Skip to content
17/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Mesir Desak Penempatan Pasukan Pemantau Internasional Segera di “Garis Kuning” Gaza

Mesir Desak Penempatan Pasukan Pemantau Internasional Segera di “Garis Kuning” Gaza

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 bulan ago 2 min read
Mesir Desak Penempatan Pasukan Pemantau Internasional
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Kairo/Doha 7 Desember 2025 – Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty pada Sabtu (6/12) mendesak komunitas internasional untuk segera menempatkan pasukan stabilisasi berbasis mandat pemantauan di sepanjang “garis kuning” yang memisahkan zona pendudukan militer Israel dan wilayah pergerakan warga sipil Palestina di Jalur Gaza. Permintaan itu disampaikan dalam pidato kunci pada sesi khusus Doha Forum 2025.

Menurut Abdelatty, penempatan kekuatan internasional bersifat mendesak karena Israel hingga kini masih menguasai lebih dari separuh wilayah Gaza meski perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku November lalu telah menetapkan kewajiban penarikan bertahap. “Setiap hari kita menyaksikan pelanggaran sistematis oleh satu pihak—yaitu Israel—yang kemudian menuduh pihak lain sebagai pelaku,” ujarnya, tanpa menyebut Hamas secara eksplisit dalam konteks tuduhan tersebut.

“Garis kuning” yang dimaksud adalah batas demarkasi sementara yang disepakati mediator Mesir-Qatar-Amerika Serikat untuk memisahkan posisi militer Israel di koridor timur dan selatan Gaza dari wilayah yang boleh diakses kembali oleh penduduk Palestina. Namun, laporan lapangan independen menunjukkan Israel masih mempertahankan pos pemeriksaan, zona penyangga, dan patroli bersenjata berat di luar batas yang disepakati.

Abdelatty menegaskan bahwa mandat pasukan internasional harus berfokus pada “menjaga perdamaian” (peacekeeping) ketimbang “memaksakan perdamaian” (peace enforcement). Artinya, kehadiran mereka bertujuan memverifikasi kepatuhan kedua belah pihak terhadap gencatan senjata, melaporkan pelanggaran, serta memberikan jaminan keamanan bagi kembalinya warga sipil—bukan melakukan intervensi bersenjata.

“Kita harus mengonsolidasikan gencatan senjata ini dulu,” tegasnya, “agar dapat segera memasuki fase kedua dari rencana perdamaian yang diusulkan Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump.” Ia merujuk pada tahap transisi pemerintahan Palestina terpadu yang mencakup reunifikasi Gaza dan Tepi Barat di bawah otoritas tunggal yang diakui secara internasional.

Dalam kesempatan yang sama, diplomat veteran itu kembali menegaskan prinsip Mesir bahwa tidak akan ada stabilitas jangka panjang di kawasan tanpa pendirian negara Palestina yang berdaulat dan layak. “Rakyat Palestina harus mengatur urusan mereka sendiri,” katanya. “Gaza dan Tepi Barat adalah bagian integral dari negara Palestina merdeka. Otoritas Palestina harus memperoleh kembali kewenangan penuh di Jalur Gaza tanpa pengecualian.”

Baca juga : Polres Simalungun Bantah Tuduhan Lamban Tangani Kasus Pencabulan Anak di Silau Kahean: “Pelaku Sudah Masuk DPO, Proses Berjalan Tuntas”

Pernyataan Abdelatty muncul di tengah meningkatnya ketegangan akibat penundaan implementasi fase pertama gencatan senjata, khususnya keterlambatan pembukaan koridor kemanusiaan dan pemulangan pengungsi ke Gaza utara. Beberapa pengamat menilai seruan Mesir ini sebagai upaya Kairo mempertahankan peran sentralnya sebagai mediator, sekaligus mencegah eskalasi baru yang dapat melemahkan posisi politiknya di kawasan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari Israel maupun pemerintahan Hamas di Gaza terhadap usulan penempatan pasukan pemantau internasional tersebut. Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar konsultasi tertutup pekan depan untuk membahas kelanjutan implementasi resolusi gencatan senjata yang disahkan akhir November lalu.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Polres Simalungun Bantah Tuduhan Lamban Tangani Kasus Pencabulan Anak di Silau Kahean: “Pelaku Sudah Masuk DPO, Proses Berjalan Tuntas”
Next: Insiden Penguncian Radar di Langit Okinawa: Eskalasi Baru Ketegangan Jepang–China di Laut China Timur

Related Stories

Kesepakatan Perdagangan Kanada-China di Tengah Ketegangan Global
3 min read

Kesepakatan Perdagangan Kanada-China di Tengah Ketegangan Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Iran Kembali ke Ketenangan yang Rapuh
3 min read

Iran Kembali ke Ketenangan yang Rapuh: Dampak Penindasan Protes dan Ketegangan Geopolitik

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Ketegangan Imigrasi di Minnesota
4 min read

Ketegangan Imigrasi di Minnesota: Penangkapan Ulang Pengungsi Liberia Picu Debat Hukum dan Ketakutan Komunitas

Jurnalis RI News Portal Posted on 17 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Dugaan Pencemaran Sungai Dongko Demak: Kajian Hukum, Dampak Sosial, dan Implikasi Akademis
  • Rekayasa Pola Operasi Kereta Api di Jalur Utara Jawa Tengah: Respons KAI terhadap Genangan Banjir di Petak Pekalongan–Sragi
  • PDI Perjuangan Kukuh Menolak Pemilihan Kepala Daerah oleh DPRD: Legitimasi Langsung Rakyat sebagai Fondasi Demokrasi Pasca-Reformasi
  • Feradi WPI; Pendampingan Hukum Kolaboratif Atasi Sengketa Tanah Warisan di Sukorejo Kendal
  • Karang Taruna Candi Sewu Gelar Pelatihan Affiliate Marketing untuk Pemberdayaan Ekonomi Digital Warga
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.