Skip to content
14/03/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Krisis Gaji di Balik Kemilau Kota: Mengapa ASN Padangsidimpuan Terjebak dalam Ketidakpastian Ekonomi?

Krisis Gaji di Balik Kemilau Kota: Mengapa ASN Padangsidimpuan Terjebak dalam Ketidakpastian Ekonomi?

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 min read
Krisis Gaji di Balik Kemilau Kota
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Padangsidimpuan – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota kecil yang tenang di lereng Bukit Barisan, Padangsidimpuan, Sumatera Utara, sebuah isu pelik menyelinap ke dalam rutinitas birokrasi. Pada Rabu, 21 Januari 2026, ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Padangsidimpuan masih menunggu hak dasar mereka: gaji bulanan. Ini bukan sekadar keterlambatan administratif biasa, melainkan gejala dari ketidaksiapan sistem keuangan daerah yang berdampak langsung pada moral pegawai dan efisiensi pelayanan publik. Keluhan ini mencuat dari para ASN yang enggan disebut namanya, menggambarkan situasi yang mereka sebut sebagai “yang terparah sepanjang karier.”

Para ASN ini, yang sebagian besar berada di golongan rendah, mengungkapkan kekecewaan mendalam. “Baru kali ini kami mengalami keterlambatan separah ini,” ujar salah seorang di antaranya, yang hanya bisa mengandalkan gaji untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Kondisi ekonomi nasional yang sedang lesu, bahkan lebih buruk dari krisis moneter tahun 1998 menurut persepsi mereka, memperburuk situasi. Inflasi yang melonjak dan biaya hidup yang naik membuat gaji yang tertunda bukan hanya masalah keuangan, tapi juga psikologis. “Semangat kerja kami menurun drastis,” tambahnya, menyoroti bagaimana hal ini bisa menghambat kinerja keseluruhan aparatur pemerintahan. Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks, seperti penanganan kesehatan masyarakat pasca-pandemi dan pengelolaan sumber daya alam lokal, motivasi pegawai menjadi kunci—namun kini terancam oleh ketidakpastian ini.

Kritik tajam dilontarkan terhadap kepemimpinan Walikota Dr. H. Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes, yang dinilai kurang peka terhadap kesejahteraan bawahannya. Para ASN menduga ada ketidakefektifan dalam koordinasi internal, di mana Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) seharusnya telah mengantisipasi risiko ini jauh hari sebelumnya. “Seharusnya ada langkah konkret dengan berkoordinasi antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dan pihak perbendaharaan keuangan daerah,” tegas sumber tersebut. Lebih jauh, muncul dugaan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padangsidimpuan mungkin “diparkir” atau diendapkan di bank, alih-alih dialokasikan tepat waktu. Dugaan ini, meski belum terbukti, mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas tentang transparansi pengelolaan keuangan publik di daerah.

Respons resmi akhirnya datang dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padangsidimpuan, Rahmat Marzuki SH, MH Nasution, yang mewakili walikota. Ia menjelaskan bahwa Peraturan Daerah (Perda) tentang APBD Tahun Anggaran (TA) 2026 baru saja ditetapkan pada hari yang sama, 21 Januari 2026. “OPD baru mempersiapkan Anggaran Kas dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD,” katanya kepada wartawan.

Penjelasan ini mengindikasikan bahwa keterlambatan berakar pada proses legislatif dan administratif yang lambat, sebuah pola yang sebenarnya tidak asing di banyak daerah Indonesia. Studi kasus serupa di berbagai provinsi, seperti di Kalimantan Timur dan Jawa Tengah, menunjukkan bahwa transisi tahun anggaran sering kali menjadi biang keladi, dengan faktor tambahan seperti sinkronisasi sistem keuangan pusat-daerah dan validasi data pegawai. Di Padangsidimpuan, yang bergantung pada Dana Alokasi Umum (DAU) dari pusat dan pendapatan asli daerah dari sektor pertanian serta perdagangan, ketergantungan ini memperbesar risiko jika ada hambatan di tingkat nasional.

