Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Kegagalan Proyek Infrastruktur Pesisir di Kapuas Hulu: Analisis Mendalam atas Pemborosan APBD dan Dampak Sosial yang Menghantui Masyarakat

Kegagalan Proyek Infrastruktur Pesisir di Kapuas Hulu: Analisis Mendalam atas Pemborosan APBD dan Dampak Sosial yang Menghantui Masyarakat

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 bulan ago 4 min read
Kegagalan Proyek Infrastruktur Pesisir di Kapuas Hulu
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Kapuas Hulu, 14 September 2025 — Di tengah ambisi pembangunan nasional yang menargetkan ketahanan pesisir, proyek perkuatan tebing dan turap di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, justru menjadi simbol kegagalan sistemik. Pada 12 September 2025, sorotan publik memuncak ketika warga setempat melaporkan bahwa proyek senilai miliaran rupiah ini gagal total, dengan kualitas bangunan yang jauh di bawah standar dan keterlambatan yang kronis. Apa yang seharusnya menjadi benteng perlindungan bagi komunitas pesisir malah berubah menjadi reruntuhan mangkrak, menimbulkan kerugian negara yang tak terhitung dan kekhawatiran mendalam akan beban tambahan pada anggaran publik. Analisis ini menyelami akar masalah dari perspektif jurnalistik akademis, dengan fokus pada kajian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta implikasi sosialnya, sambil menawarkan narasi yang lebih reflektif daripada liputan media konvensional—bukan sekadar sensasi, melainkan pemetaan sistemik untuk perubahan.

Proyek ini, yang mencakup perkuatan tebing sungai Kapuas dan pembangunan turap di kawasan pesisir, dimulai dengan harapan tinggi untuk mencegah abrasi dan banjir yang sering melanda wilayah ini. Namun, laporan lapangan pada 12 September mengungkap realitas pahit: struktur beton retak sebelum selesai, material yang tampak murahan meski anggaran mencapai Rp29 miliar untuk tahap perkuatan tebing saja, dan pekerjaan yang terhenti sejak awal tahun. Warga seperti tokoh masyarakat setempat menyuarakan kekecewaan mereka, menyebut proyek ini sebagai “pemborosan dan penyalahgunaan anggaran” yang dibiarkan begitu saja. Dugaan awal menunjuk pada ketidakprofesionalan kontraktor pelaksana, yang gagal memenuhi jadwal kontrak, sementara tim teknis konsultan supervisi dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan I (BWSK I) Pontianak dituduh melakukan pembiaran. Alasan cuaca sering dikemukakan, tapi bukti menunjukkan kurangnya pengawasan ketat, di mana fungsi supervisi—seperti verifikasi material dan progres harian—tidak dilaksanakan dengan baik. Akibatnya, proyek yang seharusnya rampung pada akhir 2024 kini mangkrak, meninggalkan lubang anggaran yang semakin dalam.

Dari sudut kajian APBD, kegagalan ini mencerminkan ketidakefisienan alokasi dana daerah yang seharusnya menjadi instrumen pembangunan berkelanjutan. Pada APBD Kapuas Hulu 2025, prioritas utama ditempatkan pada infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan fasilitas pesisir, dengan total alokasi mencapai ratusan miliar rupiah dari gabungan dana daerah dan pusat. Misalnya, pemerintah kabupaten telah melelang 10 proyek pembangunan dengan total Rp155 miliar, termasuk penanganan jalan Bunut Hilir senilai Rp10 miliar dan kontribusi dari Kementerian PUPR untuk penataan kawasan waterfront Siluk senilai Rp27,25 miliar. Namun, serapan anggaran semester pertama 2025 hanya mencapai level rendah, dipengaruhi oleh regulasi nasional seperti Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2024 yang memperlambat proses. Proyek turap dan tebing di Kapuas Hulu, yang bersumber dari APBD dan dana pusat, telah menyerap 85% dana meski progres fisik baru 50%, menimbulkan indikasi pembengkakan biaya dan potensi korupsi. Secara akademis, ini menunjukkan kegagalan dalam model penganggaran berbasis kinerja (performance-based budgeting), di mana indikator keberhasilan seperti ketepatan waktu dan kualitas diabaikan demi pencairan dana cepat. Pembiaran ini tidak hanya merugikan negara secara finansial—dengan estimasi kerugian mencapai puluhan miliar akibat perbaikan ulang—tapi juga menambah beban hutang daerah, di mana keterlambatan penyelesaian berpotensi memicu penalti kontrak dan inflasi biaya material. Kajian RPJMD Kapuas Hulu 2021-2026 menekankan visi “masyarakat sejahtera dan mandiri,” tapi realitas menunjukkan ketidakselarasan antara rencana jangka panjang dan eksekusi lapangan, di mana anggaran infrastruktur yang seharusnya 59% dari total APBD nasional justru terbuang sia-sia.

