RI News. Melawi – Upaya penguatan ketahanan pangan nasional kembali memperoleh dukungan konkret dari institusi kepolisian di daerah. Di tengah agenda besar pembangunan nasional yang tertuang dalam program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto melalui visi Asta Cita, Kepolisian Resor Melawi, Polda Kalimantan Barat, mengambil peran aktif dalam mendorong swasembada jagung sebagai komoditas strategis pangan.
Kegiatan penanaman jagung secara serentak yang dilaksanakan pada Rabu (22/4/2026) menjadi representasi nyata dari sinergi antara aparat keamanan dan agenda pembangunan ekonomi berbasis pertanian. Penanaman dilakukan di lahan yang berada di belakang Dinas Sosial Kabupaten Melawi, tepatnya di Desa Kelakik, Kecamatan Nanga Pinoh, yang dikelola oleh Satuan Intelkam Polres Melawi.
Kapolres Melawi, Harris Batara Simbolon, menjelaskan bahwa total luasan lahan yang ditanami dalam kegiatan tersebut mencapai 17 hektare. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan jajaran Polres, tetapi juga Polsek di wilayah hukum Melawi sebagai bagian dari gerakan kolektif institusional.

Secara teknis, pola tanam yang diterapkan terdiri atas dua pendekatan, yakni monokultur seluas 5,5 hektare dan sistem tumpang sari seluas 11,5 hektare. Diversifikasi metode ini menunjukkan adanya pendekatan adaptif terhadap kondisi lahan sekaligus upaya optimalisasi hasil produksi pertanian dalam jangka menengah.
Dalam perspektif akademis, keterlibatan aparat kepolisian dalam program ketahanan pangan mencerminkan transformasi fungsi institusi negara yang tidak semata berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini sejalan dengan paradigma keamanan manusia (human security) yang menempatkan ketahanan pangan sebagai bagian integral dari keamanan nasional.
Lebih lanjut, kegiatan ini diarahkan untuk mendukung kesiapan panen kuartal II serta memperluas basis produksi jagung di wilayah Melawi. Langkah tersebut juga menjadi indikator adanya integrasi kebijakan lintas sektor antara aparat keamanan dan program pembangunan berbasis agraria.
Polres Melawi menegaskan bahwa proses penanaman bukanlah tahap akhir, melainkan awal dari siklus produksi yang akan dilanjutkan dengan perawatan intensif hingga masa panen. Pendekatan berkelanjutan ini menjadi krusial dalam memastikan keberhasilan program swasembada jagung yang dicanangkan pemerintah.
Dengan demikian, inisiatif yang dilakukan Polres Melawi tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan simbolik, tetapi juga sebagai model implementasi kebijakan publik berbasis kolaborasi institusional. Dalam jangka panjang, langkah ini berpotensi memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung stabilitas nasional melalui kemandirian produksi komoditas strategis.
Pwewarta : Lisa Susanti

