Skip to content
19/08/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Pyongyang Kembali Serukan Penolakan Terhadap Sanksi Sepihak Barat dalam Konteks Multipolarisme Global

Pyongyang Kembali Serukan Penolakan Terhadap Sanksi Sepihak Barat dalam Konteks Multipolarisme Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 8 bulan ago 3 minutes read
Pyongyang Kembali Serukan Penolakan Terhadap Sanksi Sepihak Barat dalam Konteks Multipolarisme Global
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Pyongyang, 21 Desember 2025 – Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) pada Sabtu lalu mengeluarkan pernyataan resmi yang menyerukan penolakan tegas terhadap apa yang disebut sebagai “tindakan koersif sepihak” yang diterapkan oleh kekuatan Barat. Pernyataan ini menekankan pentingnya membangun tatanan dunia yang lebih setara dan multipolar, di mana prinsip-prinsip kedaulatan negara dan non-intervensi dihormati sepenuhnya.

Dalam dokumen yang dirilis di Pyongyang, kementerian tersebut menyatakan bahwa negara-negara yang berkomitmen pada perdamaian dan keamanan internasional harus secara konsisten menentang praktik tekanan sepihak tersebut. “Jika dunia ingin mewujudkan sistem internasional yang adil dan multipolar, maka suara bersama untuk menghapuskan tindakan-tindakan tersebut harus semakin kuat,” demikian bunyi pernyataan itu, yang juga menyoroti pelanggaran terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan norma hukum internasional.

Pernyataan ini muncul pasca-peringatan pertama Hari Internasional Menentang Tindakan Koersif Sepihak pada 4 Desember lalu, yang baru saja ditetapkan oleh Majelis Umum PBB melalui resolusi pada Juni 2025. Hari peringatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global mengenai dampak negatif sanksi ekonomi dan politik sepihak, terutama terhadap negara-negara berkembang, termasuk hambatan terhadap hak asasi manusia, pembangunan sosial-ekonomi, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

DPRK, yang bersama dengan beberapa negara lain seperti Rusia, China, dan Iran sering menjadi sasaran sanksi di luar mandat Dewan Keamanan PBB, menegaskan bahwa praktik tersebut tidak hanya melanggar prinsip kesetaraan kedaulatan dan penentuan nasib sendiri, tetapi juga bertentangan dengan semangat perdamaian serta pembangunan umat manusia. “Tindakan koersif sepihak ini menghambat martabat manusia dan hak-hak dasar, serta memperburuk ketimpangan global,” tambah pernyataan tersebut, sambil mendesak penghapusan tanpa syarat atas mekanisme semacam itu.

Dari perspektif akademis hubungan internasional, seruan Pyongyang ini mencerminkan dinamika yang lebih luas dalam evolusi tatanan dunia pasca-unipolar. Resolusi PBB yang menetapkan hari peringatan tersebut—yang diadopsi dengan 116 suara mendukung, 51 menentang, dan 6 abstain—menunjukkan polarisasi yang signifikan di antara anggota PBB. Negara-negara berkembang dan kelompok seperti Group of Friends in Defense of the UN Charter melihatnya sebagai langkah simbolis untuk menyeimbangkan dominasi kekuatan Barat dalam penggunaan sanksi sebagai instrumen kebijakan luar negeri.

Para analis geopolitik mencatat bahwa isu sanksi sepihak semakin menjadi titik gesek utama dalam perdebatan multilateralisme versus unilateralisme. Sementara pihak Barat sering membela sanksi sebagai alat legitim untuk menangani proliferasi nuklir atau pelanggaran hak asasi manusia, kritik dari blok non-Barat menekankan aspek ekstrateritorial dan dampak humaniternya yang luas. Dalam konteks ini, posisi DPRK tidak berdiri sendiri, melainkan selaras dengan narasi yang berkembang di kalangan negara-negara Selatan Global tentang perlunya reformasi sistem internasional yang lebih inklusif.

Baca juga : Mahasiswa sebagai Paralegal: Strategi Inovatif Cegah Kekerasan di Kampus Indonesia

Meskipun demikian, efektivitas seruan semacam ini tetap bergantung pada koalisi diplomatik yang lebih luas. Pertemuan informal Majelis Umum PBB pada 4 Desember lalu, yang memperingati hari tersebut, telah menjadi forum bagi suara-suara kritis untuk menyuarakan keprihatinan serupa, meski dihadapkan pada penolakan dari sebagian anggota tetap Dewan Keamanan.

Pernyataan terbaru dari Pyongyang ini kemungkinan akan terus memanaskan diskursus global mengenai legitimasi sanksi, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung. Para pengamat menantikan apakah momentum dari hari peringatan internasional baru ini dapat mendorong dialog yang lebih konstruktif, atau justru memperdalam pembagian dalam komunitas internasional.

Pewarta : Anjar Bramantyo

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Mahasiswa sebagai Paralegal: Strategi Inovatif Cegah Kekerasan di Kampus Indonesia
Next: Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Sumatra Utara dan Sulawesi Utara: Harmoni Sosial Jelang Natal 2025

Related Stories

Dua Pemberontak di Mali Menerbitkan Komentar Langsung terhadap Misi Perjanjian Damai PBB

Dua Pemberontak di Mali Menerbitkan Komentar Langsung terhadap Misi Perjanjian Damai PBB

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 hari ago 0
AS Tangani Persoalan Kesehatan Mental dan Pasokan di USS Abraham Lincoln

AS Tangani Persoalan Kesehatan Mental dan Pasokan di USS Abraham Lincoln: Kapal Induk Baru Bergerak ke Timur Tengah

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 hari ago 0
Gelombang Panas Ekstrem Jepang

Gelombang Panas Ekstrem Jepang: Suhu 40 Derajat Celsius Mengancam 41 Prefektur

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 minggu ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
iklan
iklan
iklan
Iklan
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Dugaan PETI di Jantung TNKS: Lubang Jarum Bukit Batarak, Nagari Limau Purut Jadi Sarang Aktivitas Tanpa Izin yang Mengancam Kelestarian Alam
  • Kapolres Kediri: Jangan Diam Saat Desa, Bangun Pemahaman Dini dari Siskamling hingga Tunggu Pilkades
  • Di Batas Waktu Budaya: Pawai Karnaval Jatisrono Mengabadikan Warisan Lokal
  • Banyuanyar Terpilih, tapi Haji Tak Jadi: Penipuan Rp102 Juta Ungkap Polisi, Tersangka Ditahan
  • Tim SAR Gabungan Perpanjang Operasi KMP Putri Yasmin hingga Rabu: Harapan Keluarga Korban Masih Tegang di Perairan Selat Lombok
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by