Baca juga : Fenomena Langka: Bunga Rafflesia Mekar Subur di Pekarangan Rumah Warga Jorong Tigo Balai, Harau

Isu ini menyingkap celah dalam tata kelola keuangan daerah yang lebih dalam. Teori manajemen publik menekankan pentingnya perencanaan antisipatif untuk menghindari dampak domino pada produktivitas pegawai. Di Padangsidimpuan, dengan populasi sekitar 240 ribu jiwa dan anggaran yang relatif terbatas, keterlambatan gaji bisa memicu penurunan kualitas layanan, seperti penundaan program pembangunan infrastruktur atau bantuan sosial. Lebih lanjut, ini menguji komitmen pemerintahan lokal terhadap prinsip akuntabilitas, di mana transparansi bukan hanya slogan, tapi praktik harian. Para ahli ekonomi daerah menyarankan reformasi, seperti digitalisasi proses anggaran untuk mempercepat alur, guna mencegah pengulangan di masa depan.

Hingga berita ini disusun, belum ada tanda-tanda pencairan segera, meski Sekda berjanji proses akan dipercepat. Para ASN berharap situasi ini segera berlalu, bukan hanya demi kantong mereka, tapi juga demi citra pemerintahan yang seharusnya menjadi teladan. Di tengah kondisi ekonomi global yang fluktuatif, Padangsidimpuan—kota yang dikenal dengan harmoni budaya Tapanuli—harus segera menemukan keseimbangan antara efisiensi birokrasi dan empati terhadap sumber daya manusianya. Jika tidak, isu ini bisa menjadi preseden buruk bagi daerah lain, mengingatkan kita bahwa di balik angka-angka anggaran, ada kehidupan nyata yang tergantung padanya.

Pewarta: Adi Tanjoeng

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Bukittinggi Kembalikan Sekolah Enam Hari: Evaluasi 2025 Dorong Maksimalisasi Waktu Belajar Siswa SD-SMP
Next: Keajaiban Pekarangan: Bunga Bangkai Raksasa Mekar di Kampung Sumatera Barat, Sorotan Alam Langka

Related Stories

Posko Siaga Mudik di Pekon Kubu Perahu
2 min read

Posko Siaga Mudik di Pekon Kubu Perahu: Benteng Keamanan Jalur Liwa-Gunung Kemala Jelang Idul Fitri 1447 H

Jurnalis RI News Portal Posted on 9 jam ago 0
Harmoni di Padepokan Al Amaanah
2 min read

Harmoni di Padepokan Al Amaanah: Buka Puasa yang Memadamkan Api Sektoral Silat

Jurnalis RI News Portal Posted on 9 jam ago 0
Kemacetan Kronik di Jalan Nyak Adam Kamil
3 min read

Kemacetan Kronik di Jalan Nyak Adam Kamil: Arteri Kota Subulussalam Terjajah Pedagang Pinggir Jalan

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Wewenang: Oknum Wali Nagari Diduga Jual Tanah Ulayat Air Haji Tanpa Persetujuan Masyarakat Adat
  2. Hermanto mengenai Pemerintah Nigeria Meluncurkan Operasi Militer Baru di Tengah Lonjakan Kekerasan: Serangan Mematikan di Kwara dan Pembebasan Puluhan Warga Kristen
  3. Sugeng Rudianto mengenai GAPSIDO Gelar Kopdar, Ajak Pemuda Jaga Kamtibmas Jelang Ramadhan
  4. Mayang Sari mengenai Aksi Keberanian Pelajar SMK Berujung Tragedi: Terseret Arus Banjir Saat Menolong Pengendara Motor
  5. Tukino gaul gaul mengenai Tim Marching Band SMPN 1 Padangsidimpuan Siap Pertahankan Gelar Juara Umum di Piala Sultan Deli

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Kematian Aktivis Sharif Hadi: Dua Tersangka Ditangkap di India, Diplomasi Ekstradisi Mulai Berjalan
  • Keheningan di Selat Taiwan: Mengapa Pesawat Tempur Tiongkok Tiba-tiba ‘Menghilang’ dan Apa Artinya bagi Stabilitas Regional?
  • Tragedi KC-135 di Langit Irak Barat: Korban Jiwa Bertambah di Tengah Ketergantungan Tinggi pada Pesawat Tanker Usia Lanjut
  • Sinergi Kebersamaan di Bulan Ramadhan: Polsek Pancung Soal Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi Masyarakat Pesisir Selatan
  • Kapolres Kebumen Langsung Inspeksi Pos Pengamanan: Pastikan Mudik Lebaran 2026 Aman dan Nyaman
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.