Skip to content
05/03/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Kemajuan Diplomatik AS-Ukraina: 18 Poin Kesepakatan Damai Tercapai, Isu Sensitif Masih Menggantung

Kemajuan Diplomatik AS-Ukraina: 18 Poin Kesepakatan Damai Tercapai, Isu Sensitif Masih Menggantung

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 bulan ago 4 min read
18 Poin Kesepakatan Damai Tercapai Isu Sensitif Masih Menggantung
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta 28 November 2025 – Dalam perkembangan yang menandai langkah bersejarah menuju penyelesaian konflik berkepanjangan di Eropa Timur, delegasi Amerika Serikat dan Ukraina telah menyepakati 18 dari 20 ketentuan utama dalam draf perjanjian damai yang muncul dari putaran perundingan intensif di Jenewa. Kesepakatan ini, yang menyusut dari proposal awal berisi 28 poin, merepresentasikan kompromi diplomatik yang hati-hati, di mana kedua pihak saling mengalah untuk membuka jalan bagi perdamaian berkelanjutan. Namun, dua isu krusial yang tersisa—diduga berkaitan dengan sengketa wilayah dan bentuk jaminan keamanan jangka panjang—tetap menjadi penghalang, menuntut intervensi langsung dari pemimpin tertinggi kedua negara.

Perundingan Jenewa, yang berlangsung selama dua hari akhir pekan lalu, dipicu oleh inisiatif perdamaian Presiden AS Donald Trump yang diluncurkan pasca-pertemuan di Gedung Putih pada 18 November. Rencana awal tersebut, yang didukung kuat oleh Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, awalnya memicu kekhawatiran di kalangan sekutu Ukraina karena menuntut konsesi signifikan dari Kyiv, termasuk pengakuan atas kendali Rusia atas sebagian wilayah timur, pembatasan ukuran pasukan bersenjata, dan komitmen permanen untuk menjauhi integrasi dengan aliansi pertahanan Atlantik Utara. Meskipun demikian, revisi yang dilakukan selama diskusi di Jenewa berhasil memodifikasi elemen-elemen tersebut menjadi kerangka yang lebih seimbang, dengan penekanan pada prinsip-prinsip keamanan kolektif yang mirip dengan mekanisme pertahanan bersama.

Analisis mendalam terhadap dinamika negosiasi ini mengungkapkan pola diplomasi pragmatis yang dipengaruhi oleh konteks geopolitik pasca-pemilu AS. Trump, yang dikenal dengan pendekatan “deal-making” langsung, tampaknya memanfaatkan momentum pasca-kesepakatan gencatan senjata di Timur Tengah untuk mendorong kerangka serupa di Ukraina. Dukungan dari Vance dan Rubio, yang sering dispekulasikan mengalami perpecahan internal, justru terbukti sebagai kolaborasi strategis yang solid. Sumber dekat dengan proses tersebut menegaskan bahwa keduanya berfungsi sebagai “tim kohesif,” dengan Rubio memimpin dialog teknis di Jenewa sementara Vance mengoordinasikan aspek domestik di Washington. Pendekatan ini kontras dengan narasi spekulatif yang beredar, yang cenderung melebih-lebihkan ketegangan internal sebagai faktor penghambat.

Dari perspektif Ukraina, kesepakatan parsial ini mencerminkan kesiapan Presiden Volodymyr Zelenskyy untuk maju dalam diplomasi, meskipun dengan syarat bahwa isu sensitif seperti integritas teritorial dan jaminan keamanan harus diselesaikan melalui dialog bilateral dengan Trump. Sebelumnya, pejabat Ukraina telah menyinggung kepada outlet keuangan internasional bahwa keputusan akhir akan bergantung pada pertemuan puncak antara kedua pemimpin, yang potensial digelar dalam waktu dekat—mungkin bahkan sebelum akhir bulan ini. Zelenskyy, dalam pidato terbarunya kepada koalisi pendukung internasional, menekankan bahwa Kyiv siap “melangkah maju” dengan kerangka yang direvisi, sambil menuntut keterlibatan mitra Eropa untuk memastikan implementasi yang adil. Pernyataan ini tidak hanya menunjukkan optimisme Kyiv terhadap proses, tetapi juga strategi untuk menyeimbangkan tekanan dari Washington dengan dukungan kontinental yang lebih luas.

Secara akademis, kemajuan ini dapat dianalisis melalui lensa teori realisme struktural, di mana kekuatan bargaining AS sebagai aktor dominan memaksa kompromi dari kedua belah pihak yang bertikai. Proposal awal Trump, yang menuntut konsesi Ukraina yang substansial, awalnya dilihat sebagai kemiringan pro-Rusia, mengingat elemen-elemen seperti amnesti bagi pelaku dugaan kejahatan perang dan pembentukan kelompok kerja keamanan bersama AS-Rusia. Namun, modifikasi di Jenewa—yang mempersempitnya menjadi 20 poin—telah memperkenalkan elemen baru, seperti komisi pemantauan yang dipimpin oleh mitra Eropa dengan partisipasi AS, serta komitmen untuk kerjasama ekonomi jangka panjang di bidang energi dan sumber daya alam. Ini menandakan pergeseran dari pendekatan unilateral menuju multilateralisme terstruktur, yang berpotensi mengurangi risiko pelanggaran pasca-perjanjian.

