RI News. Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus memperkuat sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna mempercepat hilirisasi hasil riset dan pemanfaatan teknologi tepat guna. Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat serta mendukung pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang lebih kuat di Jatim. Menurutnya, penguatan pemanfaatan produk inovasi dari riset, pengembangan, serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi krusial untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional dan peningkatan daya saing bangsa.
“Kita harus memastikan bahwa hasil riset tidak hanya berhenti di laboratorium, melainkan dapat diakses, dimanfaatkan, dan dikembangkan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Khofifah dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Senin.

Khofifah optimistis Jawa Timur memiliki peluang besar untuk mempercepat hilirisasi inovasi melalui kolaborasi dengan BRIN, yang memiliki ribuan kekayaan intelektual di berbagai bidang strategis seperti pangan, kesehatan, energi, lingkungan, teknologi maritim, hingga pengolahan limbah. Ia menilai BRIN sebagai mitra penting yang menyimpan beragam produk inovasi siap diterapkan, mulai dari isu kedaulatan pangan hingga penguatan industri strategis.
Salah satu peluang konkret yang disoroti adalah kolaborasi riset alat kesehatan antara BRIN dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya. Khofifah mencontohkan produk unggulan berupa Implan Tulang, sebuah material berkualitas tinggi untuk rekonstruksi tulang pasca-cedera. Inovasi ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut di fasilitas kesehatan daerah.
Di sektor pangan, Khofifah juga menyoroti inovasi Food Saver milik BRIN. Teknologi penyimpanan ini mampu menjaga kualitas beras, telur, dan berbagai komoditas pangan lebih lama, sehingga mendukung efisiensi rantai pasok pangan dan mengurangi potensi kerugian pascapanen di Jawa Timur.
Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria menyambut positif dukungan Pemprov Jatim terhadap penguatan ekosistem riset dan inovasi di tingkat daerah. “Terima kasih kepada Ibu Gubernur atas dukungannya untuk saling berkolaborasi dengan BRIN, khususnya dalam memperkuat riset dan mendorong hilirisasi inovasi,” katanya.
Arif menjamin bahwa BRIN akan terus membuka ruang kerja sama seluas-luasnya dengan pemerintah daerah. “Ke depan, masukan strategis terkait teknologi dan inovasi akan terus kami kembangkan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, sehingga hasilnya bisa benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan produk inovasi semata, melainkan juga menciptakan model penerapan teknologi yang adaptif dengan kebutuhan lokal Jawa Timur. Dengan memadukan sumber daya riset nasional dan kebutuhan pembangunan daerah, diharapkan lahir solusi-solusi konkret yang mendukung ketahanan pangan, peningkatan layanan kesehatan, serta pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Pewarta : Wisnu Harmoko


