RI News. Jakarta – Siapa yang menyangka, setelah sukses besar film pertama, Mario dan kawan-kawan kini meluncur ke luar angkasa? The Super Mario Galaxy Movie yang resmi tayang mulai hari ini, Rabu (1 April 2026), berhasil membawa nuansa game klasik Super Mario Galaxy tahun 2007 ke layar lebar dengan cara yang ceria dan penuh kejutan.
Film ini membawa Mario (Chris Pratt), Luigi (Charlie Day), Princess Peach (Anya Taylor-Joy), dan Toad ke petualangan antargalaksi. Kali ini, mereka harus menghadapi rencana gila Bowser Jr. (Benny Safdie) yang ingin menguasai galaksi demi mendapatkan perhatian ayahnya, Bowser (Jack Black). Yang menarik, Bowser yang masih “kecil” seperti mainan di istana Peach ternyata punya hobi melukis sebagai terapi. Sementara putranya melukis untuk menghancurkan segalanya. Adegan keluarga Bowser ini jadi salah satu highlight paling tak terduga dan menghibur.
Tak ketinggalan, munculnya Princess Rosalina (Brie Larson) yang membacakan cerita pengantar tidur untuk anak-anak bintangnya, si Luma yang menggemaskan. Ditambah kemunculan Yoshi (Donald Glover) yang chaotic dan Star Fox sebagai bonus bagi penggemar Nintendo lama. Semua dibungkus dalam visual planet-planet kecil dengan gravitasi unik, Launch Star yang melontarkan karakter ke mana-mana, serta satu adegan kreatif yang memadukan Mario versi 8-bit klasik dengan grafis 3D modern — momen ini benar-benar bikin nostalgia bercampur kagum.

Sutradara Aaron Horvath dan Michael Jelenic, bersama produser Shigeru Miyamoto dan Chris Meledandri, sengaja menjaga film ini tetap ringan. Mario dan Luigi tidak dibebani drama pencarian jati diri yang berat. Mereka cukup ikut “nongkrong” di galaksi yang indah dan penuh keajaiban. Ruang angkasa di sini bukan tempat menyeramkan, melainkan arena bermain yang berkilau dan mengundang.
Durasi 98 menit terasa pas untuk anak-anak dan keluarga. Rating PG karena ada humor ringan dan aksi yang tidak terlalu kasar. Namun, seperti film-film berbasis game sebelumnya, The Super Mario Galaxy Movie tak bisa lepas dari sisi komersialnya. Banyak adegan yang menyisipkan mainan, piyama, dan merchandise Mario di dalam cerita. Hal ini kadang terasa distracting, mengingatkan penonton bahwa di balik mimpi indah ini ada bisnis besar di balik layar.
Baca juga : Risiko Besar di Balik Rencana Pengamanan Uranium Iran: Operasi Militer yang Bisa Picu Bencana Radiasi
Secara keseluruhan, film ini paling cocok bagi yang sudah jatuh cinta dengan dunia Mario. Bagi penggemar game Galaxy, banyak elemen familiar yang bikin senyum sendiri. Tapi jika Anda mencari cerita mendalam atau terobosan besar, film ini mungkin terasa seperti pesta visual yang menyenangkan tapi tidak terlalu dalam.
Rekomendasi: Tontonlah bersama anak atau teman-teman sambil menikmati warna-warni galaksinya. Kalau Anda suka petualangan ringan yang penuh nostalgia dan tawa, The Super Mario Galaxy Movie layak menjadi pilihan akhir pekan ini.
Nilai: 2,5 dari 4 bintang
Pewarta : Vie