Baca juga : Kebijakan Dana Desa 2025: Koperasi Merah Putih Jadi Syarat Wajib Tahap II, Pakar Nilai Rawan Penyelewengan dan Beban Baru bagi Desa

Meskipun demikian, tantangan ke depan tetap kompleks. Dua poin yang belum terselesaikan bukan hanya isu teknis, melainkan simbolis dari kedaulatan nasional Ukraina. Sengketa wilayah, khususnya di Donetsk dan wilayah timur lainnya, menyentuh inti dari narasi perlawanan Kyiv terhadap agresi Rusia sejak 2022. Sementara itu, jaminan keamanan AS—yang diusulkan sebagai kerangka 10 tahun yang dapat diperpanjang—harus meyakinkan bagi Ukraina tanpa memprovokasi eskalasi dari Moskow. Rusia, yang belum secara resmi merespons draf revisi, telah menyiratkan melalui saluran tidak resmi bahwa kesepakatan harus selaras dengan pemahaman sebelumnya antara Trump dan Presiden Vladimir Putin, termasuk tuntutan utama Kremlin seperti non-agresi komprehensif dan batasan militer Ukraina.

Implikasi jangka panjang dari kesepakatan ini melampaui Ukraina, memengaruhi stabilitas arsitektur keamanan Eropa secara keseluruhan. Jika berhasil, model ini bisa menjadi preseden untuk penyelesaian konflik hybrid modern, di mana diplomasi didukung oleh insentif ekonomi dan jaminan keamanan. Namun, kegagalan dalam menyelesaikan isu sensitif berisiko memperpanjang konflik, dengan konsekuensi kemanusiaan yang berkelanjutan—seperti serangan rudal baru-baru ini yang menewaskan warga sipil di Kyiv. Para analis internasional menyerukan keterlibatan PBB yang lebih kuat untuk memverifikasi kepatuhan, memastikan bahwa perdamaian bukan hanya kertas, tetapi realitas yang tahan lama.

Pada akhirnya, kesepakatan 18 poin ini adalah tonggak, bukan tujuan akhir. Ia menegaskan bahwa diplomasi, meskipun penuh taruhan tinggi, tetap menjadi alat paling efektif untuk mengakhiri penderitaan yang telah merenggut jutaan nyawa dan mengguncang tatanan global. Dengan pertemuan Trump-Zelenskyy di depan mata, dunia menanti apakah visi “terobosan” ini akan terwujud, atau kembali menjadi korban dinamika kekuasaan yang tak kenal kompromi.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Kebijakan Dana Desa 2025: Koperasi Merah Putih Jadi Syarat Wajib Tahap II, Pakar Nilai Rawan Penyelewengan dan Beban Baru bagi Desa
Next: Pemerintah Salurkan 32.700 Ton Beras dan 6.300 Ton Minyak Goreng untuk Korban Banjir di Tiga Provinsi Sumatera

Related Stories

Lebanon di Ambang Jurang
3 min read

Lebanon di Ambang Jurang: Kembalinya Hizbullah ke Medan Perang Membuka Babak Baru Ketidakpastian Regional

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Serangan Gabungan AS-Israel ke Aparat Keamanan Iran
3 min read

Serangan Gabungan AS-Israel ke Aparat Keamanan Iran: Membongkar Pilar Penindasan dan Memantik Api Pemberontakan?

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
China di Persimpangan Antara Loyalitas Strategis dan Kepentingan Ekonomi Global
3 min read

Pembunuhan Khamenei: China di Persimpangan Antara Loyalitas Strategis dan Kepentingan Ekonomi Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Wewenang: Oknum Wali Nagari Diduga Jual Tanah Ulayat Air Haji Tanpa Persetujuan Masyarakat Adat
  2. Hermanto mengenai Pemerintah Nigeria Meluncurkan Operasi Militer Baru di Tengah Lonjakan Kekerasan: Serangan Mematikan di Kwara dan Pembebasan Puluhan Warga Kristen
  3. Sugeng Rudianto mengenai GAPSIDO Gelar Kopdar, Ajak Pemuda Jaga Kamtibmas Jelang Ramadhan
  4. Mayang Sari mengenai Aksi Keberanian Pelajar SMK Berujung Tragedi: Terseret Arus Banjir Saat Menolong Pengendara Motor
  5. Tukino gaul gaul mengenai Tim Marching Band SMPN 1 Padangsidimpuan Siap Pertahankan Gelar Juara Umum di Piala Sultan Deli

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Kondisi Pekerja Migran Indonesia di Timur Tengah Tetap Terkendali di Tengah Eskalasi Konflik AS-Israel-Iran
  • Pemprov Banten Percepat Ekspansi Layanan Gizi Gratis bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita
  • Sinergi Kesehatan dan Transportasi: Menhub Dudy Purwagandhi Gandeng Menkes Budi Gunadi Sadikin Perkuat Layanan Medis di Simpul Mudik Lebaran 2026
  • Momentum Sedekah Dieksploitasi?, Pengemis Cantik Berjilbab Menghebohkan Warga Pancung Soal
  • Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Tengah Masyarakat Wonogiri
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.