RI News. Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026 yang jatuh pada Selasa (21 April), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meluncurkan serangkaian program literasi digital yang secara khusus menargetkan kaum perempuan. Inisiatif ini bertujuan mewujudkan generasi wanita Indonesia yang tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga ruang digital yang aman bagi keluarga, khususnya anak-anak.
Salah satu program unggulan yang digelar Kemkomdigi adalah kolaborasi dengan platform desain digital global Canva. Melalui kerja sama ini, perempuan diajak memanfaatkan fitur-fitur kreatif Canva untuk mendukung implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak, yang dikenal sebagai PP Tunas.
“Kami akan buka kelas Kartini bersama Canva, ini khusus untuk perempuan. Nanti ada dua kegiatan, pertama mengenalkan PP Tunas, implementasinya seperti apa kemudian di sesi kedua ada workshop untuk memanfaatkan platform ini agar bisa mengimplementasikan PP Tunas di wilayah komunitas masing-masing,” ujar Kepala Pengembangan Literasi Digital Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemkomdigi, Rizki Ameliah, di Jakarta, Selasa.

Rizki menjelaskan bahwa literasi digital yang dicanangkan tidak berhenti pada kemampuan dasar mengakses internet. Lebih dari itu, program ini mendorong perempuan untuk menciptakan konten dan kreasi yang mendukung regulasi perlindungan anak, seperti membuat desain kampanye kesadaran akan risiko konten berbahaya, verifikasi usia pengguna, serta pengelolaan ruang digital yang ramah bagi perempuan dan anak.
Di luar momentum Hari Kartini, Kemkomdigi juga menyiapkan program pendampingan literasi digital berkelanjutan yang menyasar perempuan pelaku Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM). Program ini melibatkan relawan khusus bernama Pandu Literasi Digital yang akan mendampingi peserta secara langsung.
“Kami akan menyasar peningkatan literasi digital untuk perempuan, khususnya untuk UMKM, untuk perempuan yang bergerak di bidang UMKM. Kami ingin melihat dampaknya apakah meningkat perekonomiannya, karena kita ada pendampingan, sampai mereka scale-up,” tambah Rizki Ameliah.
Baca juga : Danrem 072/Pamungkas Sambut Silaturahmi Cluster GM KHAS Malioboro dan Tugu Hotel Yogyakarta
Pendampingan tidak hanya fokus pada pemasaran digital dan pengembangan usaha melalui teknologi, tetapi juga mencakup pemahaman mendalam terhadap regulasi bisnis di ruang siber serta isu-isu terkini seperti PP Tunas. Tujuannya agar setelah pendampingan berakhir, para perempuan tetap mandiri dalam menavigasi dunia digital sambil memastikan lingkungan daring tersebut aman bagi keluarga mereka, termasuk anak-anak.
Program pendampingan bagi perempuan penggerak UMKM ini direncanakan berlangsung dari April hingga Oktober 2026. Informasi lebih lanjut serta pendaftaran dapat diakses melalui situs digitalent.komdigi.go.id.
Pendekatan Kemkomdigi ini mencerminkan semangat emansipasi Kartini yang terus relevan di era digital. Dengan memberdayakan perempuan melalui literasi yang komprehensif—mulai dari kreativitas desain hingga pemahaman regulasi—pemerintah berharap dapat mengurangi kesenjangan digital berbasis gender sekaligus memperkuat ketahanan keluarga Indonesia terhadap berbagai risiko di dunia maya.
Melalui inisiatif ini, diharapkan semakin banyak perempuan yang tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga menjadi agen perubahan yang aktif menciptakan ruang digital yang inklusif, aman, dan bernilai ekonomi tinggi.
Pewarta : Yogi Hilmawan

