tentang perlunya reformasi sistem internasional yang lebih inklusif.

Baca juga : Mahasiswa sebagai Paralegal: Strategi Inovatif Cegah Kekerasan di Kampus Indonesia

Meskipun demikian, efektivitas seruan semacam ini tetap bergantung pada koalisi diplomatik yang lebih luas. Pertemuan informal Majelis Umum PBB pada 4 Desember lalu, yang memperingati hari tersebut, telah menjadi forum bagi suara-suara kritis untuk menyuarakan keprihatinan serupa, meski dihadapkan pada penolakan dari sebagian anggota tetap Dewan Keamanan.

Pernyataan terbaru dari Pyongyang ini kemungkinan akan terus memanaskan diskursus global mengenai legitimasi sanksi, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung. Para pengamat menantikan apakah momentum dari hari peringatan internasional baru ini dapat mendorong dialog yang lebih konstruktif, atau justru memperdalam pembagian dalam komunitas internasional.

Pewarta : Anjar Bramantyo

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Mahasiswa sebagai Paralegal: Strategi Inovatif Cegah Kekerasan di Kampus Indonesia
Next: Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Sumatra Utara dan Sulawesi Utara: Harmoni Sosial Jelang Natal 2025

Related Stories

Mengembalikan Warisan Budaya yang Dirampas
2 min read

Langkah Bersejarah Prancis: Mengembalikan Warisan Budaya yang Dirampas, Menuju Rekonsiliasi dengan Masa Lalu Kolonial

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
Tragedi Penembakan Massal di Kyiv
2 min read

Tragedi Penembakan Massal di Kyiv: Pelaku Ditembak Mati Setelah Sandera Warga di Supermarket

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
Seruan Kuat Memutus Lingkaran Eksploitasi demi Keadilan bagi Afrika
3 min read

Paus Leo XIV di Angola: Seruan Kuat Memutus Lingkaran Eksploitasi demi Keadilan bagi Afrika

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional: Pemkot Bengkulu Raih Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan
  • Dari Monas, Pesan Damai Pramono Anung: Kedamaian Lahir dari Hati Setiap Warga, Bukan Hanya Forum Internasional
  • Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek
  • Langkah Bersejarah Prancis: Mengembalikan Warisan Budaya yang Dirampas, Menuju Rekonsiliasi dengan Masa Lalu Kolonial
  • Cinema: Lee Cronin Hadirkan Versi Horor Gelap ‘The Mummy’, Keluarga Berduka vs Kejahatan Kuno yang Menjijikkan
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.