Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon Perkuat Teori ‘Out of Nusantara’ dengan Bukti Arkeologis, Ditentang Arkeolog Senior

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Perkuat Teori ‘Out of Nusantara’ dengan Bukti Arkeologis, Ditentang Arkeolog Senior

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 2 min read
Ditentang Arkeolog Senior
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta, 6 November 2025 – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa teori ‘Out of Nusantara’ sebagai asal mula persebaran manusia modern memiliki fondasi ilmiah yang kokoh, didasarkan pada hipotesis migrasi multiregional. Pernyataan ini disampaikannya di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu (5/11/2025), sebagai respons terhadap perdebatan akademis yang semakin memanas mengenai evolusi manusia.

Menurut Fadli Zon, teori konvensional ‘Out of Africa’ yang mendominasi narasi global kini mendapat tantangan serius dari model migrasi multiregional. “Teori ini sudah di-challenge dengan hipotesa multiregional migration. Jadi tidak selalu dari Asia ke Afrika, Eropa, dan sebaliknya,” katanya kepada wartawan. Ia menekankan bahwa bukti arkeologis di wilayah Nusantara menjadi pilar utama, meskipun masih terdapat temuan yang belum dieksplorasi secara komprehensif.

Salah satu bukti kunci yang dikemukakan adalah lukisan gua berusia 51.200 tahun di Maros, Sulawesi Selatan, yang dianggap sebagai ekspresi seni tertua oleh Homo sapiens. Fadli juga menyoroti sekitar 2.500 lukisan purba di Gua Sangkulirang, Kalimantan Timur. “Selain lukisan, ada penemuan Gua Harimau yang berumur 22 ribu tahun, serta Gua Lida Ajer yang diperkirakan mencapai 60 ribu tahun,” jelasnya.

Lebih lanjut, gambar perahu yang dominan di gua-gua tersebut mengindikasikan kemampuan navigasi laut nenek moyang Nusantara. “Nah itu eranya Homo sapiens atau eranya Homo erectus kita tidak tahu. Tapi temuannya paling banyak 60 persen ada di sini,” tambah Fadli. Ia menyatakan bahwa temuan ini mendukung hipotesis bahwa Nusantara berperan sebagai pusat dispersi manusia, bukan sekadar penerima migrasi.

Fadli Zon menghimbau komunitas ilmiah dan masyarakat untuk tidak terpaku pada teori ‘Out of Africa’ semata. “Teori ‘Out of Nusantara’ ini sudah banyak yang melirik, kok,” ujarnya, seraya menekankan potensi revisi paradigma evolusi manusia berdasarkan data lokal.

Namun, klaim tersebut langsung menuai bantahan dari kalangan arkeolog. Profesor Harry Truman Simanjuntak, peneliti senior di Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, menyatakan bahwa manusia di Nusantara sepenuhnya berasal dari migrasi eksternal. “Manusia Nusantara ini datang dari luar semua. Tidak ada yang tumbuh di Nusantara karena evolusi datang dari Afrika sana,” tegasnya.

Baca juga : Pengamanan Ketat Polres Jakarta Pusat: 1.464 Personel Gabungan Kawal Aksi Buruh di Depan DPR/MPR

Harry Truman menilai tidak ada bukti empiris yang mendukung ‘Out of Nusantara’. Ia membandingkan fosil Homo erectus di Indonesia, seperti di Trinil, Ngandong, Sangiran, dan Bumiayu, yang usianya lebih muda dibandingkan temuan di Afrika. “Homo erectus itu tidak menurunkan Homo sapiens seperti kita,” katanya, menegaskan bahwa spesies tersebut bukan leluhur langsung Homo sapiens Indonesia.

Perdebatan ini mencerminkan dinamika ilmiah yang sedang berkembang, di mana data arkeogenetik dan paleontologi terus dievaluasi ulang. Para ahli sepakat bahwa studi lanjutan, termasuk analisis DNA purba dari situs-situs Nusantara, diperlukan untuk menyelesaikan kontroversi ini. Sementara itu, teori alternatif seperti ‘Out of Nusantara’ mendorong pendekatan multiregional yang lebih inklusif terhadap narasi evolusi manusia global.

Pewarta : Vie

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Pengamanan Ketat Polres Jakarta Pusat: 1.464 Personel Gabungan Kawal Aksi Buruh di Depan DPR/MPR
Next: Operasi Stone Crusher Tanpa Izin di Wonogiri: Ancaman Hukum dan Dampak Lingkungan yang Menggantung

Related Stories

Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
3 min read

Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 12 jam ago 0
Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul
2 min read

Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan

Jurnalis RI News Portal Posted on 12 jam ago 0
Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
3 min read

Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara

Jurnalis RI News Portal Posted on 13 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.