Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Kesepakatan Dagang AS-China: Penangguhan Pembatasan Logam Tanah Jarang Buka Jalan bagi Kolaborasi Teknologi Hijau

Kesepakatan Dagang AS-China: Penangguhan Pembatasan Logam Tanah Jarang Buka Jalan bagi Kolaborasi Teknologi Hijau

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 bulan ago 4 min read
Kesepakatan Dagang AS-China
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Busan, Korea Selatan 30 Oktober 2025 – Dalam langkah yang menandai de-escalasi signifikan dalam perang dagang berkepanjangan, Kementerian Perdagangan China mengumumkan penangguhan pembatasan ekspor logam tanah jarang (rare earth elements) ke Amerika Serikat selama satu tahun penuh. Keputusan ini diikuti langsung setelah pertemuan bilateral antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Pangkalan Udara Gimhae, Busan, yang berlangsung selama hampir dua jam pada Kamis sore waktu setempat. Pengumuman tersebut tidak hanya mengonfirmasi pernyataan awal Trump tentang penyelesaian “isu logam tanah jarang,” tetapi juga membuka peluang baru bagi rantai pasok global yang bergantung pada mineral kritis ini untuk transisi energi berkelanjutan.

Logam tanah jarang, kelompok 17 elemen kimia yang esensial untuk produksi baterai kendaraan listrik, turbin angin, dan magnet permanen dalam peralatan militer, telah menjadi titik gesekan utama sejak awal tahun ini. China, yang menguasai sekitar 80 persen produksi global, memperkenalkan pembatasan ekspor yang lebih ketat pada 9 Oktober lalu, termasuk larangan kolaborasi dengan perusahaan asing tanpa persetujuan pemerintah serta pengawasan ketat terhadap teknologi pemrosesan. Langkah ini memicu kekhawatiran di kalangan produsen AS, yang bergantung pada impor untuk mendukung industri semikonduktor dan otomotif.

“China akan menangguhkan penerapan langkah-langkah pengendalian ekspor yang diumumkan pada 9 Oktober selama satu tahun, sambil mempelajari dan menyempurnakan rencana spesifiknya,” tegas pernyataan resmi Kementerian Perdagangan China. Selain itu, Beijing menyatakan komitmen untuk melakukan “penyesuaian yang sesuai” terhadap kebijakan balasan atas tarif impor AS, termasuk perpanjangan kebijakan pengecualian tarif untuk barang-barang tertentu. Sebagai imbalannya, AS sepakat menangguhkan aturan baru yang diumumkan pada 29 September, yang akan memperluas daftar entitas terlarang untuk mencakup anak perusahaan China yang dimiliki minimal 50 persen oleh entitas terdaftar.

Pertemuan Trump-Xi, yang digambarkan oleh Trump sebagai “pertemuan luar biasa dengan nilai 12 dari skala 1 hingga 10,” juga menghasilkan konsesi timbal balik di bidang lain. AS berencana menurunkan tarif terkait prekursor fentanyl dari 20 persen menjadi 10 persen, sehingga total beban tarif pada barang impor China turun dari 57 persen menjadi 47 persen. China, di sisi lain, berjanji melanjutkan pembelian kedelai AS yang sempat terhenti, serta mempertahankan aliran ekspor logam tanah jarang tanpa hambatan tambahan. Trump, dalam konferensi pers di atas Air Force One sebelum meninggalkan Korea Selatan, menekankan bahwa kesepakatan ini akan dinegosiasikan ulang setiap tahun, dengan rencana kunjungan balasan: dirinya ke China pada April mendatang, diikuti kunjungan Xi ke AS.

Latar belakang ketegangan ini mencerminkan dinamika kompetisi strategis yang lebih luas. Pada 9 Oktober, respons China terhadap pembatasan ekspor AS yang lebih awal memicu ancaman balasan dari Trump, termasuk potensi tarif hingga 100 persen pada barang China dan pembatasan ekspor perangkat lunak kritis mulai 1 November. Namun, nada yang melunak dari Washington—didukung oleh kerangka kesepakatan awal yang dirundingkan pejabat kedua negara pada akhir pekan lalu—membuka pintu bagi dialog langsung. Xi, dalam sambutan pembuka pertemuan, menekankan bahwa “gesekan sesekali adalah hal normal” antara mitra dagang terbesar dunia, sambil menyerukan pendekatan “teman dan mitra.”

Baca juga : Praktik Saling Menjatuhkan Antarwartawan Ancam Integritas Pers Nasional

Dari perspektif akademis, kesepakatan ini menawarkan studi kasus menarik tentang diplomasi ekonomi di era rivalitas geopolitik. Menurut analisis dari para ahli hubungan internasional di Universitas Tsinghua Beijing, penangguhan ini bukan sekadar jeda taktis, melainkan strategi untuk mencegah fragmentasi rantai pasok global yang bisa merugikan kedua belah pihak. “Logam tanah jarang bukan hanya komoditas; ia adalah tulang punggung revolusi hijau. Dengan menunda pembatasan, China menjaga pengaruhnya sebagai pemasok utama sambil memberi AS ruang untuk diversifikasi sumber, yang pada akhirnya bisa mendorong inovasi bersama,” ujar Dr. Li Wei, pakar perdagangan internasional di institusi tersebut.

Di AS, pakar dari Brookings Institution menyoroti implikasi jangka panjang. “Kesepakatan satu tahun ini memberikan napas segar bagi industri domestik, tapi juga menekankan urgensi untuk investasi di penambangan dan pengolahan lokal. Tanpa itu, ketergantungan pada China tetap menjadi kerentanan strategis,” kata Sarah Thompson, peneliti senior kebijakan sumber daya alam. Data dari Badan Energi Internasional menunjukkan bahwa permintaan global logam tanah jarang diproyeksikan naik 40 persen hingga 2030, didorong oleh ekspansi energi terbarukan—membuat kolaborasi seperti ini krusial untuk menghindari krisis pasok.

Sementara pasar global merespons positif dengan kenaikan saham produsen baterai dan magnet hingga 5 persen di sesi perdagangan pagi ini, skeptisisme tetap ada. Beberapa analis memperingatkan bahwa pembatasan sebelumnya dari April—yang masih berlaku—bisa menjadi dasar untuk eskalasi baru jika negosiasi tahunan gagal. Namun, bagi kedua pemimpin, pertemuan ini menandai kemenangan simbolis: Trump dapat mengklaim keringanan tarif dan aliran barang, sementara Xi memperkuat posisi China sebagai aktor yang bertanggung jawab dalam tata kelola sumber daya global.

Dengan kesepakatan ini, harapan untuk forum APEC mendatang di Gyeongju semakin tinggi, di mana topik seperti semikonduktor dan bioteknologi kemungkinan akan menjadi agenda lanjutan. Bagi dunia yang bergantung pada inovasi berkelanjutan, penangguhan ini bukan akhir dari ketegangan, melainkan babak baru dalam diplomasi yang berfokus pada interoperabilitas ekonomi.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Praktik Saling Menjatuhkan Antarwartawan Ancam Integritas Pers Nasional
Next: Transformasi Digital Indonesia: Inklusivitas dan Talenta Manusia Jadi Kunci Utama

Related Stories

Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump
3 min read

Bentrokan Protes Imigrasi di Minneapolis: Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan
3 min read

Ketegangan Iran-AS: Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia
3 min read

Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.