RI News Portal. Washington, 14 Januari 2026 – Departemen Kehakiman Amerika Serikat telah memutuskan untuk tidak membuka penyelidikan pidana hak sipil terkait tewasnya Renee Good, seorang perempuan yang ditembak mati oleh petugas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) di Minneapolis. Keputusan ini, yang diumumkan oleh Wakil Jaksa Agung Todd Blanche, menyatakan bahwa “saat ini tidak ada dasar” untuk penyelidikan semacam itu, meskipun penyelidikan FBI masih berlangsung.
Keputusan tersebut menandai pergeseran signifikan dalam pendekatan federal terhadap kasus-kasus penembakan fatal yang melibatkan aparat penegak hukum. Secara historis, Divisi Hak Sipil Departemen Kehakiman telah secara rutin membuka penyelidikan atas insiden serupa, terutama untuk menegaskan yurisdiksi federal atas potensi pelanggaran hak konstitusional warga sipil. Praktik ini tidak hanya bertujuan untuk memastikan akuntabilitas, tetapi juga untuk meredakan ketegangan sosial di komunitas yang terdampak.
Dalam kasus ini, pejabat federal menyatakan bahwa petugas ICE bertindak dalam pembelaan diri ketika pengemudi kendaraan Honda maju mendekatinya, yang digambarkan sebagai “tindakan terorisme domestik”. Namun, pengumuman penolakan penyelidikan yang dilakukan sebelum penyidikan mendalam selesai telah memicu pertanyaan tentang transparansi dan independensi proses federal. Pejabat negara bagian Minnesota juga menyatakan bahwa akses mereka terhadap bukti telah dibatasi, dengan alasan kurangnya yurisdiksi negara bagian.

Gelombang pengunduran diri di kalangan jaksa federal semakin memperdalam kontroversi ini. Beberapa jaksa senior di Minnesota, termasuk Asisten Jaksa Agung Pertama Joseph Thompson yang memimpin kasus-kasus penipuan besar, telah mengundurkan diri. Di Washington, sejumlah pengawas di seksi pidana Divisi Hak Sipil juga meninggalkan jabatan mereka. Para pejabat yang mengundurkan diri ini merupakan bagian dari tren lebih luas, di mana ratusan jaksa karier telah keluar dari Departemen Kehakiman dalam setahun terakhir, sering kali dikaitkan dengan persepsi tekanan politik atau perubahan prioritas kebijakan.
Para pengamat hukum dan hak sipil menilai bahwa penolakan penyelidikan ini dapat melemahkan peran federal sebagai penengah netral dalam kasus-kasus kekerasan aparat. Kristen Clarke, mantan kepala Divisi Hak Sipil pada administrasi sebelumnya, menyatakan bahwa absennya penyelidikan federal yang komprehensif dapat memperburuk ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. Ia menekankan bahwa sejarah panjang Divisi Hak Sipil—yang didirikan hampir tujuh dekade lalu—telah menunjukkan pentingnya intervensi federal untuk menjamin penyelidikan yang adil dan tidak memihak.
Baca juga : Manchester City Perkuat Posisi Menuju Final Carabao Cup 2025/26 melalui Efisiensi Taktis di Markas Newcastle
Kasus ini juga mengingatkan pada preseden sebelumnya di Minneapolis, seperti penyelidikan federal atas kematian George Floyd pada 2020 yang menghasilkan dakwaan pidana, serta pemeriksaan sistemik terhadap pola pelanggaran hak sipil di kepolisian kota. Pendekatan saat ini, yang cenderung menghindari jenis penyelidikan “pola atau praktik” tersebut, mencerminkan perbedaan filosofis dalam penegakan hukum federal.
Para analis hukum berpendapat bahwa keputusan semacam ini berpotensi membuka diskusi lebih luas tentang keseimbangan antara keamanan nasional, pembelaan diri aparat, dan perlindungan hak sipil individu. Di tengah meningkatnya polarisasi politik, kasus Renee Good menjadi titik fokus baru dalam perdebatan tentang independensi institusi kehakiman di Amerika Serikat.
Pewarta : Setiawan Wibisono

