RI News. Lampung Barat, 20 Mei 2025 — Kekayaan alam sekaligus potensi budaya dan ekonomi Kabupaten Lampung Barat kembali menjadi sorotan tingkat nasional. Tim produksi Trans7 melakukan ekspedisi liputan mendalam ke berbagai destinasi unggulan dan lahan pertanian di Kecamatan Lumbok Seminung, mengeksplorasi harmoni antara keindahan alam vulkanik dengan kehidupan masyarakat lokal yang autentik.
Kunjungan tersebut difokuskan pada upaya menggali lebih dalam potensi pariwisata dan komoditas unggulan daerah. Lokasi yang menjadi titik liputan meliputi Danau Ranau dengan panorama danau vulkaniknya yang memukau, pasar tematik, area keramba apung, Pekon Pancur Mas, serta Ujung Rembun yang dikenal sebagai salah satu sentra kopi robusta terbaik di Lampung Barat.
Ketua Tim Liputan Trans7, Meinia Mutiara, menjelaskan bahwa pemilihan Lampung Barat sebagai lokasi liputan bukan keputusan acak. Keindahan Danau Ranau yang memadukan lanskap alam dramatis dengan aktivitas masyarakat sehari-hari dinilai menyimpan daya tarik visual sekaligus narasi kuat untuk program eksplorasi kehidupan masyarakat.

“Di sini kita punya program explorasi kehidupan masyarakat. Potret asli kehidupan mereka yang tinggal di sebuah wilayah tersebut. Kalau di Lampung Barat kita memilih Kecamatan Lumbok Seminung selain potensi wisatanya menarik, juga karena potensi hasil buminya (kopi dan alpukat) besar, namun masih terkendala dengan infrastruktur,” ungkap Meinia disela-sela persiapan pengambilan gambar wawancara.
Menurutnya, Lampung Barat menawarkan paket lengkap yang jarang ditemui dalam satu wilayah: wisata alam yang mempesona, kekayaan budaya, kuliner khas, serta komoditas unggulan seperti kopi robusta dan alpukat. Liputan ini diharapkan dapat membuka mata masyarakat luas di Indonesia terhadap potensi besar kabupaten yang digadang-gadang sebagai penghasil kopi robusta terbesar di Provinsi Lampung.
Puncak kegiatan liputan berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2025, dengan wawancara eksklusif bersama Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus di Lamban Dinas Bupati, Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit. Parosil menyambut baik perhatian media nasional tersebut sebagai momentum penting untuk mempromosikan daerahnya.
Baca juga : Kurir JNT Lampung Barat Diduga Gelapkan Rp56 Juta Uang COD, Kabur ke Krui Selatan hingga Diamankan Polisi
“Ini momentum untuk menunjukkan bahwa Lampung Barat punya wisata alam yang indah dan kopi berkualitas tinggi yang sudah menjadi sumber penghidupan masyarakat,” kata Parosil.
Namun, di balik potensi yang melimpah, Bupati Parosil juga terbuka mengakui berbagai tantangan yang dihadapi petani, khususnya di Ujung Rembun dan Pancur Mas. Kendala utama adalah akses infrastruktur jalan yang masih terbatas karena wilayah tersebut berada dalam kawasan hutan. Hal ini berdampak pada tingginya biaya transportasi dan waktu distribusi hasil bumi yang lebih lama.
“Kami berharap ada jalan tengah. Masyarakat butuh akses untuk memasarkan kopinya, tapi kelestarian hutan juga harus dijaga. Jika ini bisa diselesaikan, nilai tambah kopi Lampung Barat akan jauh lebih besar,” tegas Parosil.
Liputan mendalam Trans7 ini tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga mengangkat isu-isu substantif seperti kesejahteraan petani, keberlanjutan lingkungan, dan upaya pemerintah daerah dalam menyeimbangkan pembangunan dengan konservasi hutan. Kehadiran media nasional diharapkan menjadi katalisator bagi peningkatan investasi dan kunjungan wisata ke Lampung Barat di masa mendatang, sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai destinasi unggulan berbasis alam dan pertanian berkelanjutan.
Pewarta : Atalinsyah

