RI News. Yogyakarta – Kepala Staf Korem 072/Pamungkas Kolonel Infanteri Teguh Wiratama, S.Sos., M.Han. mewakili Danrem 072/Pamungkas menghadiri Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara berlangsung di Lapangan Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta, Sabtu (2/5/2026).
Upacara dipimpin langsung oleh Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum DIY, Ir. Srie Nurkyatsiwi, M.M.A. Acara ini diikuti oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, pejabat Forkopimda DIY, kepala organisasi perangkat daerah, akademisi, aparat TNI-Polri, aparatur sipil negara, serta ribuan mahasiswa dan pelajar.
Dalam amanat tertulis Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. yang dibacakan Srie Nurkyatsiwi, Hardiknas 2026 menjadi momentum penting untuk menghormati jasa Ki Hadjar Dewantara sekaligus memperkuat fondasi pendidikan yang memerdekakan dan membentuk karakter bangsa.

“Pendidikan bermutu untuk semua. Akses pendidikan berkualitas adalah hak setiap warga negara dan menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa melalui partisipasi semesta,” ujar Srie Nurkyatsiwi membacakan amanat Mendikdasmen.
Ia menekankan pentingnya refleksi dan komitmen bersama. Keberhasilan di tahun 2025 harus menjadi modal intelektual dan moral untuk menghadapi berbagai tantangan pendidikan di 2026 dengan penuh optimisme. “Aksi nyata mendorong kolaborasi inklusif dan pemanfaatan teknologi melalui transformasi digital, namun tetap berpijak pada kekuatan moral dan etika dalam membentuk agen peradaban,” tambahnya.
Baca juga : Kapten Heri Purnomo Awasi Ketat Pembangunan Rabat Beton TMMD di Kulon Progo, Target Rampung Sebelum 21 Mei
Kehadiran Kolonel Teguh Wiratama menunjukkan sinergi antara institusi pertahanan dan dunia pendidikan. Keterlibatan TNI dalam peringatan Hardiknas menggarisbawahi komitmen bersama menjaga nilai-nilai kebangsaan dan mendukung pembangunan sumber daya manusia yang tangguh, berakhlak, serta mampu menghadapi dinamika zaman.
Acara ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, melainkan panggilan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendorong pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada pembentukan karakter generasi muda sebagai penerus peradaban bangsa.
Pewarta: Lee anno