Baca juga : Polres Lampung Barat Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Korban Banjir Bandang di Suoh

Kegagalan ini jauh lebih mendalam daripada kerugian fiskal, menciptakan gelombang ketidakpercayaan dan ketidakamanan di kalangan warga pesisir. Komunitas di sekitar Sungai Kapuas, yang bergantung pada akses aman ke pantai untuk mata pencaharian seperti perikanan dan pertanian, kini menghadapi risiko banjir yang lebih tinggi karena struktur pelindung yang tak kunjung selesai. Kekhawatiran ini bukan sekadar spekulasi; banjir musiman telah menyebabkan penurunan produktivitas ekonomi lokal hingga 20-30%, mirip dengan dampak sedimentasi di Teluk Benoa yang melambatkan aliran air dan merusak infrastruktur sekitar. Secara sosial, proyek mangkrak ini memperlemah rasa aman masyarakat, di mana warga merasa ditinggalkan oleh pemerintah—sebuah fenomena yang dalam kajian sosiologi pembangunan dikenal sebagai “alienasi infrastruktur,” di mana janji kemajuan justru menimbulkan ketidakadilan. Di tingkat lebih luas, ini memperburuk kesenjangan regional, dengan dana APBD yang seharusnya mendukung kesejahteraan malah dialihkan untuk perbaikan darurat, membebani generasi mendatang. Opini publik di platform sosial mencerminkan frustrasi ini: kritik terhadap pembangunan ugal-ugalan yang mengabaikan tata ruang, drainase minim, dan prioritas anggaran yang salah arah, seperti alokasi besar untuk proyek nasional sementara infrastruktur dasar daerah terabaikan. Dampaknya? Penurunan kepercayaan pada institusi, potensi konflik sosial antara warga dan kontraktor, serta migrasi paksa dari pesisir akibat ketidakpastian lingkungan.

Secara keseluruhan, kegagalan proyek di Kapuas Hulu bukanlah insiden terisolasi, melainkan gejala dari sistem pengadaan yang lemah, di mana pemilik anggaran—dalam hal ini Pemkab Kapuas Hulu—terkesan kurang maksimal dalam pengawasan. Tanggung jawab harus dibagi: kontraktor untuk ketidakmampuan teknis, konsultan supervisi untuk kelalaian fungsi, dan pemerintah daerah untuk pembiaran. Untuk membedakan diri dari media online konvensional yang sering berfokus pada headline sensasional, analisis ini menyerukan reformasi struktural: adopsi teknologi monitoring berbasis AI untuk progres proyek, audit independen sebelum pencairan dana, dan partisipasi masyarakat dalam perencanaan APBD. Hanya dengan pendekatan holistik ini, proyek infrastruktur bisa benar-benar memberikan manfaat, bukan malah menjadi beban bagi negara dan masyarakat. Warga pesisir Kapuas Hulu pantas mendapatkan lebih dari janji kosong—mereka butuh aksi nyata.

Pewarta : Lisa Susanti

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Polres Lampung Barat Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Korban Banjir Bandang di Suoh
Next: Semarak HUT ke-34 Kabupaten Lampung Barat: Gotong Royong dan Literasi Jadi Sorotan

Related Stories

Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren
3 min read

Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman

Jurnalis RI News Portal Posted on 14 jam ago 0
Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
2 min read

Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 jam ago 0
'raj 2026
2 min read

Lonjakan Penumpang Kereta Api di Sumatera Utara pada Penutupan Libur Isra Mi’raj 2026

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.