Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • OTT Dugaan Korupsi Dana Desa di Sumsel: Peringatan Keras terhadap Tata Kelola Pemerintahan Desa

OTT Dugaan Korupsi Dana Desa di Sumsel: Peringatan Keras terhadap Tata Kelola Pemerintahan Desa

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 bulan ago 3 min read
OTT Dugaan Korupsi Dana Desa di Sumsel
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Palembang, 25 Juli 2025 — Tim Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Kecamatan Pagar Gunung, Kabupaten Lahat, pada Kamis (24/7/2025). Operasi yang dilaksanakan atas dasar pengawasan ketat terhadap pengelolaan keuangan negara tersebut berhasil mengamankan 22 orang, terdiri atas 20 kepala desa aktif, satu aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kecamatan, serta satu Ketua Forum Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI).

Menurut keterangan resmi Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari, OTT dilakukan menyusul adanya indikasi kuat terjadinya praktik pengumpulan dana secara sistematis dari para kepala desa yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD). Dana tersebut diduga dialihkan kepada oknum yang mengatasnamakan aparat penegak hukum (APH), tanpa landasan hukum yang sah dan di luar mekanisme akuntabilitas anggaran pemerintahan desa.

“OTT ini dilakukan atas perintah dan seizin Kepala Kejati Sumsel, menyusul adanya indikasi dana desa yang diselewengkan untuk kepentingan non-pemerintahan dan tidak sesuai prosedur,” tegas Vanny dalam keterangannya kepada media.

ADD merupakan bagian integral dari Dana Desa (DD) yang dialokasikan dalam APBN dan disalurkan kepada desa melalui APBD kabupaten/kota. Pengelolaan ADD diatur dalam berbagai regulasi, antara lain UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Permendagri No. 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa. ADD wajib digunakan untuk mendanai penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan pembinaan kemasyarakatan.

Namun dalam praktiknya, kasus OTT di Pagar Gunung mencerminkan kerentanan tata kelola keuangan desa terhadap berbagai bentuk intervensi non-prosedural dan tekanan struktural, termasuk dari pihak-pihak yang mengklaim sebagai representasi institusi hukum.

“Jika benar dana yang dikumpulkan berasal dari ADD, maka ini merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas publik,” ujar Dr. Rahayu Utami, pakar hukum tata negara Universitas Sriwijaya.

Baca juga : Optimisme Sumatera Utara dalam Revalidasi Geopark Kaldera Toba: Sinergi Pemerintah dan Masyarakat untuk Warisan Dunia

Informasi awal dari Kejati Sumsel menyebut bahwa praktik ini telah dibungkus dalam narasi “kewajiban” kepala desa, yang dalam logika administratif merupakan bentuk penyimpangan terhadap mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Musrenbangdes merupakan forum partisipatif yang menentukan prioritas penggunaan anggaran desa berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, bukan atas dasar permintaan pihak eksternal yang tidak memiliki dasar hukum.

Vanny menegaskan bahwa tindakan OTT ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi seluruh kepala desa di Sumatera Selatan untuk tidak menyerah pada tekanan yang melanggar hukum. Kejaksaan, lanjutnya, membuka ruang pendampingan hukum melalui program Jaga Desa, sebagai upaya pencegahan dan edukasi tata kelola yang bersih dan profesional.

“Kami imbau kepala desa agar tidak takut menolak permintaan yang tidak sesuai aturan. Jangan ragu meminta pendampingan hukum kepada Kejaksaan,” seru Vanny.

Hingga berita ini diturunkan, seluruh pihak yang diamankan dalam OTT telah dibawa ke Kantor Kejati Sumsel di Palembang dan tengah menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik masih mendalami pola aliran dana, latar belakang permintaan, dan kemungkinan keterlibatan aktor lain di luar struktur desa.

Satgas Ops Damai Cartenz menangkap seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) bernama Roberth Wenda, alias Kriminal Hesegem, di Kampung Senarekoa Maplima, Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (23/7). Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan pelaku ditangkap atas aksi penembakan terhadap anggota Satuan Lalu Lintas Polres Jayawijaya, Bripka Marsidon Debataraja.

Pengamat kebijakan publik dari Lembaga Kajian Antikorupsi Palembang (LKA-P), Muhammad Azhar, menilai bahwa kasus ini memperlihatkan celah dalam sistem pengawasan keuangan desa, khususnya pada tingkat pelaporan, audit internal, dan penguatan kapasitas SDM aparatur desa.

“OTT ini menunjukkan bahwa korupsi pada level akar rumput tidak hanya disebabkan niat jahat individu, tetapi juga tekanan struktural, lemahnya literasi hukum, dan ketiadaan perlindungan saat menghadapi permintaan tak sah,” ungkap Azhar.

Kasus OTT di Sumatera Selatan ini menambah deretan panjang penyalahgunaan dana desa di Indonesia, dan menjadi momentum reflektif bagi pemerintah daerah, lembaga pengawas, serta masyarakat sipil untuk memperkuat sistem transparansi dan partisipasi dalam pengelolaan anggaran desa.

Jika tidak segera ditanggulangi secara sistemik—baik melalui penegakan hukum yang tegas, penguatan pengawasan berbasis komunitas, hingga literasi keuangan aparatur desa—potensi korupsi ADD akan terus menggerogoti kepercayaan publik terhadap program pembangunan berbasis desa yang selama ini menjadi tumpuan pemerataan nasional.

Pewarta : Alfika Darwis

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Optimisme Sumatera Utara dalam Revalidasi Geopark Kaldera Toba: Sinergi Pemerintah dan Masyarakat untuk Warisan Dunia
Next: Tren Positif Pengurangan Kemiskinan di Lampung: Antara Capaian Ekonomi dan Tantangan Struktural

Related Stories

Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren
3 min read

Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman

Jurnalis RI News Portal Posted on 14 jam ago 0
Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
2 min read

Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 jam ago 0
'raj 2026
2 min read

Lonjakan Penumpang Kereta Api di Sumatera Utara pada Penutupan Libur Isra Mi’raj 2026

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.