Skip to content
20/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Menteri PPPA: Lingkungan Belajar Bebas Perundungan Jadi Fondasi Karakter Menuju Indonesia Emas 2045

Menteri PPPA: Lingkungan Belajar Bebas Perundungan Jadi Fondasi Karakter Menuju Indonesia Emas 2045

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 2 min read
Lingkungan Belajar Bebas Perundungan Jadi Fondasi Karakter Menuju Indonesia Emas 2045
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta, 23 November 2025 – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menegaskan bahwa pendidikan berkualitas hanya dapat tercapai jika anak-anak belajar dalam lingkungan yang benar-benar aman dan bebas dari segala bentuk perundungan, baik fisik maupun digital. Pesan ini disampaikan langsung oleh Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam pertemuan dengan awak media di Jakarta, Minggu siang.

“Perundungan bukan sekadar masalah disiplin sekolah, melainkan ancaman serius terhadap pembentukan karakter bangsa,” tegas Arifah. Ia menyebut bahwa pengalaman traumatis akibat perundungan dapat meninggalkan dampak jangka panjang terhadap kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi, hingga prestasi akademik anak di masa depan.

Untuk memperkuat upaya tersebut, Kementerian PPPA meluncurkan perluasan program KREASI (Kampanye Ramah Anak dan Sekolah Inklusif) yang mengintegrasikan penguatan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter dengan pendekatan berbasis hak anak. Program ini melibatkan kolaborasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, serta pemerintah daerah.

Arifah juga memberikan apresiasi khusus kepada para guru yang setiap hari menjadi benteng pertama perlindungan anak di sekolah. “Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pelindung. Kami ingin mereka didukung dengan pelatihan deteksi dini kekerasan, penanganan kasus perundungan, dan pembangunan budaya sekolah yang positif,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Ruspita Putri Utami, menggarisbawahi kompleksitas tantangan masa kini. Menurutnya, perundungan kini tidak lagi terbatas pada ruang kelas, tetapi telah bermigrasi ke ranah digital melalui media sosial dan aplikasi pesan.

“Saat ini kita menghadapi tiga ancaman besar sekaligus: kecanduan gawai yang menggerus waktu belajar, krisis kesehatan mental remaja yang semakin nyata, serta perundungan siber yang sering kali tidak terdeteksi oleh orang dewasa,” ungkap Ruspita.

Ia menekankan perlunya sekolah membangun “zona aman digital” dengan aturan yang jelas, pengawasan yang manusiawi, serta ruang konseling yang mudah diakses murid. “Anak harus merasa bahwa sekolah adalah tempat mereka boleh salah, boleh takut, dan boleh meminta tolong tanpa takut dihakimi,” tambahnya.

Baca juga :

Menteri Arifah menutup pernyataannya dengan seruan langsung kepada anak-anak Indonesia: “Jangan pernah takut bersuara ketika hakmu dilanggar. Kalian adalah pemilik masa depan bangsa ini. Bersama kita wujudkan Indonesia yang benar-benar ramah anak, perempuan berdaya, dan generasi emas yang tangguh pada tahun 2045.”

Pemerintah menargetkan pada akhir 2026, setidaknya 75 persen satuan pendidikan di Indonesia telah memiliki mekanisme pencegahan dan penanganan perundungan yang terstandar, termasuk satuan pendidikan berbasis agama dan daerah tertinggal. Langkah ini diharapkan menjadi salah satu pilar utama pencapaian SDGs poin 4 (pendidikan berkualitas) dan poin 16 (keadilan dan institusi yang kuat) di tingkat nasional.

Pewarta : Yudha Purnama

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Praktik Prioritas Armada Langsir di SPBU Pasar Bukit Air Haji Diduga Perparah Kelangkaan BBM Bersubsidi di Pesisir Selatan
Next: Wapres Gibran di KTT G20 Johannesburg: Global South Tak Lagi Menerima “Diktat” dan “Ketergantungan Baru”

Related Stories

Patriotisme Daerah sebagai Pilar Utama Kekuatan Bangsa
2 min read

Patriotisme Daerah sebagai Pilar Utama Kekuatan Bangsa: Presiden Prabowo Tekankan Komitmen Pimpinan DPRD di Magelang

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Mafia Pangan di Balik Garis Pantai Panjang
3 min read

Mafia Pangan di Balik Garis Pantai Panjang: Mentan Amran Desak Pengusutan Akar Penyelundupan Bawang dan Cabai Ilegal di Pontianak

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Kolaborasi Pendidikan Tinggi dengan AS Dorong Lonjakan Inovasi Semikonduktor dan Kesehatan
2 min read

Indonesia Bidik Talenta Global: Kolaborasi Pendidikan Tinggi dengan AS Dorong Lonjakan Inovasi Semikonduktor dan Kesehatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional: Pemkot Bengkulu Raih Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan
  • Dari Monas, Pesan Damai Pramono Anung: Kedamaian Lahir dari Hati Setiap Warga, Bukan Hanya Forum Internasional
  • Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek
  • Langkah Bersejarah Prancis: Mengembalikan Warisan Budaya yang Dirampas, Menuju Rekonsiliasi dengan Masa Lalu Kolonial
  • Cinema: Lee Cronin Hadirkan Versi Horor Gelap ‘The Mummy’, Keluarga Berduka vs Kejahatan Kuno yang Menjijikkan
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.