RI News, Klaten, 15 Agustus 2026 – Karnaval Budaya dan Pembangunan Peringatan HUT ke-81 RI akan digelar di Jalan Pemuda, Klaten, pada Senin-Selasa (18-19 Agustus 2026) dengan konsep yang jauh lebih mendalam daripada pawai budaya konvensional tahun-tahun sebelumnya.
Dengan mengangkat tema Klaten Mandala Peradaban-Saka Sandyakala, Tumuju Cahya, acara ini dirancang sebagai perjalanan naratif yang menghubungkan jejak peradaban Mataram Kuno dengan wajah Klaten masa kini. Lebih dari 60 kontingen dari berbagai unsur masyarakat akan berpartisipasi, melibatkan 4.500 peserta yang berasal dari sekolah, sanggar seni, karang taruna, kelompok tani, perajin, PKK, pelaku wisata, dan komunitas lainnya.

Karnaval Budaya akan dimulai Selasa (18 Agustus 2026) di sepanjang Jalan Pemuda, mulai pukul 13.00 WIB. Kontingen-kontingen itu akan menyuguhkan cerita hidup masing-masing wilayah: Prambanan yang megah dengan kisah Roro Jonggrang, Kemalang yang hidup di kaki Merapi, Polanharjo dan Tulung yang mengabadikan air sebagai sumber kehidupan, Pedan yang kaya dengan lurik tradisional, Bayat yang mengenalkan gerabah dan batik, Juwiring dengan payung tradisional, serta Ceper yang menguasai teknik pengolahan logam. Delanggu akan menghidupkan cerita Rojolele dan kehidupan agraris, sementara kecamatan lain membawa narasi tentang sawah, irigasi, perdagangan, pendidikan, kehidupan perkotaan, hingga hubungan desa dengan pusat pemerintahan.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan, tahun ini pawai bukan lagi sekadar pamer atraksi, melainkan pemenuhan narasi sejarah dan karakter lokal. “Setiap kecamatan tidak hanya menampilkan potensi, tetapi juga membawa perspektif Mataram Kuno yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini,” ujarnya melalui keterangan tertulis.
Sementara itu, Karnaval Pembangunan digelar Rabu (19 Agustus 2026) mulai pukul 13.00 WIB hingga menjelang Maghrib di tempat yang sama. Agenda “Mahakarya Kiwari” ini dirancang berbeda dari parade pembangunan biasa. Perangkat daerah, BUMD, dan mitra swasta akan membawa elemen visual Mataram Kuno yang dipadukan dengan kemajuan teknologi, inovasi, pelayanan publik, ekonomi, serta berbagai program unggulan. Konsep “Relief Hidup” menjadi inti: kendaraan hias yang bergerak membawa capaian kerja, program prioritas, dan elemen peradaban kuno dalam satu narasi hidup yang dinamis.
Perjalanan karnaval dimulai dari Bank Jateng dan berakhir di panggung kehormatan Rumah Dinas Bupati Klaten. Dengan konsep ini, acara HUT ke-81 RI diharapkan tidak hanya menjadi pawai, melainkan juga ruang refleksi dan inspirasi bagi masyarakat Klaten untuk melihat dirinya sebagai bagian dari satu peradaban yang terus berkembang.
Pewarta: Rendro P
Tagline: #KlatenMandalaPeradaban2026, #SakaSandyakala, #TumujuCahya, #HUTRI81Klaten,

