Skip to content
22/07/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Hiburan
  • Movie Review: Jaksa Muda vs Mesin Pembunuh Birokrasi, “Two Prosecutors” Mengingatkan Betapa Rapuhnya Kebenaran di Tangan Kekuasaan

Movie Review: Jaksa Muda vs Mesin Pembunuh Birokrasi, “Two Prosecutors” Mengingatkan Betapa Rapuhnya Kebenaran di Tangan Kekuasaan

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 bulan ago 3 minutes read
Jaksa Muda vs Mesin Pembunuh Birokrasi
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Semarang– Di tengah kegelapan tahun 1937, saat Stalin sedang gencar membersihkan musuh-musuhnya melalui Pembersihan Besar, seorang jaksa muda penuh idealisme tiba di sebuah penjara terpencil di Bryansk. Ia membawa sepucuk surat yang ditulis dengan darah. Dari sinilah “Two Prosecutors”, film terbaru sutradara Ukraina Sergei Loznitsa, membawa penonton masuk ke dalam lorong-lorong birokrasi totalitarian yang mencekam dan absurd.

Film berdurasi 118 menit ini mengikuti Alexander Kornyev (Aleksandr Kuznetsov), jaksa baru yang masih polos dan bersemangat. Begitu tiba di penjara, ia langsung menuntut bertemu dengan seorang tahanan bernama I.S. Stepniak (Aleksandr Filippenko), seorang mantan jaksa senior sekaligus Bolshevik yang tubuhnya penuh luka akibat penyiksaan.

Apa yang awalnya terlihat seperti misi mencari keadilan, perlahan berubah menjadi perjalanan memasuki perangkap yang semakin sempit. Setiap pintu yang dibuka, setiap koridor yang dilalui, dan setiap tatapan curiga para penjaga seolah mengingatkan: semakin dalam Alexander masuk, semakin jauh ia dari kebebasan dirinya sendiri.

Loznitsa, yang dikenal lewat film-film dokumenternya yang tajam tentang kekerasan negara, kembali ke fiksi setelah tujuh tahun. Ia menyusun “Two Prosecutors” seperti sebuah parable kelam yang rapi dan timeless. Strukturnya cerdik: perjalanan Alexander ke penjara dan kemudian ke Moskow untuk melaporkan ke jaksa agung Andrey Vyshinsky digambarkan seperti cermin yang menyeramkan — dua sisi yang sama mengerikannya.

Penonton diajak merasakan betapa lambat dan beratnya sistem totalitarian bekerja. Bukan melalui aksi kekerasan besar-besaran, melainkan lewat dialog panjang, tatapan dingin, dan prosedur birokrasi yang membosankan sekaligus mematikan. Di sini, kebenaran bukanlah sesuatu yang dicari, melainkan ancaman yang harus diredam.

Film ini diadaptasi dari novella karya Georgy Demidov, seorang dokter yang sendiri menghabiskan 14 tahun di kamp gulag Soviet dan baru menerbitkan karyanya secara anumerta pada 2009. Loznitsa sendiri bukan orang asing dengan tema ini. Sebagai sutradara Ukraina yang kini tinggal di Berlin, ia telah lama mengamati bagaimana kekuasaan negara bisa dengan mudah menghancurkan nyawa manusia atas nama “stabilitas” dan “keamanan”.

Baca juga : Diplomasi Drone Ukraina di Teluk: Zelenskyy Kunjungi Arab Saudi di Tengah Tekanan terhadap Armada Bayangan Rusia

Yang membuat “Two Prosecutors” terasa sangat relevan hari ini adalah kemampuannya berbicara tidak hanya tentang masa Stalin, tapi juga tentang mekanisme kekuasaan di mana pun dan kapan pun. Ketika idealisme bertemu dengan mesin birokrasi yang rakus, siapa yang biasanya kalah? Jawabannya hampir selalu sama: mereka yang berani bertanya.

Akting Aleksandr Kuznetsov sebagai jaksa muda yang perlahan kehilangan keyakinannya sangat meyakinkan. Sementara Aleksandr Filippenko sebagai Stepniak memberikan penampilan yang kuat dan penuh luka, baik secara fisik maupun emosional. Sinematografi dan desain produksi film ini juga berhasil menciptakan suasana pengap yang membuat penonton ikut merasa terjebak di dalamnya.

Two Prosecutors

“Two Prosecutors” bukan film yang menghibur dalam arti biasa. Ia dingin, perlahan, dan penuh dengan absurditas kelam yang khas era Soviet. Namun justru karena itu, film ini berhasil menjadi peringatan yang tajam: sekali sistem korup dan represif dibiarkan mengakar, maka keberanian seorang individu saja sering kali tidak cukup untuk mengubahnya.

Bagi yang menyukai drama sejarah politik yang cerdas dan berani, “Two Prosecutors” adalah salah satu film penting tahun ini. Sebuah pengingat bahwa sejarah kelam masa lalu bisa saja berulang — jika kita lupa cara membaca tanda-tandanya.

Durasi: 118 menit Bahasa: Rusia dan Ukraina (dengan subtitle) Sutradara: Sergei Loznitsa Pemain utama: Aleksandr Kuznetsov, Aleksandr Filippenko, Anatoliy Beliy

Pewarta : Vie

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Diplomasi Drone Ukraina di Teluk: Zelenskyy Kunjungi Arab Saudi di Tengah Tekanan terhadap Armada Bayangan Rusia
Next: Masyarakat Puas, Arus Balik Lebaran di Wonogiri Berjalan Lancar Berkat Pengamanan Optimal Polres

Related Stories

Ariana Grande Mundur dari American Horror Story Musim 13

Ariana Grande Mundur dari American Horror Story Musim 13: Prioritas Tur Eternal Sunshine Mengalahkan Proyek Horor

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 minggu ago 0
Tulungagung Distorsi 2026 Bakal Guncang GOR Lembu Peteng

Rock Melintas Generasi: Tulungagung Distorsi 2026 Bakal Guncang GOR Lembu Peteng

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 minggu ago 0
Indonesia Menembus Hollywood

Indonesia Menembus Hollywood: Film Pendek Berjaya di Panggung Internasional di Tengah Disparitas Ekonomi Kreatif Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 bulan ago
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Ratusan Santri Tinggalkan Pondok Pesantren Wonogiri usai Dugaan Pencabulan oleh Pimpinan yang Berstatus Polisi
  • Polres Padangsidimpuan Gerebek L300 Tenda Biru, Sita Puluhan Karton Rokok Ilegal
  • Sinergi Digital yang Menyentuh Nyata: Polda DIY dan Komunitas Jogja Menyapa Gulung Lengan Bantu Sesama
  • Dugaan Korupsi Pengadaan di Wonogiri: Bayang-Bayang Fee 10 Persen dan Lelang di Atas Kertas
  • Semangat Pengabdian Muda: 231 Calon Bintara Polri Mulai Ditempa di SPN Banyumas
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.