RI News Portal. Makassar, 17 Desember 2025 – Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan menunjukkan komitmen nyata dalam mengatasi disparitas akses layanan kesehatan di daerah kepulauan dengan mengalokasikan dana signifikan sebesar Rp44,9 miliar untuk Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Langkah ini merupakan bentuk apresiasi terhadap inovasi lokal yang berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program pemeriksaan kesehatan preventif, meskipun dihadapkan pada tantangan geografis yang kompleks.
Kabupaten Pangkep, dengan luas wilayah laut yang mencapai lebih dari 11.000 kilometer persegi—jauh melampaui daratannya—menghadapi hambatan struktural dalam penyediaan layanan kesehatan. Penduduk yang tersebar di pulau-pulau kecil sering kali kesulitan mengakses fasilitas medis dasar, sehingga pendekatan konvensional berbasis fasilitas tetap tidak cukup efektif. Inovasi seperti penggunaan transportasi laut berbasis komunitas telah menjadi kunci keberhasilan dalam menjangkau warga secara langsung, menghasilkan tingkat partisipasi tinggi dalam program skrining kesehatan nasional.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, dalam kunjungannya ke salah satu pusat layanan kesehatan primer di wilayah tersebut pada 16 Desember 2025, menyatakan bahwa sebagian besar dana—yaitu Rp31,9 miliar—akan difokuskan pada peningkatan kapasitas rumah sakit kabupaten. Pengadaan peralatan diagnostik canggih, termasuk CT Scan, ultrasonografi (USG), dan mammografi, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan deteksi dini penyakit serius seperti kanker dan gangguan kardiovaskular. “Penguatan ini tidak hanya melengkapi fasilitas existing, tetapi juga memastikan layanan rujukan yang lebih andal bagi pasien dari pulau-pulau terpencil,” ujarnya.

Selain itu, Rp12 miliar dialokasikan untuk memperkuat 23 pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang menjadi tulang punggung layanan primer di kabupaten ini. Prioritas diberikan pada penyediaan USG portabel, yang esensial untuk pelayanan mobile ke wilayah kepulauan. Dante menekankan bahwa kekurangan alat ini selama ini menghambat pemeriksaan keliling, dan penambahan tersebut akan mendukung pendekatan jemput bola yang telah terbukti efektif.
Dana tambahan berupa insentif sebesar Rp11 miliar melengkapi alokasi utama, membawa total bantuan mencapai Rp44,9 miliar. Pendekatan ini mencerminkan strategi berlapis: tidak hanya infrastruktur fisik, tetapi juga dukungan operasional untuk memastikan keberlanjutan program.
Baca juga : Indonesia Raih Skor 6,42: Rezim Anti Pencucian Uang Dinilai Efektif, Kerja Lintas Sektor Jadi Kunci Utama
Dari perspektif daerah, Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau menyoroti dampak langsung program pemeriksaan kesehatan gratis terhadap masyarakat. “Banyak warga yang sebelumnya tidak menyadari kondisi kesehatan mereka, seperti peningkatan kadar gula darah, kini dapat melakukan intervensi dini,” katanya. Hasil skrining tidak hanya memberikan diagnosis individu, tetapi juga data agregat yang berharga untuk perencanaan kesehatan masyarakat, sekaligus menjadi alat edukasi keluarga mengenai risiko penyakit kronis di masa depan.
Keberhasilan Pangkep dalam mengintegrasikan inovasi transportasi laut dengan program nasional preventif menawarkan model replikasi bagi daerah kepulauan lain di Indonesia. Di tengah upaya transformasi kesehatan yang menekankan pencegahan daripada kuratif, alokasi dana ini memperkuat argumen bahwa investasi targeted pada wilayah marjinal dapat menghasilkan outcome kesehatan yang lebih equitable dan berkelanjutan.
Pewarta : Marco Kawulusan

