Skip to content
15/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Pertahanan Laut China Selatan Makin Kokoh: AS Siapkan Penempatan Rudal Mutakhir Tambahan di Filipina

Pertahanan Laut China Selatan Makin Kokoh: AS Siapkan Penempatan Rudal Mutakhir Tambahan di Filipina

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 min read
Pertahanan Laut China Selatan Makin Kokoh
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Manila – Amerika Serikat dan Filipina sepakat memperkuat postur pertahanan bersama di kawasan Indo-Pasifik melalui peningkatan penempatan sistem rudal canggih dan platform tanpa awak milik AS di wilayah Filipina. Keputusan ini diumumkan dalam pernyataan bersama usai Bilateral Strategic Dialogue ke-12 yang digelar di Manila pada pertengahan Februari 2026.

Kedua negara, yang terikat Perjanjian Pertahanan Bersama sejak 1951, menegaskan komitmen untuk menjaga kebebasan navigasi, penerbangan, serta perdagangan yang sah di laut. Mereka secara tegas mengkritik aktivitas yang dianggap ilegal, memaksa, agresif, dan menipu di Laut China Selatan, yang dinilai mengganggu stabilitas kawasan serta perekonomian Indo-Pasifik secara luas.

Rencana tersebut mencakup perluasan latihan militer gabungan, dukungan Washington dalam modernisasi angkatan bersenjata Filipina, serta peningkatan kehadiran sistem rudal mutakhir AS. Penempatan ini diharapkan memperkuat kemampuan pencegahan (deterrence) terhadap potensi ancaman di perairan yang dipersengketakan.

Sistem rudal Typhon milik Angkatan Darat AS, yang telah ditempatkan di Luzon sejak April 2024, serta Navy Marine Expeditionary Ship Interdiction System (NMESIS) yang tiba tahun sebelumnya, masih dipertahankan di Filipina. Kedua sistem tersebut telah diperkenalkan kepada prajurit Filipina selama latihan bersama guna membangun pemahaman tentang kemampuan operasionalnya.

Duta Besar Filipina untuk Washington, Jose Manuel Romualdez, yang turut serta dalam perundingan, menyatakan bahwa pejabat pertahanan kedua negara sedang membahas kemungkinan penempatan varian rudal yang telah ditingkatkan sepanjang 2026. Manila berharap pengalaman tersebut dapat menjadi langkah awal menuju akuisisi sistem serupa untuk kebutuhan pertahanan nasional sendiri.

“Penempatan ini bersifat defensif dan bertujuan murni untuk pencegahan,” ujar Romualdez. Ia menambahkan bahwa setiap tindakan agresif di kawasan justru memperkuat tekad Filipina untuk memiliki kapabilitas yang lebih tangguh.

Baca juga : Diplomasi di Tengah Ancaman: Iran Tutup Sementara Selat Hormuz untuk Latihan Militer Saat Perundingan Nuklir dengan AS Berlangsung di Jenewa

Secara teknis, peluncur Typhon berbasis darat mampu meluncurkan rudal Standard Missile-6 dan Tomahawk Land Attack Missile. Rudal Tomahawk sendiri memiliki jangkauan lebih dari 1.600 kilometer, sehingga mencakup wilayah strategis dari posisi di Luzon utara. Sementara itu, NMESIS yang ditempatkan di Pulau Batan, Provinsi Batanes—tepat menghadap Selat Bashi di selatan Taiwan—memperkuat pengendalian jalur maritim krusial yang menjadi perebutan pengaruh antara kekuatan besar.

Meski Beijing berulang kali menyatakan keprihatinan dan meminta penarikan sistem tersebut—dengan alasan mengganggu stabilitas kawasan—pemerintah Filipina di bawah Presiden Ferdinand Marcos Jr. menolak tuntutan itu. Manila menegaskan bahwa langkah-langkah ini merupakan bagian sah dari hak bela diri dan kerja sama dengan sekutu.

Konfrontasi antara kapal penjaga pantai China dan Filipina di perairan sengketa terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, sementara Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Taiwan juga memiliki klaim tumpang tindih di kawasan yang sama.

Para analis menilai peningkatan kehadiran rudal AS di Filipina sebagai sinyal kuat bahwa aliansi Manila-Washington semakin berorientasi pada penguatan postur pencegahan di “rantai pulau pertama” Pasifik Barat. Langkah ini diyakini akan memengaruhi dinamika keseimbangan kekuatan di kawasan, khususnya terkait keamanan jalur perdagangan global dan stabilitas di sekitar Taiwan.

Dengan lebih dari 500 aktivitas militer gabungan yang direncanakan sepanjang 2026, termasuk latihan skala besar dan pertukaran keahlian, kedua negara tampak berupaya membangun ketahanan bersama menghadapi tantangan keamanan maritim yang semakin kompleks.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Diplomasi di Tengah Ancaman: Iran Tutup Sementara Selat Hormuz untuk Latihan Militer Saat Perundingan Nuklir dengan AS Berlangsung di Jenewa
Next: Presiden Prabowo Subianto Disambut Hangat Diaspora dan Mahasiswa Indonesia di Washington DC

Related Stories

IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Zona Euro
3 min read

Bayang-Bayang Perang Timur Tengah: IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Zona Euro Jadi 1,1% pada 2026

Jurnalis RI News Portal Posted on 56 menit ago 0
Strategi Berani Integrasi Tenaga Kerja di Tengah Krisis Demografi Eropa
3 min read

Amnesti Migran Spanyol 2026: Strategi Berani Integrasi Tenaga Kerja di Tengah Krisis Demografi Eropa

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 jam ago 0
Pembicaraan Langsung Israel-Lebanon di Tengah Bayang-Bayang Hizbullah dan Perang Regional
3 min read

Harapan Tipis di Washington: Pembicaraan Langsung Israel-Lebanon di Tengah Bayang-Bayang Hizbullah dan Perang Regional

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 jam ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Bayang-Bayang Perang Timur Tengah: IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Zona Euro Jadi 1,1% pada 2026
  • Amnesti Migran Spanyol 2026: Strategi Berani Integrasi Tenaga Kerja di Tengah Krisis Demografi Eropa
  • Misteri Poster Pink di London: The Rolling Stones Kembali dengan Strategi Vinyl yang Cerdas
  • Krisis Senyap di Kutub Selatan: Penguin Kaisar dan Anjing Laut Antarktika Kini Terancam Punah
  • Harapan Tipis di Washington: Pembicaraan Langsung Israel-Lebanon di Tengah Bayang-Bayang Hizbullah dan Perang Regional
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.