Skip to content
21/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Budaya
  • Menggugah Warisan Sunan Kalijaga: Purwoharjo Hidupkan Lagi Tari Tayub

Menggugah Warisan Sunan Kalijaga: Purwoharjo Hidupkan Lagi Tari Tayub

Jurnalis RI News Portal Posted on 8 bulan ago 3 min read
Menggugah Warisan Sunan Kalijaga
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Wonogiri, Karangtengah, 14 Agustus 2025 – Seni tari tayub, salah satu warisan budaya Jawa kuno, sempat hilang dari peredaran akibat modernisasi dan maraknya seni pertunjukan kolaborasi atau adopsi dari luar daerah. Kini, warga Desa Purwoharjo, Kecamatan Karangtengah, berupaya menggali dan menghidupkan kembali tradisi ini agar kembali akrab di telinga masyarakat Wonogiri.

Wahyu Nirwana, salah satu perangkat Desa Purwoharjo, mengungkapkan bahwa desanya mulai mengangkat kembali budaya tari tayub yang telah lama tenggelam, bahkan nyaris hilang selama puluhan tahun.
“Desa kami berbatasan langsung dengan wilayah Nawangan, Jawa Timur, di mana seni tayub masih populer dibanding hiburan lainnya. Menariknya, tidak pernah ada benturan atau kontroversi dengan bentuk hiburan lain,” jelasnya.

Menurut Wahyu, seni campursari saat ini memang sedang tren di beberapa wilayah, namun tetap dapat berjalan berdampingan dengan seni tayub. Bahkan, dalam satu acara, penampilan campursari dan tayub diatur bergantian agar saling melengkapi. Meski demikian, tayub yang dibangkitkan kembali oleh warga Purwoharjo kini berbeda dari tayub tempo dulu.
“Kalau dulu, tayub sering identik dengan mabuk-mabukan dan sawer terhadap ledek (penari). Sekarang, tayub hanya menjadi tarian bersama seperti senam, diiringi musik gamelan,” imbuhnya.

Wahyu menambahkan, tayub kini digemari oleh semua kalangan, mulai dari anak sekolah dasar hingga orang tua lanjut usia, tanpa memandang jabatan atau gelar. Saat ada warga yang mengadakan hajatan, hiburan tayub kerap dihadirkan secara terbuka, dan tamu yang hadir pun diperbolehkan menari bersama penari yang diundang oleh tuan rumah.

Meski tidak memiliki sanggar khusus, di Dusun Masaran, Desa Purwoharjo terdapat sosok tokoh tari tayub sekaligus maestro tari kethek ogleng, yakni Patmo Suwito.

Melalui sambungan telepon WhatsApp kepada RI News Portal, Patmo menjelaskan bahwa tari tayub konon berkembang di berbagai wilayah Jawa Tengah. Menurutnya, tayub diciptakan oleh Sunan Kalijaga dan memiliki aturan atau pakem tertentu.
“Namanya TAYUB itu artinya ‘Di Tata Sing Guyub’. Kalau ada tayub yang sembarangan, itu berarti mereka tidak paham pakemnya dan hanya menari seperti jogetan dangdut,” tegas Patmo.

Baca juga : Pemdes Desa Sriagung Gelar Lomba HUT RI ke-80: Pererat Silaturahmi dan Tumbuhkan Semangat Nasionalisme

Ia menjelaskan, tari tayub mudah dipelajari dan biasanya dilatih di tingkat RT, tanpa memerlukan sanggar khusus. Tayub sendiri memiliki dua versi. Versi lama dilakukan dengan mengelilingi ledek, memberi saweran, dan sering disertai mabuk-mabukan. Sementara versi baru — seperti yang berkembang di Purwoharjo saat ini — dilakukan dengan gerakan seragam dan serentak, tanpa ledek, tanpa mabuk, dan tanpa sawer. “Tayub sekarang seperti senam poco-poco yang diiringi gending Jawa,” ujarnya.

Patmo menegaskan bahwa tayub modern di Purwoharjo dilakukan oleh semua orang, mulai dari anak SD kelas satu hingga orang dewasa, tanpa memandang status sosial. “Seni tayub sekarang telah berubah dari tarian yang terkesan norak dan ugal-ugalan menjadi tarian yang tertata dan guyub. Tayub yang sebenarnya adalah yang kita jalankan sekarang ini. Dulu malah namanya lengger,” tambahnya.

Meskipun di banyak wilayah Wonogiri seni tayub sudah mati, di Purwoharjo tradisi ini masih hidup dan hadir di berbagai acara, seperti hajatan warga, bersih dusun, bersih desa, peringatan HUT RI, HUT Wonogiri, maupun HUT Desa Purwoharjo.

Menurut Patmo, tayub modern di Purwoharjo sangat mungkin dipengaruhi oleh tradisi di Kabupaten Pacitan. “Desa Purwoharjo berada di wilayah perbatasan dengan Pacitan. Wajar jika tradisi tayub yang tetap lestari di Pacitan juga abadi di Purwoharjo,” pungkasnya

Pewarta : Nandar Suyadi

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Pemdes Desa Sriagung Gelar Lomba HUT RI ke-80: Pererat Silaturahmi dan Tumbuhkan Semangat Nasionalisme
Next: KPK Periksa Kadis PUPR Mandailing Natal di Padangsidimpuan Terkait Dugaan Korupsi

Related Stories

Gotong Royong Budaya- Fadli Zon Ajak Pegiat Sunda Manfaatkan Kementerian sebagai Instrumen Bersama
3 min read

Gotong Royong Budaya: Fadli Zon Ajak Pegiat Sunda Manfaatkan Kementerian sebagai Instrumen Bersama

Jurnalis RI News Portal Posted on 22 jam ago 0
Meneguhkan Keris sebagai Simbol Jati Diri Bangsa di Tengah Arus Modernisasi
2 min read

Kirab Pusaka di Borobudur: Meneguhkan Keris sebagai Simbol Jati Diri Bangsa di Tengah Arus Modernisasi

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 hari ago 0
Komitmen Nyata Polres Melawi Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional
2 min read

Polisi di Ladang Jagung: Komitmen Nyata Polres Melawi Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 hari ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Prajurit Kodim 0730/Gunungkidul Dibekali “Hukum sebagai Panglima” di Tengah Era Digital
  • Kecelakaan Beruntun di Pantura Pemalang: Truk Trailer Pengangkut Pakan Ayam Tabrak Truk Colt Diesel Saat Hendak Masuk SPBU
  • Damai di Tengah Hutan: Bhabinkamtibmas Padangsidimpuan Selesaikan Dugaan Pencurian Kayu Lewat Mediasi Kekeluargaan
  • Berantas Narkoba hingga ke Pelosok Desa: Polres Tapsel Ungkap Jaringan Sabu di Warung Doorsmeer Paluta
  • Sinergi Aparat Gabungan Amankan Pawai Hari Kartini Tanah Pinoh: Semangat Emansipasi Kartini Menginspirasi Generasi Muda
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.