Skip to content
27/08/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Keajaiban Pekarangan: Bunga Bangkai Raksasa Mekar di Kampung Sumatera Barat, Sorotan Alam Langka

Keajaiban Pekarangan: Bunga Bangkai Raksasa Mekar di Kampung Sumatera Barat, Sorotan Alam Langka

Jurnalis RI News Portal Posted on 7 bulan ago 4 minutes read
Bunga Rafflesia Mekar Subur di Pekarangan Rumah Warga Jorong Tigo Balai
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Limapuluh Kota, Sumatera Barat – Daerah Jorong Tigo Balai, Kenagarian Lubuak Batingkok, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, sebuah fenomena alam tak terduga telah menjadi pusat perhatian masyarakat setempat. Sebuah tanaman Amorphophallus titanum, yang dikenal luas sebagai bunga bangkai raksasa atau titan arum, tiba-tiba mekar di belakang rumah mendiang Endang, yang kini ditempati oleh Aldo. Kejadian ini bukan hanya menarik perhatian tetangga, tetapi juga menyoroti keunikan biodiversitas pulau Sumatra yang semakin langka.

Menurut keterangan warga setempat bernama Ice tetangga Aldo, tanaman ini mulai menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan sekitar seminggu lalu. “Bunga ini tumbuh subur di lokasinya, dan sejak itu, banyak tetangga yang datang berbondong-bondong untuk melihatnya,” ujar Ice dalam penjelasannya. Ia juga menyebutkan adanya kabar bahwa perwakilan dari dinas provinsi akan segera datang untuk memeriksa tanaman tersebut, meski belum ada kejelasan mengenai instansi mana yang terlibat. Fenomena ini mengingatkan pada kasus serupa di berbagai daerah Indonesia, di mana bunga bangkai muncul secara alami di pekarangan rumah atau lahan kosong, sering kali berasal dari umbi yang tersebar melalui banjir atau hewan liar.

Kemunculan bunga bangkai ini di pekarangan warga bukanlah hal biasa. Tanaman endemik Sumatra ini biasanya tumbuh di hutan hujan tropis dengan tanah kapur di ketinggian rendah, di mana cahaya matahari cukup menembus kanopi pohon.

Di habitat aslinya, seperti di lereng bukit Priaman atau hutan-hutan Sumatra Barat, tanaman ini jarang mekar dan hanya bertahan 24-48 jam saat bermekaran, memancarkan bau busuk seperti daging membusuk untuk menarik penyerbuk seperti kumbang bangkai. Di Jorong Tigo Balai, keberadaannya di pekarangan rumah menunjukkan adaptasi luar biasa terhadap lingkungan antropogenik, meski hal ini juga menimbulkan risiko kerusakan akibat kerumunan pengunjung.

Warga sekitar menggambarkan pengalaman mereka sebagai campuran antara kagum dan keheranan. “Ini seperti tontonan alam gratis yang langka,” kata salah seorang tetangga yang enggan disebut namanya. Namun, di balik daya tariknya, ada kekhawatiran bahwa keramaian bisa merusak tanaman tersebut. Ice menambahkan bahwa bunga ini, yang sering disalahartikan sebagai raflesia karena ukuran dan baunya yang mirip, sebenarnya merupakan spesies berbeda dengan siklus hidup yang rumit. Raflesia adalah parasit tanpa daun, sementara Amorphophallus titanum tumbuh dari umbi besar yang menyimpan energi bertahun-tahun sebelum mekar.

Baca juga : Krisis Gaji di Balik Kemilau Kota: Mengapa ASN Padangsidimpuan Terjebak dalam Ketidakpastian Ekonomi?

Amorphophallus titanum merupakan anggota keluarga Araceae, yang dikenal dengan infloresensi tidak bercabang terbesar di dunia tumbuhan. Tanaman ini memiliki siklus hidup unik: dimulai dari umbi (corm) seberat hingga 100 kilogram, yang menghasilkan daun tunggal setinggi 6 meter untuk fotosintesis selama beberapa tahun. Baru setelah mengumpulkan energi cukup, umbi memproduksi spadix (tongkol bunga) yang bisa mencapai 2-4 meter, dikelilingi spathe (seludang) berwarna hijau-kuning hingga merah keunguan. Proses mekarnya memerlukan 7-10 tahun, dan saat itu, tanaman memancarkan senyawa kimia seperti dimetil trisulfida dan trimethylamine untuk meniru bau bangkai, menarik pollinator nocturnal.

