Skip to content
05/03/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Pyongyang Kembali Serukan Penolakan Terhadap Sanksi Sepihak Barat dalam Konteks Multipolarisme Global

Pyongyang Kembali Serukan Penolakan Terhadap Sanksi Sepihak Barat dalam Konteks Multipolarisme Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 min read
Pyongyang Kembali Serukan Penolakan Terhadap Sanksi Sepihak Barat dalam Konteks Multipolarisme Global
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Pyongyang, 21 Desember 2025 – Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) pada Sabtu lalu mengeluarkan pernyataan resmi yang menyerukan penolakan tegas terhadap apa yang disebut sebagai “tindakan koersif sepihak” yang diterapkan oleh kekuatan Barat. Pernyataan ini menekankan pentingnya membangun tatanan dunia yang lebih setara dan multipolar, di mana prinsip-prinsip kedaulatan negara dan non-intervensi dihormati sepenuhnya.

Dalam dokumen yang dirilis di Pyongyang, kementerian tersebut menyatakan bahwa negara-negara yang berkomitmen pada perdamaian dan keamanan internasional harus secara konsisten menentang praktik tekanan sepihak tersebut. “Jika dunia ingin mewujudkan sistem internasional yang adil dan multipolar, maka suara bersama untuk menghapuskan tindakan-tindakan tersebut harus semakin kuat,” demikian bunyi pernyataan itu, yang juga menyoroti pelanggaran terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan norma hukum internasional.

Pernyataan ini muncul pasca-peringatan pertama Hari Internasional Menentang Tindakan Koersif Sepihak pada 4 Desember lalu, yang baru saja ditetapkan oleh Majelis Umum PBB melalui resolusi pada Juni 2025. Hari peringatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global mengenai dampak negatif sanksi ekonomi dan politik sepihak, terutama terhadap negara-negara berkembang, termasuk hambatan terhadap hak asasi manusia, pembangunan sosial-ekonomi, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

DPRK, yang bersama dengan beberapa negara lain seperti Rusia, China, dan Iran sering menjadi sasaran sanksi di luar mandat Dewan Keamanan PBB, menegaskan bahwa praktik tersebut tidak hanya melanggar prinsip kesetaraan kedaulatan dan penentuan nasib sendiri, tetapi juga bertentangan dengan semangat perdamaian serta pembangunan umat manusia. “Tindakan koersif sepihak ini menghambat martabat manusia dan hak-hak dasar, serta memperburuk ketimpangan global,” tambah pernyataan tersebut, sambil mendesak penghapusan tanpa syarat atas mekanisme semacam itu.

Dari perspektif akademis hubungan internasional, seruan Pyongyang ini mencerminkan dinamika yang lebih luas dalam evolusi tatanan dunia pasca-unipolar. Resolusi PBB yang menetapkan hari peringatan tersebut—yang diadopsi dengan 116 suara mendukung, 51 menentang, dan 6 abstain—menunjukkan polarisasi yang signifikan di antara anggota PBB. Negara-negara berkembang dan kelompok seperti Group of Friends in Defense of the UN Charter melihatnya sebagai langkah simbolis untuk menyeimbangkan dominasi kekuatan Barat dalam penggunaan sanksi sebagai instrumen kebijakan luar negeri.

Para analis geopolitik mencatat bahwa isu sanksi sepihak semakin menjadi titik gesek utama dalam perdebatan multilateralisme versus unilateralisme. Sementara pihak Barat sering membela sanksi sebagai alat legitim untuk menangani proliferasi nuklir atau pelanggaran hak asasi manusia, kritik dari blok non-Barat menekankan aspek ekstrateritorial dan dampak humaniternya yang luas. Dalam konteks ini, posisi DPRK tidak berdiri sendiri, melainkan selaras dengan narasi yang berkembang di kalangan negara-negara Selatan Global tentang perlunya reformasi sistem internasional yang lebih inklusif.

Baca juga : Mahasiswa sebagai Paralegal: Strategi Inovatif Cegah Kekerasan di Kampus Indonesia

Meskipun demikian, efektivitas seruan semacam ini tetap bergantung pada koalisi diplomatik yang lebih luas. Pertemuan informal Majelis Umum PBB pada 4 Desember lalu, yang memperingati hari tersebut, telah menjadi forum bagi suara-suara kritis untuk menyuarakan keprihatinan serupa, meski dihadapkan pada penolakan dari sebagian anggota tetap Dewan Keamanan.

Pernyataan terbaru dari Pyongyang ini kemungkinan akan terus memanaskan diskursus global mengenai legitimasi sanksi, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung. Para pengamat menantikan apakah momentum dari hari peringatan internasional baru ini dapat mendorong dialog yang lebih konstruktif, atau justru memperdalam pembagian dalam komunitas internasional.

Pewarta : Anjar Bramantyo

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Mahasiswa sebagai Paralegal: Strategi Inovatif Cegah Kekerasan di Kampus Indonesia
Next: Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Sumatra Utara dan Sulawesi Utara: Harmoni Sosial Jelang Natal 2025

Related Stories

Lebanon di Ambang Jurang
3 min read

Lebanon di Ambang Jurang: Kembalinya Hizbullah ke Medan Perang Membuka Babak Baru Ketidakpastian Regional

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Serangan Gabungan AS-Israel ke Aparat Keamanan Iran
3 min read

Serangan Gabungan AS-Israel ke Aparat Keamanan Iran: Membongkar Pilar Penindasan dan Memantik Api Pemberontakan?

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
China di Persimpangan Antara Loyalitas Strategis dan Kepentingan Ekonomi Global
3 min read

Pembunuhan Khamenei: China di Persimpangan Antara Loyalitas Strategis dan Kepentingan Ekonomi Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Wewenang: Oknum Wali Nagari Diduga Jual Tanah Ulayat Air Haji Tanpa Persetujuan Masyarakat Adat
  2. Hermanto mengenai Pemerintah Nigeria Meluncurkan Operasi Militer Baru di Tengah Lonjakan Kekerasan: Serangan Mematikan di Kwara dan Pembebasan Puluhan Warga Kristen
  3. Sugeng Rudianto mengenai GAPSIDO Gelar Kopdar, Ajak Pemuda Jaga Kamtibmas Jelang Ramadhan
  4. Mayang Sari mengenai Aksi Keberanian Pelajar SMK Berujung Tragedi: Terseret Arus Banjir Saat Menolong Pengendara Motor
  5. Tukino gaul gaul mengenai Tim Marching Band SMPN 1 Padangsidimpuan Siap Pertahankan Gelar Juara Umum di Piala Sultan Deli

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Polres Melawi Gencar Sosialisasikan Peluang Karier Polri 2026 kepada Generasi Muda di Pedalaman Kalbar
  • Kapolres Melawi Turun Langsung ke Ladang: Panen Jagung Hibrida Sukses Meski Cuaca Menantang
  • Silaturahmi Ramadhan: Paguyuban Paseduluran Saklawase Trenggalek Gelar Temu Kangen dan Bukber Hangat di Cafe Ruby
  • Polres Wonogiri Gerebek Transaksi Malam: Pengedar Sabu dan Ratusan Pil Tramadol-Trihexyphenidyl Diamankan
  • Dua Gelombang Mudik Lebaran 1447 H: Tantangan Distribusi Pergerakan dan Urgensi Perencanaan Matang di Jawa Tengah
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.