RI News. Bandung – Di tengah prediksi pergerakan 30 juta warga Jawa Barat yang akan meninggalkan provinsi ini pada Lebaran 2026, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan bahwa program mudik gratis menjadi salah satu instrumen strategis untuk menekan risiko kecelakaan sekaligus mengurai kemacetan massal. Pernyataan itu disampaikannya usai melepas keberangkatan 19 bus Defend ID yang membawa 950 pemudik dari depan Gedung Sate, Bandung, Selasa pagi.
Menurut Erwan, Jawa Barat kembali menjadi penyumbang pemudik terbesar nasional dengan sekitar 21 persen dari total pergerakan mudik di Indonesia. Sementara itu, 25 juta orang diprediksi akan masuk ke wilayah ini selama periode Lebaran. “Program mudik gratis seperti yang dilakukan Defend ID hari ini dapat menjadi tuas solusi nyata,” ujarnya.
Erwan menyoroti catatan historis program serupa yang selalu berjalan aman dan lancar. “Tradisi mudik memang kerap diiringi insiden di jalan. Namun dari pengalaman sebelumnya, peserta mudik gratis selalu sampai di kampung halaman dengan selamat,” katanya. Dari total 34 bus yang disiapkan Defend ID, 19 unit sudah diberangkatkan hari ini menuju berbagai kota tujuan seperti Surabaya, Yogyakarta, Solo, Palembang, Semarang, dan Lampung.

Di sisi lain, Erwan memberikan pesan tegas kepada para pemudik yang akan kembali ke Jawa Barat setelah Lebaran. Ia mengingatkan agar tidak membawa sanak saudara tanpa kepastian ekonomi. “Kalau tidak ada pekerjaan, sebaiknya jangan dibawa ke sini karena bisa menjadi beban,” tegasnya. Pernyataan ini mencerminkan pendekatan holistik pemerintah provinsi yang tidak hanya fokus pada kelancaran arus mudik, tetapi juga keberlanjutan ekonomi wilayah.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Teknologi & Manajemen Risiko PT Len Industri Amalia Maya Fitri menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk kontribusi langsung industri pertahanan nasional. “Sebagai bagian dari Defend ID yang mencakup Len, Pindad, PTDI, PT PAL dan anak usahanya, kami ingin menunjukkan bahwa industri pertahanan tidak hanya berbicara teknologi canggih, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Amalia.
Data Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat pengurangan sekitar 5 juta penduduk selama periode Idul Fitri tahun ini. Angka ini menjadi bukti nyata efektivitas program mudik massal dalam mengelola pergerakan penduduk.
Pemerintah pusat dan daerah terus mengimbau seluruh pemudik untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan selama perjalanan. Dengan kombinasi antara program mudik gratis yang terorganisir dan kesadaran kolektif, diharapkan Lebaran 2026 dapat menjadi momen berkumpul yang penuh kehangatan tanpa meninggalkan jejak risiko yang tidak perlu.
Pewarta : Vie