Menekankan pentingnya pemahaman genetik untuk konservasi spesies ini. Penelitian di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) mengungkap bahwa analisis molekuler dari tanaman ini memberikan petunjuk untuk perlindungan di alam liar, termasuk penyimpanan benih dan pemantauan habitat. Namun, tantangan besar datang dari catatan keturunan yang tidak konsisten di kebun botani global, yang menghambat upaya mempertahankan keragaman genetik. Pendekatan pedigree tracking, seperti yang dibahas dalam jurnal Annals of Botany, menunjukkan bahwa koleksi ex situ (di luar habitat alami) sering kali memiliki keragaman rendah karena silang yang berulang antar individu terkait, sehingga mengurangi ketahanan terhadap penyakit dan perubahan iklim.

Secara ekologis, Amorphophallus titanum berperan sebagai indikator kesehatan hutan hujan Sumatra, di mana deforestasi untuk perkebunan sawit telah mengurangi populasinya hingga kurang dari 1.000 individu liar, menjadikannya endangered menurut Daftar Merah IUCN. Konservasi melibatkan kolaborasi antara kebun botani internasional, seperti program yang didanai oleh Botanic Gardens Conservation International, untuk memperluas genepool melalui penyerbukan silang dan distribusi pollen. Di Indonesia, perlindungan diatur oleh Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018, yang melarang pemindahan atau perdagangan tanpa izin.

Kejadian di Jorong Tigo Balai ini menjadi peluang untuk edukasi masyarakat tentang konservasi. Jika Anda menemukan tanaman serupa di pekarangan, langkah pertama adalah mengidentifikasi ciri-cirinya: tongkol tinggi, seludang besar, dan bau khas saat mekar. Jangan sentuh atau cabut akarnya untuk menghindari kerusakan. Buat perlindungan sementara dengan pagar sederhana untuk menjaga dari hewan atau cuaca, sambil menjaga kelembaban tanah tanpa pupuk berlebih. Segera laporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terdekat atau hotline Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk pemantauan profesional. Jika diizinkan tetap di tempat, rawat dengan kompos alami, tapi hindari eksploitasi dengan membatasi pengunjung. Tindakan ini tidak hanya melestarikan individu tanaman, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian keanekaragaman hayati nasional.

Pewarta : Jum Aini

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Krisis Gaji di Balik Kemilau Kota: Mengapa ASN Padangsidimpuan Terjebak dalam Ketidakpastian Ekonomi?
Next: Integritas Profesi Terancam: Bantahan Kolektif terhadap Tuduhan Mafia Kayu di Jalur Melawi-Sintang

Related Stories

Dinamika Eskalasi Kebakaran Lahan di Boyolali

Dinamika Eskalasi Kebakaran Lahan di Boyolali: Dari Kelalaian Manusia hingga Kerentanan Ekologis Musim Kemarau

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 jam ago 0
Tragedi Api di Gang Melati

Tragedi Api di Gang Melati: Balita Meninggal Dunia dan Kerugian Mencapai Ratusan Juta Rupiah

Jurnalis RI News Portal Posted on 18 jam ago 0
Uji Transparansi Izin Lingkungan dan Keselamatan Konsumen di Kawasan Industri Semarang

Dinamika Regulasi Kendaraan Listrik: Uji Transparansi Izin Lingkungan dan Keselamatan Konsumen di Kawasan Industri Semarang

Jurnalis RI News Portal Posted on 18 jam ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Dinamika Mobilisasi Komando Operasional: Penguatan Rayonisasi Taktis Brimob Polri dalam Mitigasi Ekologis Karhutla di Kabupaten Melawi
  2. Zulfian andesta mengenai Restorasi Pusat Niaga Slogohimo: Reaktualisasi Infrastruktur Ekonomi Pasar Tradisional Berbasis Akuntabilitas Publik
  3. A mengenai Petaka Petang di Tawangsari: Refleksi Kasus Laka Lantas Remaja dan Ancaman Keselamatan Jalan
  4. Tukino mengenai Pengungkapan Pencurian Dua Alat Utama di Padangsidimpuan: Tersangka AFS Ditangkap, Kerugian Rp2,5 Juta
  5. Tukino mengenai Harapan Daun Tembaga: Penambahan Dana Rp34,3 Miliar dan Kemajuan Pembayaran TPP ASN di Subulussalam

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Sinergi Antarsektor dan Integrasi Penanggulangan Karhutla: Kajian Operasional Aman Nusa II di Kabupaten Melawi
  • Deteksi Dini Risiko Keamanan dan Reorientasi Mobilitas Publik dalam Dinamika Aksi Massa Parlemen
  • Ekologi Pesisir Kembali Lestari: Lintas Unsur Gunungkidul Baham Bersih Pantai Ngobaran
  • Dugaan Skandal Transaksional LHP Ombudsman: Direktur PT Toshida Indonesia Hadapi Sidang Perdana di Pengadilan Tipikor
  • Menggugat Geografi Musik Global: Mengurai Strategi Tur Ekstensif TXT “Steal The Wind” dan Signifikansi Pasar Jakarta
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by