RI News. Jakarta Utara – Di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Selasa (31/3/2026), Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali bersama jajaran pimpinan TNI AL melepas keberangkatan KRI Bima Suci dalam rangka misi pelayaran diplomasi Kartika Jala Krida (KJK) tahun ini. Kapal latih kebanggaan TNI AL itu membawa harapan besar: membangun jaringan persahabatan antar pelaut muda dari berbagai belahan dunia melalui laut sebagai medium diplomasi yang elegan dan abadi.
Dalam sambutannya, KSAL menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelayaran biasa, melainkan wadah pelatihan strategis bagi seluruh taruna angkatan laut dunia untuk mengasah kemampuan berdiplomasi. “Kegiatan ini digelar untuk melatih seluruh taruna angkatan laut di dunia membangun jaringan dalam berdiplomasi demi terciptanya hubungan baik antara Indonesia dengan banyak negara-negara sahabat,” ujar Laksamana Ali.
Tahun ini, pelayaran KJK diikuti taruna angkatan laut dari 25 negara sahabat. Para taruna tersebut, menurut KSAL, menyambut antusiasme tinggi kesempatan tersebut. “Mereka semua merasa sangat senang untuk bisa bergabung membangun persahabatan di antara para pelaut, jadi membangun Seaman Brotherhood di antara mereka,” katanya.

Rute pelayaran selama enam bulan ke depan dirancang sangat dinamis. Dari Jakarta, KRI Bima Suci akan mengunjungi delapan negara: Colombo, Singapura, Vietnam, Korea Selatan, Shanghai, Vladivostok di Rusia, Jepang, dan Filipina, sebelum kembali ke tanah air. Di dalam negeri, kapal akan singgah di Belawan, Bitung, serta beberapa kota pesisir lainnya. Rute ini dipilih tidak hanya untuk memperkuat ikatan bilateral, tetapi juga sebagai laboratorium hidup bagi para taruna.
KSAL menekankan dua dimensi penting yang akan diperoleh peserta selama pelayaran. Pertama, penyerapan ilmu pengetahuan tentang negara-negara yang dikunjungi. “Kami berharap selama menjalankan kunjungan diplomasi, para taruna angkatan laut dapat menyerap seluruh ilmu pengetahuan tentang negara-negara yang dikunjungi demi memperkaya perbendaharaan ilmu setiap prajurit,” paparnya. Kedua, pengasahan kemampuan teknis melalui pembelajaran langsung ilmu navigasi dan astronomi di atas KRI Bima Suci. “Mereka akan belajar tentang ilmu navigasi dan ilmu astronomi selama berada di kapal guna mengasah kemampuan berlayar,” tambah Ali.
Lebih dari sekadar pertukaran pengetahuan, misi ini diharapkan mempererat hubungan TNI AL dengan angkatan laut negara sahabat. “Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap hubungan TNI dengan negara-negara sahabat yang menjadi peserta KJK semakin erat dan para taruna angkatan laut mendapatkan ilmu yang berguna untuk kemajuan maritim dunia,” pungkas KSAL.
Pelayaran Kartika Jala Krida tahun ini menjadi bukti nyata bahwa diplomasi maritim Indonesia bukan hanya soal bendera dan seremoni, melainkan investasi jangka panjang bagi generasi pelaut yang mampu menjembatani peradaban melalui lautan. KRI Bima Suci, dengan layar putihnya yang gagah, kini menjadi duta besar yang hidup bagi semangat persahabatan global.
Pewarta : Yogi Hilmawan


Assalamualaikum…
Selamat siang untuk keluarga besar RINews..
Salam sapa dari pesisir Selatan