RI News Portal. Semarang – Menyambut bulan suci Ramadhan serta Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang diprediksi membawa lonjakan mobilitas tinggi, Polda Jawa Tengah secara resmi menggelar Operasi Keselamatan Candi 2026. Kegiatan ini ditandai dengan Apel Gelar Pasukan yang digelar di halaman Markas Polda Jateng, Senin pagi (2/2/2026), dan diikuti ribuan personel gabungan dari berbagai instansi terkait.
Operasi yang berlangsung selama dua pekan, tepatnya dari 2 hingga 15 Februari 2026, ini mengusung tema “Polda Jateng Hadir untuk Masyarakat Patuh Demi Mewujudkan Kamseltibcarlantas”. Total 3.592 personel dikerahkan, terdiri atas 279 personel Satgas Polda serta 3.313 personel dari jajaran Polres dan Polsek di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Pratama Adhyasastra, selaku pimpinan apel, membacakan amanat Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo. Dalam amanat tersebut, Kapolda menyoroti perlunya adaptasi Polri terhadap dinamika lalu lintas modern, termasuk pengaruh teknologi transportasi digital yang semakin masif.

“Polantas harus siap menghadapi tantangan zaman dengan tetap mengedepankan pendekatan yang presisi. Apel gelar pasukan ini bukan sekadar seremonial, melainkan untuk mengecek kesiapan personel, sarana, dan prasarana guna memastikan sinergi antar unsur terkait berjalan maksimal demi keberhasilan operasi,” tegas Kombes Pol Pratama saat menyampaikan amanat tersebut.
Strategi operasi kali ini mengutamakan langkah preemtif dan preventif, didukung penegakan hukum represif bagi pelanggaran berisiko tinggi. Penindakan akan memanfaatkan teknologi ETLE baik statis maupun mobile, serta pemberian blangko teguran sebagai upaya edukatif. Sasaran utama mencakup pelanggaran kasat mata yang sering memicu kecelakaan, seperti penggunaan knalpot brong, aksi balap liar, pengendara di bawah umur, melawan arus, serta penggunaan ponsel saat mengemudi.
Meski demikian, penekanan kuat diberikan pada sikap petugas di lapangan. Kapolda melalui Dirlantas menginstruksikan seluruh personel untuk menjalankan tugas dengan penuh etika dan humanis.
“Saya ingatkan kepada seluruh anggota, berikan pelayanan terbaik. Kehadiran kita adalah untuk melayani masyarakat dengan cara-cara yang sopan dan menghormati. Hindari ucapan atau tindakan yang menyakiti hati masyarakat, serta jauhi tindakan kontraproduktif yang dapat mencoreng citra Polri,” imbuhnya.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menambahkan bahwa operasi ini bukan hanya soal penindakan, melainkan momentum membangun budaya tertib berlalu lintas secara berkelanjutan di Jawa Tengah. Melalui pendekatan edukasi intensif, diharapkan kesadaran masyarakat tumbuh dari pemahaman akan pentingnya keselamatan, bukan semata karena rasa takut terhadap sanksi.
“Melalui Operasi Keselamatan Candi 2026 ini, kami mengajak seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk bersama-sama menciptakan situasi kamseltibcarlantas yang aman dan nyaman. Sinergi antara petugas dan kepatuhan masyarakat adalah kunci utama keberhasilan operasi ini,” tutup Kombes Pol Artanto.
Dengan kesiapan personel dan teknologi yang ditingkatkan, operasi ini diharapkan dapat menciptakan kondisi lalu lintas yang kondusif sepanjang periode menjelang mudik Lebaran, sehingga masyarakat dapat menjalani ibadah dan silaturahmi dengan lebih tenang dan aman.
Pewarta: Nandang Bramantyo

