Skip to content
19/07/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Pidato Prabowo di Davos 2026: Akademisi Apresiasi Visi Diplomasi yang Berimbang dan Pembangunan Inklusif

Pidato Prabowo di Davos 2026: Akademisi Apresiasi Visi Diplomasi yang Berimbang dan Pembangunan Inklusif

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 bulan ago 4 minutes read
Akademisi Apresiasi Visi Diplomasi yang Berimbang dan Pembangunan Inklusif
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Davos, Swiss – Pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di forum World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 menuai apresiasi luas dari kalangan akademisi tanah air. Dalam penilaian mereka, orasi tersebut tidak sekadar menyampaikan pesan diplomatik kepada komunitas global, melainkan juga menyuguhkan blueprint pembangunan nasional yang strategis, sekaligus membuka pintu kemitraan internasional yang lebih setara dan berkelanjutan.

Dr. Teguh Santosa, akademisi hubungan internasional dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang juga menjabat sebagai Direktur Geopolitik Great Institute, menyebut pidato tersebut sebagai semacam “proposal terbuka” bagi kolaborasi global. Ia menyoroti cara Presiden Prabowo secara jujur mengakui tantangan-tantangan mendasar yang diwarisi dari era sebelumnya, sambil menekankan capaian nyata pemerintahannya dalam menangani isu-isu tersebut.

“Pemaparan ini memperjelas perbedaan mendasar antara model ekonomi keserakahan yang merusak berbagai sektor, dengan pendekatan yang lebih bertanggung jawab yang sejauh ini berhasil meminimalkan kerusakan tersebut,” ujar Teguh dalam pernyataannya dari Jakarta, Sabtu lalu.

Menurutnya, pidato di Davos ini sepatutnya menjadi panduan kebijakan lintas sektor bagi seluruh aparat pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah. “Ini adalah deklarasi pembangunan yang menjanjikan kemitraan adil secara global. Semua pengambil keputusan perlu bergerak dalam semangat dan arah yang selaras,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Betty Tresnawaty, Guru Besar Ilmu Komunikasi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, memuji strategi komunikasi Presiden Prabowo yang dinilai persuasif, terstruktur, dan efektif untuk audiens internasional. Ia menekankan perpaduan antara data faktual—seperti program penyediaan 59,8 juta porsi makanan bergizi dan digitalisasi 288.000 sekolah—dengan narasi emosional tentang kesejahteraan rakyat.

“Retorika yang mengkritik ekonomi keserakahan namun dikemas dalam bahasa diplomatik menunjukkan kemampuan code-switching yang cerdas. Dari sudut nation branding, penegasan bahwa perdamaian menjadi prasyarat kemakmuran memperkuat posisi Indonesia sebagai aktor kredibel di panggung dunia,” jelas Prof. Betty.

Baca juga : Banjir Bandang Kembali Menerjang Guci: Pancuran 13 Lenyap, Ikon Wisata Hancur, Kerentanan Lereng Slamet Semakin Nyata

Dari perspektif pendidikan, ia mendukung gagasan Sekolah Rakyat dan sekolah berasrama bagi anak keluarga miskin sebagai langkah untuk memutus rantai kemiskinan, sesuai dengan teori pendidikan kritis. Namun, ia mengingatkan perlunya pengawasan ketat dari kalangan akademisi dan masyarakat sipil agar implementasi tidak melenceng. “Digitalisasi tanpa peningkatan kualitas guru justru bisa kontraproduktif. Klaim keberhasilan harus diverifikasi secara independen, dan sistem pendidikan harus berbasis kompetensi, bukan ketergantungan pada individu,” tegasnya.

Prof. Dian Masyita, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesian International Islamic University (UIII), menekankan penegasan Presiden Prabowo bahwa perdamaian, stabilitas, serta dialog antarnegara merupakan fondasi utama pembangunan di tengah fragmentasi geopolitik dan ketidakpastian ekonomi dunia.

“Indonesia diposisikan sebagai mitra yang menghargai multilateralisme, toleransi, dan kontribusi aktif bagi stabilitas global,” katanya. Ia menilai konsep “Prabowonomics” mencerminkan strategi kedaulatan ekonomi, ketahanan nasional, dan pertumbuhan berkeadilan, yang terwujud melalui penguatan industri strategis, program sosial seperti makan bergizi gratis, serta pembentukan sovereign wealth fund untuk investasi jangka panjang.

Presiden Prabowo Subianto (kiri) menyapa juru kamera dan juru foto di pelataran Istana Élysée, Paris, Prancis, Jumat (23/1/2026) saat berjalan bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) untuk acara jamuan makan malam.

Meski demikian, Prof. Dian menekankan pentingnya eksekusi yang konsisten, terukur, dan berintegritas. “Jika visi ini direalisasikan, Indonesia tak hanya dihormati karena gagasannya, tapi juga menjadi teladan negara berkembang yang mampu mengubah ide global menjadi manfaat konkret bagi rakyat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Dr. (Cand.) Donie Kadewandana dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila melihat pidato tersebut sebagai jembatan antara idealisme dan realitas kebijakan publik. Ia menilai ada paradigma pembangunan besar yang dibangun di atas stabilitas politik, ekonomi, dan hukum, dengan penekanan pada investasi sumber daya manusia melalui gizi, kesehatan, dan pendidikan sebagai kunci daya saing jangka panjang.

“Tantangan utamanya adalah konsistensi pelaksanaan. Namun secara substansi, pidato ini membawa harapan bahwa pembangunan dipahami sebagai proses berkelanjutan, bukan sekadar proyek sementara,” tuturnya.

Secara keseluruhan, para akademisi sepakat bahwa pidato Presiden Prabowo di WEF Davos 2026 menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia siap berperan sebagai aktor global yang menawarkan stabilitas, kemitraan adil, serta visi pembangunan inklusif berorientasi jangka panjang.

Pewarta : Albertus Parikesit

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Banjir Bandang Kembali Menerjang Guci: Pancuran 13 Lenyap, Ikon Wisata Hancur, Kerentanan Lereng Slamet Semakin Nyata
Next: Akhir Penantian: 1.397 PPPK Paruh Waktu Subulussalam Segera Dilantik Pekan Depan

Related Stories

Prabowo Tekankan Kehadiran Nyata di Tengah Masyarakat

TNI-Polri Anak Kandung Rakyat: Prabowo Tekankan Kehadiran Nyata di Tengah Masyarakat

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Prabowo Bidik Percepatan Revolusi Tebu

Prabowo Bidik Percepatan Revolusi Tebu: Dua Tahun Selesai Peremajaan Lahan yang Terbengkalai 12 Tahun

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Presiden Prabowo Resmikan Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela

Tonggak Sejarah Energi Indonesia: Presiden Prabowo Resmikan Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Menuju Generasi Digital yang Bijak: Kalteng Terapkan Pengaturan Ketat Gawai di Lingkungan Sekolah
  • Polisi Sragen Jadi Ujung Tombak Eliminasi TBC: 208 Bhabinkamtibmas Diterjunkan ke Desa Buru Penularan
  • Tragedi di Puncak Pohon: Lansia Purbalingga Meninggal Saat Memetik Kelapa di Ketinggian 15 Meter
  • JMSI Sergai-Tebing Tinggi Resmi Dilantik: Komitmen Baru Majukan Media Siber yang Profesional dan Bertanggung Jawab
  • Demer Soroti Batas Kewenangan Regulator di Tengah Polemik Penyediaan Batu Bara
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.